2ne1fansclub

[FANFICTION] FOREVER WITH YOU

Posted on: March 24, 2012

 annyeong blackjacks! kami, @2NE1_Fansclub telah mengadakan project fanfiction dalam rangka bom’s birthday.. nah, inilah beberapa fanficiton yang telah masuk ke email kami! semoga dapat bermanfaat!

DON’T BE A SILENT READERS!

DONT COPY!

Image

“Forever With You”

            Author POV

Mentari pagi mulai menampakkan sinarnya, dengan malu-malu ia menyelipkan sedikit sinarnya ke celah jendela kamar seorang gadis yang kini masih terlelap tidur di atas ranjangnya. Gadis itu pun menggeliat saat merasakan sesuatu mengganggu matanya. Bom, itulah nama gadis tersebut, ia pun segera bangkit perlahan dan mengucek pelan matanya, sangat buram, itulah yang ia rasakan pada penglihatannya dan itu adalah hal yang biasa baginya.

“Terima kasih Sun, kau telah membangunkan ku..” ucap Bom diikuti dengan senyuman manisnya.

“Apa kabarmu hari ini ? Apa kau sedang murung ? Sinarmu tidak begitu terasa dimataku..” ucapnya lagi dengan perubahan raut wajah menjadi sedih.

Setelah itu ia mulai merenggangkan tubuhnya yang masih terasa kaku, sampai tiba-tiba ada yang mengetuk pintunya.

“Eonnie.. Eonnie.. Apa kau sudah bangun ?” ucap seseorang dari balik pintu.

“Aku sudah bangun saeng, tunggu sebentar, aku akan membukakan pintu..” ia pun segera bangkit dan berjalan menuju pintu sambil meraba-raba sekitarnya.

Perlahan ia pun meraba kenop pintu lalu membuka pintu.

“Selamat pagi eonnie..” sapa serempak dua orang gadis dengan riang.

“Wah.. Siapa ini saeng ? Aku seperti mengenal suaranya..” tangan Bom pun segera terulur ke depan dan mencoba meraih sebuah wajah yang amat terlihat buram di pandangannya. Dara, adik Bom yang tepat berada di depannya pun menuntun tangan Bom untuk mencapai wajah tersebut. Bom pun meraba bagian matanya.

“Dari matanya yang sipit ini, sepertinya kau adalah Chae Rin ?” ucap Bom seraya tersenyum.

“Kau benar eon.. Aku sangat merindukanmu..” ucap CL seraya memeluk Bom dengan erat.

“Eon.. Eon.. Lalu siapa aku ?” tnya seorang gadis antusias.

Bom melepas pelukannya kepada CL lalu mengarahkan pandangannya ke sebelah kiri.

“Hmm, jika ada CL pasti ada Minzy, jadi kau pasti Minzy..” Bom berucap sambil mengacung-acungkan telunjuknya.

“Eonnie.. Kenapa wajah ku tidak diraba juga.. Kan aku juga ingin ditebak oleh Eonnie..” Minzy pun cemberut sambil menggembungkan pipinya.

“Kau ini.. Kemarikan tubuhmu, sebagai gantinya aku akan memelukmu..” ucap Bom seraya mengulurkan kedua tangannya.

“Aku juga mau dipeluk Bom eon..” ucap Dara manja.

“Aku juga mau lagi eon..” ucap CL ikut-ikutan.

“Kalian mendekatlah..” ucap Bom masih mengulurkan kedua tangannya.

Mereka berempatpun berpelukan layaknya Teletubies untuk melepas rasa kangen mereka. Ya, CL dan Minzy sahabat dari Bom dan Dara baru saja pulang setelah dua tahun mereka menuntut ilmu di Tokyo, Jepang.

***

CL POV

Betapa senangnya aku bisa berkumpul lagi dengan Bom eonnie dan juga Dara Eonnie, setelah dua tahun aku dan Minzy meninggalkan Busan untuk melanjutkan pendidikan kami di Tokyo, akhirnya kami bisa bersama lagi dirumah ini, rumah yang terlihat kecil namun menyimpan banyak cerita dan kenangan di dalamnya, tempat dimana kami mengalami kesedihan dan kebahagiaan bersama, kami, atau lebih tepatnya aku, Minzy, Dara Eonnie dan juga Bom eonnie adalah kumpulan gadis yang memiliki tekat untuk tetap bertahan dan berjuang meski badai terus menghadang, kami akan terus bangkit walau harus terus menerus tersungkur karena batu hambatan yang kami tahu pasti akan selalu menghadang langkah kami, tapi seperti yang pernah Bom eonnie katakan ‘Jangan pernah menyerah, teruslah berjuang sampai kita menemukan penghujung umur kita’. Aku benar-benar sangat bangga dengan Bom eon, walau ia memiliki keterbatasan pada penglihatannya, ia memiliki semangat yang besar, ia tetap terlihat ceria, belum lagi ia memiliki suara yang amat indah. Dan saat ini pun, aku benar-benar terhanyut saat mendengar Bom Eonnie bernyanyi.

Ya, Bom eonnie saat ini tengah menampilkan lagu ciptaannya yang ia ciptakan untuk kami, ia membuat lagu tersebut setelah Dara Eonnie memberitahukan bahwa kami ditunjuk oleh salah seorang pengamat musik yang melihat aksi kami di Youtube yang kami upload dua tahun lalu, untuk menjadi vocal grup pembuka di acara launching album terbaru GDTOP.

pyeonhaetni ne mamsoge.. ije nan deo isang eoptneun geoni.. nan neol neol saenggakhamyeon.. neomu apa apa apa~”

Tiba-tiba Bom eonnie berhenti menyanyi.

“Kau kenapa saeng ? Kenapa kau menangis ?” pertanyaan Bom eonnie sepertinya ditujukan kepadaku. Aku segera menghapus air mataku, ini lah kelebihan Bom eonnie lainnya, ia amat peka, walau memiliki keterbatasan dalam penglihatannya, tapi hanya dengan feelingnya, ia dapat mengetahui hal disekitarnya.

“Eh, e a aku hanya tersentuh dengan lagu yang kau nyanyikan eon.. Pesan dari lagu itu benar-benar tersampaikan..” ucapku sedikit gugup, aku memang jujur dengan hal itu, tapi aku bukan menangis karena itu, melainkan karena aku sedih melihat keadaan Bom eonnie yang sejak kecil harus melihat dunia dengan keterbatasan pandangan matanya, sejak kecil ia memiliki kelainan pada syaraf matanya, sehingga pandangan matanya terlihat amat buram bahkan hampir tidak terlihat.

“Ah, terima kasih saeng.. Aku senang mendengarnya, dan aku harap lagu ini dapat membuat kalian tampil dengan baik..”

“Tentu saja eon.. Tapi akan lebih bagus jika kau ikut menyanyikan lagu ini bersama kami..” ucap Minzy semangat.

“Lalu mempermalukan kalian didepan banyak orang, begitu ?” Bom eonnie berkomentar dengan nada yang berbeda, ia terdengar kesal sekaligus sedih.

“Bukan begitu eon..” aku pun angkat bicara dan menenangkan Bom eonnie yang mulai menitihkan air mata.

“Kalian ini bodoh atau pura-pura tidak tau sih ? Eonnie kalian ini buta ! Apa kalian mau mempermalukan grup vokal kalian dengan mengajak gadis buta untuk bergabung, huh !” Bom eonnie berkata dengan sedikit membentak.

Bom eonnie pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju ruang depan. Aku segera menyusulnya namun tanganku ditarik oleh Dara Eonnie.

“Tidak perlu saeng, belakangan ini Bom eonnie memang seperti itu, berikan ia waktu untuk menenangkan diri..” ucapnya dengan mata yang terlihat berair. Kami semua benar-benar sedih mendengar perkataan Bom eonnie.

***

Bom POV

Aku berjalan keluar rumah dengan sesekali menabrak benda-benda disekitarku, aku lalu berjalan cepat menuju taman sambil lagi-lagi sesekali menabrak benda-benda disekitarku, termasuk orang-orang disekitarku. Dengan pandangan mataku yang sangat buram, ditambah lagi dengan air mata yang sudah berkumpul dimataku aku berjalan dengan hitungan langkah yang sama seperti biasa saat aku menuju taman.

21 langkah dari rumah, lalu 7 langkah kearah kiri dan sampailah aku ditaman. Aku segera berjalan menuju sudut taman, tempat dimana aku biasa mendapatkan surat sapaan darinya, tempat dimana aku menenangkan diriku saat aku merasa jenuh dengan hidupku yang seperti ini.

Aku pun duduk dibangku taman dan menumpahkan semua air mataku.

“Hiks.. Hiks.. Hiks..”

Aku benar-benar kesal saat tiba-tiba ada sesuatu yang mengenai kepalaku. Aku pun berjongkok dan meraba-raba rerumputan. Aku menemukan sesuatu, apa ini ? Seperti sebuah remasan kertas. Aku tersenyum dan kembali duduk dibangku. Kubuka remasan kertas tersebut dan menyium harum kertas tersebut, benar ini adalah surat darinya. Aku sedikit menggembungkan pipiku, apa-apa’an dia, tidak biasanya memberikan suratnya dengan cara seperti ini. Biasanya dia akan memberikan suratnya melalui seorang anak kecil, atau menerbangkannya kearahku dalam bentuk pesawat-pesawatan.

Aku meraba-raba permukaan kertas tersebut. Ia tahu bahwa aku buta, oleh karena itu ia menulis surat tersebut dengan huruf  Braille atau huruf dengan titik-titik timbul. Aku mengeja kata demi kata di kertas tersebut.

“Hai Spring.. Apa kabarmu ?” Kalian tahu kenapa dia memanggilku spring ? Dulu, saat pertama kali aku kesini, ada seorang gadis kecil mendatangiku dan menanyakan namaku. Dan semenjak itu, aku menerima surat darinya dan dia memanggilku dengan Spring yang berarti Musim semi, yang juga arti dari namaku. Aku tersenyum mengingat hal tersebut. Aku pun melanjutkan mengeja kata demi kata lagi.

“Jika kau sedang menangis saat ini, aku harap kau segera mengusap air matamu, karena kau tahu ? Aku selalu melihatmu dari jauh, dan aku tidak akan mengirimkan surat lagi, jika aku melihatmu menangis..

Autumn”

Aku pun segera mengusap air mataku.

***

Author POV

Saat ini keadaan sudah membaik, Bom sudah mulai memahami maksud Minzy yang mengajaknya untuk bergabung, namun walau seperti itu Bom tetap menolak untuk bergabung dan memilih untuk memberikan dukungan dari belakang  pada mereka.

“Apa kau yakin eon ? Kami benar-benar ingin kau ikut dalam grup vokal ini..” ucap  CL pada Bom yang sedang asik bercanda-canda dengan Minzy.

“Tentu chagi.. Aku tidak ingin menyusahkan kalian nantinya, lebih baik kalian fokus dengan acara itu, tidak perlu mencemaskanku..” jawab Bom bijak.

“Aku pulang..” terlihat Dara datang dengan seorang namja dengan gaya yang amat nyentrik dan dengan postur tubuh yang tidak begitu tinggi, namun wajahnya sangat menawan.

“Hai semua, kenalin ini temanku namanya G-Dragon..” ucap Dara riang kepada sahabat-sahabatnya.

“Annyeong haseyo.. G-Dragon imnida..” sapanya seraya menebarkan senyum dan segera duduk saat diberikan isyarat oleh Dara.

Minzy terlihat menyernyitkan alis.

“G-dragon ?” gumamnya pelan.

“Yap, nama saya G-Dragon, aslinya sih Kwon Jiyong.. Hehehe..” ucap GD cengengesan.

“Kau..kau.. Huaaaaa.. Kau kan G-Dragon personil Bigbang itu kan ?” Minzy mendadak histeris.

“Ne..”

“Memalukan kau Minzy, jaim sedikit lah..” komentar CL cuek.

“Huh, iri aja kamu..” respon Minzy sedikit kesal.

“Sudah-sudah.. Kalian ini..” lerai Bom.

“Annyeong haseyo.. Bom Noona..” sapa GD kepada Bom.

“Annyeong haseyo.. GD.. Bolehkan aku memanggilmu seperti itu ?”

“Tentu Noona..”

“Annyeong haseyo Minzy-ah, CL-ah..”

“Annyeong haseyo..” ucap Minzy dan CL bersamaan.

Mereka pun saling berbincang-bincang sambil bercanda.

***

            Kini Bom tengah duduk dibangku taman seperti biasa sambil memegang secarik kertas.

“Hmmmm.. Hooowooo… Love forever with you..” Bom segera berhenti bernyanyi saat terdengar krasak krusuk.

“Autumn, kau kah itu ?” Bom segera mengedarkan matanya.

“A a Annyeong~ Mi mianhae telah mengganggu..” ucap seorang laki-laki dengan suara beratnya.

Laki-laki itu sudah menyiapkan ancang-ancang untuk berlari.

“Tunggu, bisakah kau temani aku disini..” ucap Bom terdengar memohon.

“Mianhae, ta tapi aku bukan orang yang kau maksud..” ucap laki-laki itu tergugup.

“Tak apa.. siapa pun kau, aku yakin kau orang yang baik dan bisa menjadi temanku..” ucap Bom seraya tersenyum dengan manisnya.

Seung Hyun POV

Ya Tuhan, dia benar-benar terlihat cantik dengan senyumannya itu. Senyumannya begitu hangat dan menenangkan.

“Ba baiklah..”

Aku benar-benar merasa gugup berada sedekat ini dengan Bom, dia benar-benar terlihat amat cantik dari dekat, wajahnya persis seperti Barbie, rasanya ingin sekali aku mencubit pipinya yang chubby itu. Ah, tidak, tidak boleh, aku ini baru saja mengenalnya –menurutnya, tapi sebenarnya kami sudah lama saling kenal, aku adalah Autumn teman pena mu Bom. Bisakah kau mendengar ku ? Jelas tidak bodoh, kau ini sedang berbicara dalam hati.

“Paboo !” ucapku reflek sambil memukul kepalaku sendiri, Bom yang ada disampingku pun kaget.

“Waeyo ?”

“A aniyo.. Aku hanya merasa sangat bodoh tidak memperkenalkan diri ku kepada orang yang baru ku kenal..” ucap Seung Hyun bohong.

“Annyeong haseyo.. Choi Seung Hyun imnida..”

“Annyeong haseyo.. Park Bom imnida..”

Tentu aku tau namamu Bom, kau pernah mengatakannya pada Nami waktu itu.

Aku segera melirik kertas ditangannya.

“Hmm, apa itu ? Apakah sebuah lirik lagu ?” ya tentu saja, itu adalah lirik lagu yang kuberikan padanya saat ia berulang tahun yang ke-27.

“Ya.. Ini adalah lirik lagu yang diberikan dari teman pena ku saat aku berulang tahun.. Aku sedang bingung dengan nadanya, aku harap tahun ini ia dapat menyanyikannya untukku..” aku senang kau tersenyum Bom, tapi entahlah, apakah aku bisa mengabulkan harapanmu itu. Uhk.. Tiba-tiba dadaku terasa sesak.

“Bom, aku minta maaf. Aku lupa aku sudah ada janji dengan hyung ku. Aku harap lain waktu kita bisa bertemu dan berbincang lagi.”

“Ah, baiklah. Sebenarnya masih banyak yang ingin aku ceritakan, tapi yasudahlah, hati-hati dijalan.”

Aku pun segera pergi menjauh dari Bom.

***

Author POV

Kini Seung Hyun tengah merebahkan tubuhnya sambil mengamati seorang namja yang sedang mondar-mandir didekat ranjangnya.

“Kau benar-benar paboo hyung, kau sedang sakit dan kau nekat menemui Bom Noona, kalau kau kenapa-kenapa kan aku juga yang repot..”

“Sudahlah GD, aku tidak apa-apa.. Dari pada kau membuat ku pusing dengan aksi mondar-mandir mu itu, lebih baik kau tinggalkan aku sendiri..” usir Seung Hyun dengan nada halus.

“Bilang saja kau ingin mengusirku..” GD terlihat cemberut lalu meninggalkan hyungnya sendiri.

“Hey, tunggu..”

“Apa lagi hyung ?”

Seung hyun terlihat membuka laci kecil yang ada didekat ranjangnya.

“Ini lagu baru untuk album kita, tolong pelajari bagian rapp yang sudah kurekam sebelumnya.” Ucap Seung Hyun seraya menyerahkan kertas dan DVD kepada GD.

“Aku mau dibagian yeojanya kau mengajak Bom untuk menyanyikannya nanti saat launching. Dan aku titip ini untuk Bom dan berikan setelah launching selesai..” lanjutnya seraya menyerahkan sebuah kotak hadiah bermotif  jagung kepada GD.

“Imi.. Tapi kenapa kau tidak memberikannya langsung pada Bom Noona ?”

“Aku tidak berani..”

“Hahaha.. Kau cemen hyung..”

“Terserahlah..” Seung hyun pun kembali berbaring dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

***

GD POV

Sepanjang perjalanan aku benar-benar merasa senang, karena sebentar lagi Bom Noona akan bertemu dengan Hyung sebagai Spring dan Autumn. Setelah tadi pagi aku berkunjung kerumah Bom Noona dan menceritakan semuanya tentang siapa sebenarnya Autumn, kini kami sedang menuju Apartement ku dan hyung bersama dengan Bom Noona dan juga Dara.

Sesampainya di apartement..

“Hyung, coba tebak siapa yang datang..” ucapku saat membuka pintu kamar hyung ku.

Hah, ternyata dia masih tidur. Aku pun mendekat berniat membangunkannya.

“Hyung.. Hyung..” aku mengguncang-guncang tubuh hyung.

Aku menghela nafas sejenak, betapa kebonya rapper satu ini. Errrr,. Saat kulihat dengan seksama wajah hyung terlihat pucat. Aku mulai panik dan meraih tangannya yang tertutup selimut dan mengecek nadinya.

“HYUNG ?!” reflek aku berteriak kencang, mata ku terasa panas, hyung kau jangan bercanda, apa kau sedang berpura-pura. Aku kembali mengecek detak  jantungnya dengan menempelkan telinga ku ke dadanya. Tidak terdengar..

“HYUNG BANGUN HYUNG…” aku berteriak lagi dan kali ini aku benar-benar tidak kuat, air mataku menetes begitu saja.

“HYUNG..” aku merosot, aku menjambak rambutku frustasi, apakah separah ini kah penyakit jantung yang diderita hyung ?

“Ada apa saeng ?” Bom dengan wajah panik berjalan mendekatiku dituntun oleh Dara, Dara yang mengerti saat melihat hyung pun menutup mulutnya dan mulai menangis.

“Ada apa saeng ? Tolong katakan..” Bom semakin panik.

“Hyung eonnie.. Hyung..” GD tidak sanggup berkata lagi.

“Ada apa dengan Seung Hyun.. Cepat katakan.. Saeng tolong  jelaskan..” Bom mengguncang-guncang tangan Dara yang sedari tadi tak bergeming sambil terus terisak.

“Seung hyun sudah pergi eon..” jawab Dara sesegukan.

Bom Noona pun mendekati jasad hyung sambil menangis. Bom Noona meraba wajah hyung ku.

“Apakah ini kau Autumn ? Dari bentuk wajahmu sepertinya kau adalah pria yang tampan..” itulah yang kudengar dari bibir Bom Noona sambil terus menitihkan air mata.

“Kenapa kau pergi ? Apa kau tidak mau menyanyikan lagu yang kau ciptakan waktu itu ? Apa kau tidak mau berteman lagi dengan Spring mu ini ? Aku akan turuti semua maumu asalkan kau kembali Hyun..” Bom Noona melanjutkan kata-katanya sambil terisak.

Kenyataan ini benar-benar menyayat hati. Tuhan, kenapa kau ambil hyung ku, kenapa kau ambil Autumn Bom Noona, kenapa Tuhan ?

***

            Author POV

Pemakaman Seung Hyun sudah dua hari berlalu, namun kesedihan masih menyelimuti semua orang yang mengenalnya, terutama Bom yang merasa sangat kehilangan Autumnnya.

“Hay Spring.. Mungkin saat kau baca surat ini aku sudah ada di dalam dirimu.. Oleh karena itu, disini aku akan mengganti ‘kau’ dengan ‘kita’, coba kita ambil cermin yang ada dikotak yang kutitipkan oleh GD untukmu.. (Bom pun mengambil sebuah cermin) Cantik bukan ? Ya, wajahmu benar-benar cantik, namun kau tambah terlihat cantik dengan mata tajamku kan ? Hehehe.. Kau tau mengapa aku menyebut diriku Autumn padamu ? Autumn adalah musim gugur, musim dimana bunga-bunga akan gugur dan ranting-ranting akan terlihat jelas. Dan aku akan berakhir tepat pada awal musim gugur ini..

Aku titip mata tajamku ini ya padamu, kuharap kau tidak sering-sering melirik laki-laki, karena aku akan sangat cemburu diatas sana.. Dan jangan sedih, karena aku akan tetap bersamamu..  Jeongmal saranghaeyo Spring-chagi.. ^_^

Autumn”

“Ya, kau benar Autumn, kau benar-benar pergi saat bunga-bunga mulai berguguran…” ucap Bom seraya menitihkan air mata.

***

            Hari ini adalah launching album GD(TOP) bertajuk ‘Spring Autumn’, walaupun T.O.P sudah tidak ada, launching tetap dilaksanakan sebagai acara perpisahan.

Dan kini GD dan Bom sudah ada diatas panggung untuk menyanyikan lagu “Forever With You” yang seharusnya dinyanyikan bersama Seung Hyun (TOP).

Saat bagian TOP, layar besar dibelakang panggung pun menunjukkan video TOP saat take vocal.

Bom reflek berbalik dan menatap lekat-lekat Autmn nya dan tanpa terasa menitihkan air mata, bukan hanya Bom, GD, serta penonton pun ikut menangis.

Dan setelah lagu usai, bunga sakura bertaburan dari atas, persis seperti awal musim gugur..

 

*The End*

by : @AnisaMegaP

SARAN DAN KRITIK SANGAT BERMANFAAT ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

2NE1

2NE1_Fansclub updates

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

March 2012
M T W T F S S
    Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Categories

%d bloggers like this: