2ne1fansclub

[2NE1_FANSCLUB] SKYDRAGON FANFICTION

Posted on: May 19, 2012

Author : @shaniadewi a.k.a admin ChaeJi Rabbit

Lenght : Oneshoot

Genre FanFiction : friendship , romance

Title : PAKTA PERSAHABATAN

Main Cast :      Lee Chaerin / CL 2NE1 & Kwon Jiyong / GD BigBang (SkyDragon couple)

Other Cast :     YG Family

 

Annyeong readers!! ^^

Aku author baru neh😀 sebenernya udah dr lama bgt suka baca ff, tapi ga berani nulis .__.

Ini ff pertama aku, so tolong saran dan kritiknya yah^^ itu sangat membantu^^

Kenapa cast’a skydargon? Ya karena aku SkyDragon shipper a.k.a Infindo ^^

Req ff? mention @shaniadewi😉

check this out!

 

*Chaerin pov*

 

 

‘‘ Chaerin, ayo bangun! Jiyong ingin bertemu denganmu! Ayo cepat! Dia sudah ada di taman belakang! ’’ teriak eomma membangunkanku dari mimpi indahku.

‘‘ hoam.. iya eomma, iya ! ’’ jawabku malas seraya bangun dari tempat tidur. Kukucek-kucek mataku kesal. Kulirik jam weker di meja belajarku, pukul 06.30 pagi. ‘Aissh, ada apa sih si Jiyong itu! Masih pagi begini sudah ingin bertemu! Ini akhir pekan! Waktunya aku mengistirahatkan mataku yang lelah dari senin sampai sabtu! Aissh,’ gerutuku kesal dalam hati.

Kurapikan tempat tidurku yang agak berantakan , setelah itu aku beranjak menuju kamar mandi. Baru saja mau mengambil handuk, terdengar alunan lagu 1TYM dari handphoneku, tanda ada pesan yang masuk. Kuambil iPhoneku itu yang kuletakkan di bawah bantal, lalu kucek siapa pengirim pesan itu.

 

From : My Jingyo oppa pabo❤

Hey kau Lee Chaerin pabo ! sedang apa kau,hah? Tak taukah kau bahwa aku sudah bosan menunggumu di sini hah?! Dasar lelet! Tak kusangka aku mempunyai sahabat selelet dan semalas kau! jam tujuh seperti ini saja masih di bawah selimut! Ckck! Cepat kau kemari!!

 

Aisshh ! orang ini memang benar-benar ya! Sudah menganggu tidurku, kini ia juga menghinaku! Issh !!

Aku meletakkan handphoneku di kasur dengan kesal. Tak ada niatan untuk membalas pesan dari si pabo itu. Aku pun segera menuju ke kamar mandi.

Baru saja ingin melangkah, alunan lagu 1TYM terdengar kembali, ada pesan yang masuk lagi.

“ aissh jiyong pabo !! jiyong bawel !! ” teriakku tak tahan karena kesal .

 

From : My Jingyo oppa pabo❤

JANGAN LUPA MANDI !! KEKEKEKE :p

 

“ aisshh !! awas kau Jiyong pabo !!! ” teriakku makin kesal.

Kubanting handphoneku ke kasur dan segera beranjak menuju kamar mandi .

 

***

 

Aku sudah sampai di taman belakang. Ya, tempat si pabo itu menungguku. Entah apa yang mau ia bicarakan. Aku menelusuri jalan panjang di dalam taman ini. Begitu banyak peristiwa yang  telah terjadi di taman ini. Taman ini menyimpan banyak kenangan manis antara persahabatanku dengan Jiyong. Taman ini merupakan tempatku dan dia, Kwon Jiyong.

Aku telah sampai di sudut paling dalam taman ini, yakni dimana air mancur dengan kursi-kursi besar mengelilinginya. Taman ini pemberian dari ayah Jiyong untuk dia, dan dijadikan tempat kami berdua bermain dan melalukan hal-hal menyenangkan bersama lainnya.

Dia sedang duduk termenung di salah satu kursi dengan wajah yang sedih.

‘Tumben sekali wajahnya sedih seperti itu, biasanya wajahnya selalu menanmpakkan wajah jail yang menyebalkan itu,’ pikirku.

Aku segera menghampirinya. “ hey!” kataku sambil menepuk pundaknya. Dia menoleh.

“oh hey kau! aissh kau ini mengagetkanku saja! Ayo duduk,” ujarnya sambil mengeser duduknya agar aku bias duduk di sampingya. Aku pun duduk di sampingnya.

“ jadi ada apa pabo?! Kau menganggu tidurku hanya untuk menyuruhku duduk di sampingmu, heh?! Aisshh!! ” gerutuku kesal sambil memukul pelan kepalanya.

“ aish kau ini pabo sekali! Tak mungkin aku menyuruhmu kesini hanya untuk hal yang tidak penting! Issh!,” jawabnya sambil mengusap-usap kepalanya.

“ lalu ada apa kau menyuruhku kemari hah?! ” jawabku kesal.

“ aku ingin membicarakan sesuatu yang penting padamu, Chaerin,” jawabnya dengan wajah serius.

“ apa?!” jawabku masih kesal karena tidurku diganggu.

“ aku akan pindah dari Indonesia,” lirihnya.

Bagaikan bom yang meledak, jantungku tiba-tiba berdegup kencang saat mendengar perkataannya barusan. Mataku langsung melotot , wajahku langsung memerah. Angin pagi berhembus menusuk kulitku yang tiba-tiba mendingin.

“ hey! Kau mau kemana Jiyong? Untuk apa kau pindah segala, hah?! Kenapa ?! ” tanyaku dengan air mata yang mulai menetes.

Jiyong menghela napas. Tangannya meraih pipiku  yang telah basah karena air mata. “ hey.. jangan menangis Chaerin,” katanya seraya menghapus air mataku yang terus mengalir. Aku semakin terisak. “ jawab aku Jiyong! Kenapa kau pindah? Ada apa? Ceritakan padaku? Aku ini apamu ? sahabatmu kan? Ceritakan padaku! Kau ada masalah sampai-sampai harus pindah segala? Kenapa tak pernah kau ceritakan? Aku ini sahabatmu Jiyong! Orang yang menjadi tempat kau menumpahkan segala beban hidupmu! Apa kau tak menganggapku sebagai seorang sahabt, hah?! ” aku semakin menjadi-jadi.

Jiyong tersenyum mendengar perkataanku. “ aissh kau ini. Kau sahabatku, tentu. Kau satu-satunya sahabatku, Chaerin. Sahabat yang paling kucintai sampai kapanpun. Hanya kau seorang,” jawab Jiyong sambil memegang tanganku.  Wajahku langsung memerah tak karuan.

“Aku ingin ke Korea. Aku mau pulang kampung. Hehehe. Kau mau ikut? Korea kan juga kampung halamanmu, Chaerin,” lanjut Jiyong sambil mengacak-acak rambutku.

“ apa?! Kamu mau ke Korea?! Untuk apa?! Pulang kampung?! Aish! Kau berbohong pasti! Pasti ada tujuan lain! Aku tak mau ikut! Tak akan pernah lagi kuinjakkan kakiku di negara itu! Terlalu banyak kenangan pahit disana,” jawabku sambil tersedu-sedu.

Jiyong kembali menghela napas, lelah akan semuanya.

 

*flashback*

 

 

“ Seunghyun oppa? Seungri oppa? Kau?!! siapa wanita itu, oppa?!!!”

“ Chaerin?!! Sedang apa kau disini?!”
“ hah? Apa?! Kau bertanya sedang apa aku disini?!! Gilakah kau?! ini apartemen namja chinguku! Tapi itu dulu. Sekarang, dia telah bersama yeoja lain. Dia berselingkuh. Lucu bukan?! Padahal, besok aku dan dia akan bertunangan! Thanks for everything! Selamat tinggal oppa,”

“ Chae, chaerin! Tunggu sebentar!”

“ I HATE YOU!”

 

*flashback end*

 

 

“ aku ingin mengejar cita-citaku, Chaerin. Aku ingin menggapai impianku. Impianku selama ini,” kata Jiyong dengan mata menerawang ke depan.

“ cita-citamu? Impianmu? Be a singer, right?” tanyaku sambil menatap matanya.

Jiyong balas menatap mataku, “yepp, bingo!” jawabnya sambil mengedipkan sebelah matanya.

Aku mencoba tersenyum tegar.  “ haruskah di Korea? Haruskah disana? Sudahkah kau pikirkan matang-matang? Orangtuamu setuju?” tanyaku cemas.

“ semuanya sudah beres, Chaerin. Tinggal izin darimu, Nona,” jawabnya seraya mencubit pipiku.

“ apakah itu adalah hal yang terbaik untuk hidupmu dan masa depanmu?” tanyaku sambil menatap lekat matanya.

“tentu! Menjadi penyanyi adalah impianku. Menyanyi adalah napasku. Musik adalah hidupku, Chaerin,” jawabnya sambil menatap langit pagi.

“pergilah! Kejar impianmu itu! Doaku menyertai setiap langkahmu, Jiyong,” jawabku dengan senyum mengembang.

Jiyong menoleh kaget mendengar perkataanku. “heh? Kau mengizinkanku pergi ke Korea? Really?” tanyanya tak percaya.

Aku tertawa melihat raut wajahnya. “tentu tentu, Tuan Kwon Jiyong,” jawabku santai.

“walaupun aku disana lama sekali? Hingga 10 tahun misalnya?” tanyanya cepat.

Aku agak sedikit kaget mendengar kata 10 tahun. ‘aih, lama sekali. Bisakah aku menjalani hariku tanpanya selama itu? Aish! Jangan egois Lee Chaerin! Itu semua demi cita-citanya! Demi cita-cita sahabatmu, Kwon Jiyong!’ pikirku.

“hey! Bagaimana? Tak apa jika aku disana hingga 10 tahun, misalnya?” tanyanya sambil menggoyangkan pundakku.

“tak masalah. Menjadi penyanyi yang hebat tentu membutuhkan waktu yang lama,” jawabku santai.

Jiyong tampak kaget mendengar jawabanku, tapi langsung tersenyum lebar.

Dia memelukku erat. Wajahku memerah dibelakang pundaknya. “terimakasih Chaerin! Terimakasih Lee Chaerin, sahabatku! Aku tak akan mengecewakanmu! Tak akan!” katanya bahagia.

Aku tersenyum terharu. “yayaya, tentu tentu. Sudahlah, lepaskan aku,” jawabku dengan nada bicaraku yang cool. Dia pun melepaskan pelukannya.

“kapan kau akan berangkat?” tanyaku. “hari ini, jam 09 pagi,” jawabnya dengan nada bicara yang sangat senang.

Aku melirik jam tangan yang kukenakan di tangan kiriku. “aish! Ini sudah jam 08! Cepat sana pergi ke bandara!” perintahku sambil mendorong tubuhnya pelan.

“hey kau kenapa? Seharusnya kau ingin berlama-lama denganku? Tapi kau malah menyuruhku pergi cepat-cepat? Hey Lee Chaerin, aku akan pergi ke negeri nan jauh di sana! Aku akan meninggalkanmu selama 10 tahun! Tak akankah kau merindukanku? Kau ini kenapa sih? ”

aku tersenyum mendengar perkataannya. Tentu saja aku akan merindukannya. Aku akan sangat sangat dan sangat merindukannya. Tapi, jka dia terus berlama-lama disini akan membuatku semakin merindukannya nanti. Kurasa aku tak perlu manjawab pertanyaannya barusan.

Aku memandang langit pagi hari, berusaha tegar di hadapannya.

“ aish , kau ini benar-benar pabo. Tak usah berpura-pura tegar seperti itulah! Jika kau ingin menangis, menangislah Chaerin. Mungkin memang agaknya kau tak menghendakiku untuk pergi, hmm haruskah ku batalkan..

“ tidak! Aku tak keberatan kau pergi Jiyong!” ku memotong perkataanya. Aku menghela nafas.

“ Aku rela kau pergi demi cita-citamu itu, hanya saja..” kataku terputus, tak dapat melanjutan kata-kataku karena malu mengungkapkannya.

“ hanya apa? Ungkapkan sajalah Chaerin,” katanya lembut.

Aku kembali menghela napas. Haruskah ku ungkapkan semuanya ..

“cepatlah Chaerin! Jangan sampai kau menyesal!” katanya dengan evil facenya .

“hanya saja aku takut kehilanganmu! Aku takut aku tak bias menjalani hari-hariku tanpamu! Aku takut kau melupakanmu! Aku takut kau mempunyai sahabat yang lebih segalanya dari aku, dan kau tak mengenalku lagi! Aku takut kau berubah! Aku takut kau melupakanku! Aku takut, aaaa.” Tangisku menjadi-jadi.

Sedetik kemudian, Jiyong membawaku ke dalam pelukannya.

Sambil mengelus-elus kepalaku, dia berkata, “sudah Chaerin, dengarkan aku. Kau adalah satu-satunya sahabat perempuanku. Satu-satunya sahabat yang kupunya! Jika nanti disana aku akan mempunyai sahabat baru, aku tak akan pernah dan tak akan bisa melupakanmu Chaerin! Aku tak akan pernah tidak mengenalimu! Kau selalu ada di hati dan di otakku! Kau selalu menari-nari di benakku! Aku akan berubah? Tak akan! 1o tahun lagi, kau akan bertemu dengan orang yang sama, orang yang sedang memelukmu, aku akan tetap menjadi Kwon Jiyong! Selamanya!” dia berkata dengan penuh ketulusan.

“benarkah?” tanyaku di dalam pelukannya.

“tentu!” jawabnya mantap.

Di dalam pelukannya aku menangis terharu mendengar perkataannya barusan.

Aku melepas pelukannya, dan kulihat dia menangis! Astaga! Terakhir kali dia menangis saat dia berumur 5 tahun, saat dia membuatku sakit demam karena mengajakku bermain sampai malam.

“hey, Jiyong? Kenapa kini kau yang menangis?” sambil memegang pundaknya.

“aish! Kau ini benar-benar pabo! Untuk apa kau pusing memikirkan aku akan berubah dan melupakanmu! Aku tak akan pernah seperti itu! Akulah yang khawatir padamu, Chaerin! Akulah yang takut kau akan berubah! Akulah yang takut kau akan melupakanku! Aargh!” jawabnya dengan air mata mengalir deras di pipinya.

Aku mengeleng-gelengkan kepala mendengar perkataannya.

“aish, kau ini ada-ada saja. Mustahil aku akan berubah, apalagi melupakanmu. Hal itu tak akan pernah terjadi Jiyong,” kataku seraya menghapus air mata di pipinya.

Dia memegang tanganku yang ada di pipinya, “benarkah?” tanyanya dengan wajah yang mendadak menjadi segar kembali.

Aku mengangguk mantap.

“aissh, terimakasih Lee Chaerinku !! kau yang terbaik !!” katanya sambil mencubit pipiku gemas.

“aihh , sakit pabo !” kataku pura-pura kesal dia mencubit pipiku, padahal aku akan sangat merindukan cubitan itu.

Senyumnya mengembang saat mendengar perkataanku barusan, lalu memandang langit pagi.

Aku pun ikut memandang langit pagi.

Hening sesaat, kemudian ..

“itu pakta persahabatan kita ya?” tanyanya tanpa melepaskan pandangan dari langit.

“eh? Pakta persahabatan? Janji persahabatan maksudmu? Yang mana?” tanyaku bingung.

“yaa, begitu. Yang tadi. Jadi kita berdua saling berjanji untuk tidak berubah dan tidak akan saling melupakan. Kita berdua saling berjanji akan tetap menjadi Jiyong & Chaerin. Kita berdua berjanji untuk saling mengingat. Bagaimana? Kau bersedia untuk memegang dan menepati pakta persahabatan kita?” katanya sambil menyodorkan jari kelingkingnya.

Aku tersenyum melihatnya. “tentu!” jawabku mantap.

“janji?” tanyanya.

“janji!” jawabku seraya melingkarkan jari kelingkingku ke jari kelingkingnya.

Dia tersenyum senang.

“hidup pakta persahabatan Jiyong & Chaerin!” kata kami serentak sambil mengepalkan tangan kanan kami ke atas, lalu tertawa bersama.

“Chaerin, aku sayang padamu,” katanya lembut.

“ aku juga sangat sayang padamu, Kwon Jiyong, sahabatku,” jawabku sambil tersenyum manis kepadanya. Melihat senyum manisku, dia langsung mencubit pipiku gemas.

“ aish, aku akan sangat merindukan senyuman manismu ini,” katanya sambil memandangku.

“haha, aku juga akan sangat merindukan cubitanmu, Jiyong pabo. Hahaha,” jawabku sambil tertawa. Dia hanya tersenyum kecil.

“Chaerin?” panggilnya.

“ya?” jawabku.

“hm, kau masih ingat dengan Lee Seunghyun?” katanya hati-hati.

Jantungku mendadak berdebar kencang saat mendengar nama Lee Seunghyun. Ya, Seungri oppa. Mantan kekasihku. Namja yang sangat kucintai, dulu. Kini, sosok seorang Lee Seunghyun tak pernah ada lagi di hati maupun pikiranku. Sudah banyak air mataku yang keluar hanya untuk dirinya. Namja itu sangat keterlaluan. Teganya dia berselingkuh dengan Sandara eonnie, yang sewaktu itu telah menjadi tunangan Jiyong. Ya, dua orang itu benar-benar keterlaluan. Karena mereka pula, aku memutuskan untuk pindah ke Indonesia, sebuah negara kepulauan dimana ayah dan ibuku menetap. Jiyong juga memutuskan untuk ikut denganku ke Indonesia. Kami berdua harus menenangkan diri. Ya, sampai sekarang.

“Chaerin? Hey, mengapa kau melamun? Maaf tadi aku menanyakan tentang Seunghyun padamu. Mianheyo~,” katanya bersalah.

Aku tertawa kecil mendengarnya.

“aish kau ini. Tak apa. Tentu aku tak melupakan namja itu. Aku masih ingat padanya. Tapi, aku tak lagi mencintainya,” jawabku dengan senyum mengembang di bibir.

“ wah~~ bagus Chaerin. Namja itu memang sangat keterlaluan,” katanya senang.

“Yea, aku tak akan lagi mencintainya. Hatiku telah kuberikan sepenuhnya kepada seseorang,” kataku sambil menyeringai.

“eh? Apa? Kau telah jatuh cinta lagi? Dengan siapa? Hey! Kau tak pernah bercerita denganmu!” jawabnya dengan wajah kaget.
“ aish~ hmm, namja itu sangat tampan, baik, fashionable, lucu, selalu membuatku tertawa, setia, tak pernah meninggalkanku, dan tidak PABO!” kataku dengan penekanan di kata ‘pabo’.

“huh?! Yayayaya~ namja itu agaknya sempurna di matamu. Bersenang-senanglah dengannya selama aku di Korea,” jawabnya cemberut.

“hm? Jealous? Kkk,” kataku tertawa ngakak.

“ tentu! Tentu saja aku cemburu! Ah, bukan! Hm, aku tidak cemburu kok! tidak tidak!” jawabnya dengan wajah memerah.

“aish kau ini pabo sekali hahaha,” kataku menertawakannya.

“Hunchae,” bisiknya tepat di telingaku.

“eh? apa kau bilang?” tanyaku bingung.

“Aku bilang Hunchae,” jawabnya dengan penekanan di kata ‘Hunchae’.

“oh itu. Sudah lama kau tak mengatakan itu. Mengapa?” tanyaku sambil menatapnya.

“ah kau ini. Tentu aku melakukannya. Aku tak mau kau teringat tentang masa lalumu yang begitu menyakitkan. Kaupun demikian kan? Kau juga tak pernah memanggilku dengan sebutan Jingyo oppa lagi. Kau melakukannya karena takut membuatku mengingat masa-masa laluku di Korea kan? Kau memang sangat baik, Chaerin,” jawabnya sambil tersenyum manis.

“yayaya Mr. Kwon. Tapi agaknya tak apa jika kita memanggil satu sama lain seperti dulu. Jujur, panggilan itu sangat manis,” kataku malu-malu.

Dia tersenyum mendengar perkataanku.

“aku setuju denganmu, My Hunchae,” katanya sambil mengedipkan sebelah matanya.

Mendengar kata ‘My Hunchae’ wajahku langsung memerah.

“uuuu! My Hunchae blusing!” katanya saat melihat wajahku sudah memerah seperti kepiting rebus.

Wajahku semakin memerah karenanya. ‘aish, Jiyong pabo! Mengapa aku selalu gampang tersipu di hadapannya? Aish!’umpatku dalam hati.

Aku menundukkan wajahku, berusaha menyembunyikan wajahku.

“hey? My Hunchae, why you hide your face? Your face is really cute and beautiful, My Hunchae,” katanya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku.

‘aish Jingyo oppa pabo! Mengapa sih dia selalu bikin aku ngefly?! Aishh’ gerutuku dalam hati.

“aish! Jingyo oppa! You’re such a flirty boy!” kataku sambil mencubit pelan lengannya.

“hahaha, that’s me,” katanya sambil tertawa.

Kemudian, kami terdiam.

Jiyong meletakkan kepalanya di pundakku. Dia memang sangat suka melakukannya.

“Hunchae,” panggilnya.

“hmm?” jawabku.

“aku akan sangat merindukanmu,” katanya sedih.

“aku juga. Tapi, oppa tak boleh bersedih seperti itu. Ingat, ini semua untuk mimpi oppa! C’mon oppa! Fighting! Don’t be sad! Where my Jingyo oppa,hm?”kataku menyemangatinya, berusaha tegar, walau sebenarnya hatiku sangatlah sedih harus merelakannya pergi.

“ne, kau benar. Aku tak akan membuatmu kecewa!” janjinya.

Aku mengangguk, tersenyum.

“nah, My Hunchae, i’ll be back, i’ll text you every day. I’ll message you every day. I’ll call you every morning. I’ll mention you in twitter every night. I’ll thinking about you every time, My Hunchae! promise!” katanya sambil memegang pipiku dengan kedua tangannya.

Aku tersenyum senang mendengar perkataanya.

“hm, ne Jingyo oppa. But, don’t make promises, you don’t know if you can keep it or not,” kataku mengejeknya. Aku tau betul sifat pria ini, dia suka lupa akan janji-janjinya.

Dia malah tersenyum mendengar perkataanku.

“You should promise me something then,” katanya yang membuatku bingung.

“promise me you’ll stay cute and beautiful, promise me you’ll never leave me for someone else, and promise me you’ll be My Hunchae, until whenever. I know it’s hard for you, but i just want you to know that i love you, more than anything in the entire world,” katanya sambil memegang tangan kananku.

Aku tersenyum mendengar perkataanya.

“I promise,”  kataku berjanji.

“thankyou My Hunchae,”katanya dengan senyum sumringah.

Aku hanya menangguk.

“nah, kini, aku harus pergi. Selamat tinggal, Chaerin. Ingat, aku akan menepati semua janjiku. Dan kau juga harus menepati janjimu. Dan yang terpenting, kita berdua harus menepati pakta persahabatan kita. Oke?” katanya sambil beranjak mengambil kopernya yang ada di belakang kursi.

Aku hanya mengangguk.

“bagus. Nah, aku pergi ya. Aku akan kembali, sepuluh tahun lagi. Good bye,” katanya.

Aku tak menjawab perkataannya. Lidahku terasa kelu. Aku hanya bisa memandang punggungnya yang semakin lama menjadi semakin kecil di mataku. Air mataku sudah berada tepat di pelupuk mata. Tidak, aku tak mau menyesal.

“JINGYO OPPA!!!” teriakku sambil berlari sekencang mungkin ke arahnya, dan segera memeluknya dari belakang.

“Chae, chaerin?”

“aku mencintaimu oppa! Aku menyayangimu! I love you, more than anything in the entire world! Saranghae oppa,” kataku, menumpahkan seluruh isi hatiku.

“nado saranghae Chaerin. Nado saranghae Lee Chaerin. Nado saranghae My Hunchae,” jawabnya.

Aku melepaskan pelukanku. Dia berbalik ke arahku, dan menatapku.

“don’t cry baby,” katanya sambil menghapus air mataku.

Aku mengangguk pelan.

“nah, Mrs. Kwon Chaerin, aku pergi dulu. ingat, aku akan kembali padamu,” katanya sambil mencium pipiku.

Tak dapat kukatakan lagi bagaimana wajahku sekarang, memerah tak karuan.

“ne oppa, hwaiting!” kataku sambil tersenyum manis padanya.

“ne~! Jangan lupa tepati pakta persahabatan kita ya,”

“ne oppa! Oppa juga ya!”

Dia mengangguk.

“oke Hunchae, oppa pergi ya. Bye,” katanya.

“bye oppa,”

Dia pun pergi. Aku terus memandangi punggungnya sampai luput dari pandanganku. Tapi, dia tak akan pernah luput dari hati maupun pikiranku. Yea, aku mencintainya. Aku mencintainya lebih dari apapun, dan sampai kapanpun. Kwon Jiyong, aku mencintaimu!

 

***

 

10 years later ..

 

 

*Chaerin pov*

 

Aku sedang duduk termenung. Memandangi taman ini. 10 tahun berlalu sudah. Taman ini tak berubah. Tetap indah dan menawan. Begitu juga denganku. Aku tetap menjadi seorang Lee Chaerin. Hatikupun demikian. Aku terus menyimpan hatiku untuk dia seorang. Ya, hatiku hanya untuk dia. Aku masih mengingat jelas akan semua yang dia katakan. Yea, apa yang semua Kwon Jiyong telah katakan. Aku terus mengingatnya. Dia memang bukan seorang pendusta. Dia menepati janjinya untuk mengirim pesan padaku setiap hari. Dia menepati janjinya untuk menelponku setiap pagi. Dia menepati janjinya untuk mention ke aku di twitter setiap malam. Dia menepati janjinya untuk terus memikirkanku setiap waktu. Dia melakukan semuanya, semuanya. Dia melakukan semuanya selama 10 tahun. Aku juga menepati janjiku. Aku menepati janjiku untuk tetap cute dan cantik, aku menepati janjiku untuk tidak pernah meninggalkannya demi orang lain, dan yea, aku menepati janjiku untuk tetap menjadi seorang Lee Chaerin.

Kami berdua telah menepati janji masing-masing, dan pakta persahabatan kami terus kami pegang, sampai saat ini.

Aku begitu bahagia melihatnya kini. Dia telah menjadi seorang penyanyi yang sangat hebat. Dia telah mendunia. Siapa yang tak mengenal Kwon Jiyong? Siapa yang tak mengenal G-Dragon?

Tak sia-sia aku melepasnya, merelakannya. Membiarkan diriku menderita karena jauh dari dirinya. Dia tak mengecewakanku. Terimakasih Kwon Jiyong..

Angin pagi kembali berhembus pelan. Sedang apakah dia? Bersama siapa? Aku begitu merindukannya! Ini sudah hampir 10 tahun, mengapa dia belum juga kembali? Aku telah berumur 27 tahun, dan dia tentu sudah berumur 29 tahun. Kwon Jiyong, kau belum menepati janjimu yang terakhir. Janji yang paling penting, janji kau akan kembali ke sisiku.

Jingyo oppa, aku menunggumu..

 

*Chaerion pov end*

 

 

*Jiyong pov*

 

“Kwon Jiyong-ssi , siapa wanita yang kau sukai?”

“GD-ssi , apa hubunganmu dengan Sandara Park?”

“Kwon Jiyong, apa tanggapanmu dengan DaraGon couple?”

“Kwon Jiyong, siapa wanita bernama Lee Chaerin yang sering kau sebut? Dia yeoja chingumu?”

“GD-ssi, kapan kau akan pulang ke Indonesia?”

“GD-ssi, bagaimana tanggapanmu dengan Dragons yang semakin banyak?”

“Kwon Jiyong, apakah benar kau akan vakum setelah 10 tahun terus aktif bernyanyi dan menciptakan lagu?”

 

Cahaya blitz kembali menerpa wajahku. Pertanyaan dari puluhan paparazzi terus saja mengalir untukku. Yea, aku, Kwon Jiyong, telah meraih impianku selama ini. Yep! Menjadi seorang penyanyi! Aku telah merasakan manisnya kepopuleran, serta kebahagiaan memiliki banyak fans dimana-mana. Namun, aku juga telah merasakan penderitaan yang amat menyakitkan karena harus jauh dari seorang yeoja yang amat kucintai, Lee Chaerin. Aku telah meninggalkannya demi mimpiku selama 10 tahun. 10 tahun aku telah merasakan perasaan rindu yang amat sangat padanya. aku merindukan rambutnya, aku rindu pada matanya, hidungnya, bibirnya, omongannya, kepolosonnya, ah! Aku merindukan semua yang ada pada dirinya. 10 tahun pula aku merasa khawatir akan dirinya, aku khawatir dia akan mencintai orang lain, namja lain maksudku. Ah, tak sabar ingin pulang!

 

Dan, kini, aku sedang melakukan konferensi pers. Yea, aku akan vakum selama satu tahun. Aku akan pulang ke Indonesia, dan melamar Chaerin. Can’t wait!

 

“baik, saya akan menjawab semua pertanyaan kalian. Aku menyukai banyak wanita. Aku menyukai Park Bom, noonaku yang banyak mengajarkanku teknik bernyanyi. Aku menyukai Gong Minji, my beloved saeng yang banyak mengajarkanku teknik menari. Aku juga menyukai Gummy, noona yang selalu memerhatikanku. Mereka semua sangat membantuku meraih impianku. Aku sangat berterimakasih pada mereka. Aku tak memiliki hubungan special dengan Sandara Park. Dia dan aku hanya teman biasa. Dia adalah yeoja yang baik. DaraGon couple? Ah, aku sangat tersanjung dapat dipasangkan dengan seorang Sandara Park, yang merupakan solo singer terkenal di Korea. Namun, aku tak memiliki hubungan special dengan dirinya. Lee Chaerin? Ah dia. Dia bukan yeoja chinguku. Tapi, dia calon istriku. Aku akan pulang ke Indonesia beberapa hari lagi. Aku sangat merindukan negara itu. Aku merindukan keluargaku, dan aku juga merindukan Lee Chaerin, calon istriku. Aku sangat berterimakasih pada semua fansku, Dragons adalah keluargaku. Aku mencintai mereka semua. Mereka adalah salahs atu motivasiku untuk terus bernyanyi. Nah, yang terakhir, aku akan vakum selama satu tahun. Setelah itu, aku akan kembali dengan status berbeda. Gamsahamida,” kataku sambil tersenyum, lalu berjalan menuju arah mobil lamborghiniku diserta pengawalan ketat. Paparazi terus saja memburuku. Aku semakin cepat melangkah, dan masuk ke mobilku, yang membawaku ke kantor YG Entertainment, agensi dimana aku bernaung selama 10 tahun belakangan ini.

 

Selama perjalanan, aku terus saja memikirkan Chaerin. Aku membayangkan wajahnya. Sedang apa ya dia? Bersama siapa? Apakah dia juga sedang memikirkanku? Tak tahan, aku memilih untuk mengirimkan pesan singkat untuknya.

 

To : Mrs. Kwon Chaerin❤

 

Hallo My Hunchae❤❤

Sedang apa kau, my wife? Aku sangat merindukanmu.:*

Ini sudah hampir 10 tahun yea? :p

I’ll back, beauty😉 wait me k?

I LOVE YOU !❤

 

-Jingyo, your flirty boy-

 

Sending.. done.

 

Aku tersenyum membaca pesan yang telah kukirim. Sambil menunggu balasan darinya, aku iseng-iseng membuka account twitterku, dan menulis beberapa tweet.

 

@GDragon_Kwon : kyaa ~!! I miss her so much !!❤

@GDragon_Kwon : sky sky sky sky❤❤ dragon dragon dragon dragon❤❤ who is? Kkk

@GDragon_Kwon : hm, hi @Sky_Lee😉 i’ll back, wait me my hunchae❤

 

*Jiyong pov end*

 

*Chaerin pov*

 

Aku masih saja termenung. Memikirkannya. Yea, memikirkan Kwon Jiyong. Apakah dia juga memikirkanku? Hm..

 

Drtt.. drtt.. Iphoneku bergetar, tanda apa pesan masuk.

 

New message. Open.

 

From : My Jingyo oppa❤

 

Hallo My Hunchae❤❤

Sedang apa kau, my wife? Aku sangat merindukanmu.:*

Ini sudah hampir 10 tahun yea? :p

I’ll back, beauty😉 wait me k?

I LOVE YOU !❤

 

-Jingyo, your flirty boy-

 

Aku tersipu membaca pesan darinya. Aish, dia memang tak berubah. Dia tetap menjadi flirty boyku. Aku segera membalas pesan manisnya itu.

 

To : My Jingyo oppa❤

 

Hallo oppa ^___^

Aku sedang duduk di taman kita oppa, memikirkanmu hihi ^^

Heh? My wife? Aku? Istrimu? Aish oppa, kau ini selalu saja membuat wajahk memerah tak karuan!

Yep! Ini sudah hampir 10 tahun😦 aku sangat merindukanmu oppa~! :*

Ofc, I always wait you oppa😉

I LOVE YOU TOO !❤

 

-Sweet Hunchae-

 

 

Sending.. done.

 

Aku tersenyum sendiri membaca pesan yang kukirim padanya.

 

Drrtt.. drtt… IPhoneku kembali bergetar, ada mention yang masuk di account twitterku.

Aku melihatnya. Omo! Dari YG Family!

 

@Realtaeyang : hey @Sky_Lee ! Sudah menjadi dokter yea? Congrats😉

@haroobomkum : merindukannya yeah? :p @Sky_Lee

@mingkki21 : eonnie ^^ kau merindukannya kan? Hihi🙂 @Sky_Lee

@officialse7en : uuuu Dr. Lee :pp @Sky_Lee

@blobylo : kyaaa , Dr. Lee !!😀 @Sky_Lee

 

Aku tersenyum membaca mention dari mereka. Mereka memang teman lamaku sekaligus rekan kerja Jiyong oppa. Hm, yea memang benar. Aku telah menjadi seorang dokter kini. Dr. Lee.. terdengar keren yea? Hihi.

 

Aku langsung membalas mention dari mereka.

 

@Sky_Lee : yea oppa ? whats up? Dr. Lee here kkk @blobylo

@Sky_Lee : hm yayaya B-) kkkk~ @officialse7en

@Sky_Lee : Mingkki! ^^ hehe😀 tentu aku merindukannya🙂 he’s my prince.. @mingkki21

@Sky_Lee : aish eonnie. Tentu aku merindukannya. Hm, k~ aku sangat merindukannya!🙂

@Sky_Lee : yea oppa. Err, thankyou so much tae oppa!🙂

 

Setelah membalas mention dari mereka, aku pun menulis satu tweet.

 

@Sky_Lee : I’m waiting for my prince. He’s my inspirit. He’s everything. xx

 

Baru saja aku mau sign out, ada mention yang masuk lagi.

 

 

@GDragon_Kwon : hm, hi @Sky_Lee😉 i’ll back, wait me my hunchae❤

 

Aku tersenyum membacanya. Dia memang flirty boy. Aku juga flirty girl. Apa ya balasan mention yang tepak untuknya?

 

*Chaerin pov end*

 

*Jiyong pov*

 

Aku sedang memandangi foto Chaerin yang sedang memakai hanbeok. Cantik sekali wanitaku ini. Aku sangat beruntung memilikinya.

 

 

 

Aku melihat-lihat foto Chaerin yang lain. Yea, aku memang memiliki ribuan fotonya. Jika dia seorang artis, maka aku bisa dibilang fanboynya. Aku selalu melakukan hal ini jika kerinduanku padanya terus saja membara. Hampir setiap malam aku melihat semua fotonya, agar dapat bermimipi indah dan bertemu dengannya. Hampir setiap pagi aku melihat semua fotonya agar dapat semangat menjalani hariku yang melelahkan. Ah tidak! Bukan hampir, tapi selalu setiap hari. Aku selalu melakukannya, selama 11 tahun belakangan. Sesungguhnya, aku sudah menyukainya sejak 11 tahun yang lalu, sejak dia putus dengan Seungri dan aku putus dengan Dara.

 

Wah cantiknya My Hunchae! Aku berdecak kagum melihat foto Chaerin yang satu ini.

 

 

 

Aku tertawa melihat foto Chaerin yang ini. Yea, she’s my crazy girl.

 

 

 

 

Unyunyaa My Chaerin! Aku mengakui bahwa dia memang yeoja yang unyu.

 

 

 

 

Ini juga unyu! Kataku dalam hati.

 

 

 

Uuu keren! Mengapa wanita ini sempurna?

 

 

 

Dr. Lee! Mengapa kau begitu keren? Kataku dalam hati.

 

 

 

 

Omoo! So sexy! Kataku dalam hati saat melihat foto Chaerin yang ini.

 

 

 

Hey , ini gambar yang bagus dan hm, yea, manis. Aku memang suka meletakkan kepalaku di pundaknya. Yea, my Chaerin memang pintar menggambar.

 

 

 

Dan, ini ! aaaa aku merindukan moment ini! Aku merindukannya moment bersamanya!

 

 

 

Drtt.. drtt..  IPhoneku bergetar, tanda ada pesan masuk. Aku terpaksa menghentikan kegiatan rutinku.

 

New message. Open.

 

From : YG hyung

 

Jiyong, kau boleh langsung pulang ke Indonesia.

Langsunglah pergi ke bandara. Jangan lupa undang kami semua saat pernikahanmu!

 

OMO!! Aku sudah diperbolehkan pulang hari ini juga! Yeah! Indonesia, i’m coming!

 

Aku membalas pesan dari YG hyung.

 

To : YG Hyung

 

Omo! Gomawo hyung! Kau baik sekali! Aku mencintaimu hyung! Kkk

Pasti !😀

 

Sending.. done.

 

New message. Open.

 

From : Mrs. Kwon Chaerin

 

 

Hallo oppa ^___^

Aku sedang duduk di taman kita oppa, memikirkanmu hihi ^^

Heh? My wife? Aku? Istrimu? Aish oppa, kau ini selalu saja membuat wajahk memerah tak karuan!

Yep! Ini sudah hampir 10 tahun😦 aku sangat merindukanmu oppa~! :*

Ofc, I always wait you oppa😉

I LOVE YOU TOO !❤

 

-Sweet Hunchae-

 

Aku tersenyum membaca pesannya. Hm, aku harus mempersiapkan kejutan untuknya.

* GD pov end*

***

*Chaerin pov*

 

Aku masih saja duduk termenung di sini. Yea, di taman aku dan Jiyong oppa. Sedari pagi aku duduk disini. Dan kini, sudah pukul 7 malam. Jiyong oppa menghilang. Dia tak membalas pesanku dan mentionku. Dia tak mengangkat telponku. YG Family pun tak ada satupun yang mengangkat telponku. Aku sedikit khawatir. Ah bukan, aku sangat khawatir!

 

Drtt.. drtt..  Iphoneku bergetar! Aku harap itu pesan dari Jingyo oppa!

 

New message. Open.

 

From : My Jingyo oppa❤

 

Hey, my Hunchae😉 look at the sky😉 xoxo❤

 

-your sweet husband-

 

Aku langsung berdiri dari duduk, lalu melihat ke atas, ke langit. And, suprise!

Ada banyak bintang indah nan cerah bertaburan di sana. Hm, tunggu!

Itu bukan bintang! Benda kelap-kelip yang membentuk tulisan,

 

LOVE YOU, MY HUNCHAE❤

 

Aku langsung tersipu membaca tulisan itu. Ah, Jingyo oppa! Mengapa kau begitu manis?

Tiba-tiba,

 

Drttt drtt..

 

New message. Open.

 

From : My Jingyo oppa❤

 

You are the one and only person that can make my heart beat faster and slower at the same time.

Hunchae, i love you.

 

Xoxo, your husband.

 

Aku kembal tersipu malu membaca pesan itu. Argh! Jingyo oppa!

 

Drtt.. drtt..

 

New message. Open.

 

From : My Jingyo oppa❤

 

I’ve loved you as a man loves a woman. As Romeo loves Juliet.

Yea, I love you. I love you. I love you, my Hunchae.

I love you, LEE CHAERIN❤

KWON JIYONG LOVE LEE CHAERIN❤

 

_sweet jingyo_

 

 

Mengapa pria ini begitu manis?  Wajahku memerah tak karuan sekarang!

 

 

Drtt.. drtt..

 

New message. Open.

 

From : My Jingyo oppa❤

 

Lee Chaerin, remember! I love you, more than anything in the entire world! xoxo

Yea, wajahku tambah memerah kini. Argh!

 

 

Drtt.. drtt..

 

New message. Open.

 

Wow, you blushing Chaerin! Kkk~

But, no problem darling😉 I really love the way you blush. Xoxo

 

_your future husband, Kwon Jiyong_

 

“oppa! Hentikan! Kau sudah membuatku terbang tau!” teriakku.

 

“hentikan? Tapi kau menyukainya kan? Hm?” terdengar suara dari arah belakang. Suara?!!

 

“Jiyong oppa?!! Oppa?!!” kataku terbata-bata, tak percaya apa yang sudah kudengar.

 

“hey, My Hunchae,”

 

Tiba-tiba, ada tangan yang melingkar di pinggangku, mendekapku, dalam kehangatan.

 

“Jingyo oppa?!!” kataku tak percaya.

 

“hmmm,”

 

Leherku terasa tergelitik oleh kepala Jingyo oppa yang menciumi leherku.

 

“oppa? Kau?” tanyaku, bahagia.

 

“yea Chaerin. That’s me! Kwon Jiyong!”

 

“oppa~~ I miss you so much!” kataku manja.

 

“yeah, I know. I miss you too. I miss you so badly, my wife,” katanya sambil terus mendekapku dalam kehangatan.

 

“aish oppa! Stop teasing me! You don’t change yeah. You still be my flirty boy,” kataku sambil memegang tangannya yang terus melingkar di pinggangku.

 

“yea, that’s me! Cause, I was born to tell you I love you and to make you mine and stay with me forever!”

 

Err! Aku merasa kakiku sudah tak ada di tanah lagi. Aku sudah melayang di langit! Aa, ngefly!!

 

“oppa, you’re so sweet. You always make me blush,” kataku dengan wajah memerah tak karuan.

“yea, but, I love the way you blush, Chaerin. Your face really cute,”

 

“err! Stop oppa!”

 

“ne. hm, jadi kau menepati janjimu?” tanyanya, masih terus memelukku.

 

“tentu oppa! I stay cute and beautiful, I never leave you for someone else, and I always be My Hunchae, until whenever!” jawabku dengan bangga.

 

“uuu my wife! Thanks darling!” godanya.

 

“aish oppa! Dan oppa menepati janji oppa?” tanyaku.

 

“of course! i text you every day. I message you every day. I call you every morning. I mention you in twitter every night. I thinking about you every time, My Hunchae! And, I back,” jawabnya diiringi ciuman di pipi kananku.

 

“thanks oppa. Hm, dan kita juga menepati pakta persahabatan kita kan?” tanyaku.

 

“tentu saja! Kita tidak berubah dan tidak akan saling melupakan. Kita berdua tetap menjadi Jiyong & Chaerin. Kita berdua terus saling mengingat!” jawabnya.

 

“hm, ne! terimakasih oppa, untuk segalanya,” kataku, bahagia. Hm, sangat bahagia.

 

“yea, terimakasih juga Hunchae. Untuk segalanya,” katanya.

 

“HIDUP PAKTA PERSAHABATAN JIYONG DAN CHAERIN!” teriak kami bersamaan, lalu tertawa bersama.

 

“hm Hunchae?”

 

“ne oppa?”

 

“saranghae,”

 

“nado saranghae oppa,”

 

“I love you,”

 

“I love you too, oppa,”

 

“aku mencintaimu,”

 

“aku juga mencintaimu, oppa,”

 

“my wife,”

 

“my husband,”

 

“Dr. Lee,”

 

“G-Dragon,”

 

“Hunchae,”

 

“Jingyo oppa,”

“Hunchae, besok kita pergi ke pulau Bali ya,”

 

“eh? untuk?”

 

“ya untuk menikah. menikah denganku tentunya,” katanya, sambil mengecup bibirku, lalu berlari ke arah rumahnya.

 

“apa?!!”

 

 

-THE END-

 

 

 

Mian, pasti banyak banget typo deh hehe. Tolong dimaklumi ya , penulis amatiran soalnya hehe. Smg semua infindo ( skydragon fans ) suka ya sama ff ini eheeh o:) ^^ saran dan kritik sangat membantu :’) coment please o:) gamsa ^^~~~

4 Responses to "[2NE1_FANSCLUB] SKYDRAGON FANFICTION"

Aaaaaaaaaaa so sweeet ^^
I love *skydragon*
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa romantis

eciee ciee ciee Ji cinta banget sama Chae
xD
ayo kawin kawin kawin
xD
thor, minta squel~
*nadahin tangan
married life mereka sama mereka yang udah punya anak
xD

Romantis sihh .. tpi bahasa nya bnyk yg diulang, dn terlalu bnyak kata”, jadi agak males bacanya … mungkin lebih baik klo di buat Twoshoot .. xP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

2NE1

2NE1_Fansclub updates

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

May 2012
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Categories

%d bloggers like this: