2ne1fansclub

[MINZY FANFICTION] I CAN’T LIVE WITHOUT YOU

Posted on: July 11, 2012

I CAN’T LIVE WITHOUT YOU

Title : I Can’t Live Without You

Author : @shaniadewi & @veca_723

Length : oneshoot

Genre : romance, friendship

Main Cast :

–       Minzy 2NE1 aka Gong Minji

–       Kyuhyun SJ aka Cho Kyuhyun

Support Cast :

–       Bom 2NE1 aka Park Bom

–       TOP BigBang aka Choi Seunghyun

–       CL 2NE1 aka Lee Chaerin

–       Eunhyuk SJ aka Lee Hyukjae

–       Daesung Bigbang aka Kang Daesung

–       Taeyang Bigbang aka Dong Yongbae

Holaa holaaa xD

@shaniadewi balik lagi dengan ff terbaru, setelah ff skydragon yang itu loh hehe ^^

ff ini buatan admin bareng tmn admin, @veca_723 ^^

mm, ff ini terlahir dari imajinasi seorang VIPBJ & ELFBJ ._. jadi beginilah cast yang ada kkk~~

yaudah deeh, happy reading and imagining ^^

Aku ingin terus bersamamu.

Bernapas bersamamu.

Berjalan bersamamu.

Tersenyum bersamamu.

Tertawa bersamamu.

Menikmati indahnya dunia ini bersamamu

Aku ingin terus mengenggam tanganmu.

Hanya bersamamu…

Yaa, hanya denganmu!

 

 

Minzy POV

 

Sore yang cerah. Angin sore berhembus pelan. Dengan langkah pasti, aku melangkah ke taman, tempatku melakukan berbagai kegiatan kesukaanku. Berbekalkan kamera kesayanganku aku akan mengabadikan setiap keindahan bumi ini. Ya! Aku memang sangat menyukai fotografi. Agaknya, bakat appa mengalir di dalam darahku. Walaupun appa sudah tenang di surga, aku yakin dia akan tersenyum bahagia saat dia melihat aku tetap menjaga kamera pemberiannya dan menggunakannya dengan penuh ketulusan.

Appaku telah meninggal. Eommaku menetap di Prancis, kampung halaman keluargaku. Sedangkan aku? Aku tinggal di Korea, bersama kedua eonnieku, Bom eonnie dan Chaerin eonnie. Walau begitu, hari-hariku tak pernah sepi. Kenapa? Karena hari-hariku selalu dihiasi oleh seorang namja, Cho Kyuhyun. Dia adalah anak dari sahabat appa. Namja itu adalah namja yang pabo dan evil. Namja itu juga sangat cerewet. Dia selalu memaksaku untuk memanggilnya dengan sebutan ‘oppa’. Bayangkan! Usiaku dengan usianya hanya berbeda 3 tahun! Aku lebih sudi memanggilnya dengan sebutan ‘ahjussi’! Wae? Karena namja itu tak pernah tersenyum! Namja itu sangat dingin! Kyuhyun ahjussi! Cocok sekali bukan? Hahahaha.

Tapi harus kuakui, dia adalah namja yang sangat tampan. Ketampanannya juga disertai otak yang cerdas. Dia juga berasal dari keluarga kaya.

Yayaya, tapi tetap saja dia adalah namja yang sangat menyebalkan!! Yak! Cho Kyuhyun ahjussi menyebalkan!!

Namun, aku sangat menyayanginya. Sangat dan sangat. Dialah orang yang selalu menjaga dan melindungi sejak appa meninggal. Dia juga yang selalu menghiburku ketika nilai raportku jelek. Dia juga yang selalu menyelamatkanku jika Bom eonnie memarahiku akibat aku ceroboh. Dialah orang yang selalu menyertaiku, kemanapun aku melangkah. Aku tak pernah memintanya untuk melakukannya, namun dia selalu di sampingku, apapun yang terjadi. Apapun terjadi? Apakah mungkin ya?

Seorang Cho Kyuhyun begitu dipuja bak pangeran di luar sana. YAK! Begitu banyak yeoja di kampus tempat ia berkuliah yang menyukai seorang Cho Kyuhyun. Bahkan, para sunbae di SMAku pun sangat memujanya. Mereka semua sangat cantik dan dewasa. Tentu seorang Cho Kyuhyun akan sangat pantas berpacaran dari salah seorang mereka. Tapi apa yang dilakukan ahjussi pabo itu? YA! Dia malah memilih untuk terus berada disampingku. Dia memilih untuk dekat denganku, dekat dengan seorang yeoja biasa sepertiku. Gong Minji~~ adakah yang menarik dari diriku ini? Aish..

Aku hanya yeoja biasa yang sangat menyukai fotografi dan sangat berbakat dalam menari. Aku tidak cantik apalagi dewasa. Lagipula, aku baru kelas 2 SMA! Ckck…

Cho Kyuhyun memang aneh…

Atau….

Atau apakah aku spesial dimatanya? Mungkinkah?

“Yak kau yeoja siput!! Bisakah kau lebih cepat berjalannya, heh?! Lelet sekali kau ini, Gong Minji!!” teriak ahjussi jelek itu dengan wajah kusut menyebalkannya itu.

‘aish, tak taukah dia aku sedang mengabadikan pemandangan indah yang ada di jalan ini?!!! Dasar ahjussi jelek!!’ rutukku kesal dalam hati.

“Ya kau ahjussi tua!! Tak dapatkah kau sabar sedikit, hah?!! Kau tak melihat aku sedang apa?! Aku harus menyelesaikan tugas fotografiku dari Daesung sosaengnim!” teriakku tak kalah kencang dari ahjussi jelek itu.

Mendengar kata-kataku barusan, dia langsung menghela napas.

“Baiklah, Minji. Kau lakukan kegiatanmu itu, dan aku menunggu di bangku sambil membaca buku Ekonomi. Besok aku ada test! Jadi, cepatlah, mengerti?” katanya, lalu duduk di bangku taman dan mulai membaca buku yang tebalnya lebih dari kamus lengkap bahasa inggris itu.

Aku tersenyum melihatnya.

“Okee, Cho Kyuhyun!” jawabku senang, lalu  aku pun langsung larut dalam duniaku.

Minzy POV end

 

Kyuhyun POV

“Okee, Cho Kyuhyun!” teriak yeoja cerewet itu.

YAK! Yeoja cerewet yang juga sangat lelet itu. Dia juga sangat pabo. Sangat dan sangat pabo! Dia memang sangat menyebalkan!! Bocah umur 17 tahun yang sangat tak sopan kepadaku, kepada namja sempurna sepertiku. Aneh bukan? Aku adalah Cho Kyuhyun, namja paling tampan yang ada di muka bumi ini. Begitu banyak yeoja di luar sana yang begitu memujaku dan sangat ingin berada di posisi Gong Minji. Mereka semua sangat ingin dapat dekat denganku, seperti Minji yang selalu begitu dekat denganku.

Bukankah seharusnya Minji merasa beruntung dan senang dapat dekat dengan seorang Cho Kyuhyun, namja tertampan di dunia? Tapi apa yang ia lakukan?YAK! Dia sama sekali tak menghormatiku dan selalu saja memarahiku! Memangnya ia siapa, hah?! Umurku telah menginjak angka 20, sedangkan dia? Dia baru saja berumur 17 tahun pada Januari yang lalu! Bocah ingusan seperti dia berani tak sopan pada mahasiswa tampan sepertiku! Bukan hanya itu! Dia juga tak mau memanggilku dengan sebutan ‘oppa’! Benar-benar tak sopan kan anak itu?! Beda usiaku dengan usianya adalah 3 tahun! Sudah sepantasnya dan memang HARUS  bukan dia memanggilku ‘Kyuhyun oppa’ ?!! Tapi yang dilakukan yeoja siput itu adalah memanggilku ‘Kyuhyun ahjussi’!! Bayangkan saja~! Namja tampan yang berumur 20 tahun yang menjadi pujaan setiap yeoja dipanggil oleh bocah SMA dengan sebutan ‘ahjussi’! Apa sih yang ada di pikiran anak itu?!!

Akan tetapi, aku sangat menyayanginya. Betul-betul menyayanginya. Dia adalah anak dari sahabat appaku yang telah meninggal. Appaku berpesan kepadaku untuk menyayanginya seperti adikku sendiri karena ayahnya telah tiada dan tentu dia membutuhkan kasih sayang dari orang lain. Awalnya aku malas mengenal dia. Sebelum bertemu dengannya, aku yakin dia sama saja seperti yeoja-yeoja lain yang selalu melihat sesuatu yang bisa disentuh oleh tangan, tapi tak tersentuh oleh hati. Tapi saat aku bertemu dengannya, untuk yang pertama kali, aku menyadari bahwa ia berbeda. Ia yeoja yang berbeda.  Dibalik rambut pendek dan wajah polosnya itu, pancaran diri serta perilakunya menunjukkan bahwa hati bisa menyentuh sesuatu yang tak tersentuh oleh tangan.

Yeah, dia adalah yeoja yang sangat unik.

Selain itu, dia juga sangat berbakat. Dia sangat menyukai fotografi dan berbakat dalam hal itu. Dia juga sangat pandai menari. Aku sangat mengagumi gerakan tubuhnya yang begitu indah setiap irama musik mengalun.

Dia juga pintar memasak. Dia selalu memasakan makanan untuk makan siangku. Masakannya sangat enak!

Sungguh, aku mengaguminya,  jauh dari lubuk hatiku terdalam.

Yayaya, aku juga sangat menyayanginya. Aku ingin selalu bersamanya, berada di dekatnya, dan melindunginya. Aku merasa telah menjadi dari bagian dirinya dan takut kehilangannya. Aku tak ingin dia pergi dariku. Aku ingin selalu mendengar suaranya, mendengar rengekannya, mendengar keluh kesahnya, memandang wajah cantiknya diam-diam, melihat wajah lucunya setiap ia kesal dan marah, melihat senyum manisnya, menghapus air matanya dari wajah cantik itu setiap ia menangis, mengenggam tangannya setiap kami berjalan bersama, semuanya!  Aku tak mau ia pergi dariku!

Ah, tapi suatu saat nanti pasti dia akan pergi dariku bukan? Memangnya aku siapanya sih? Kelak pasti dia akan menjadi penari terhebat dan menikah.

Ah! Kira-kira siapa ya namja yang akan menjadi suaminya nanti? Namja itu sangat beruntung mempunyai istri seperti Gong Minji.

Andai saja aku yang menjadi namja beruntung itu..

Nyonya Cho Minji… Terdengar manis ya? Hihi…

Nyonya Cho Minji… Cho Minji…

Cho Minji… Mrs. Cho Minji…

Aku tersenyum membayangkannya.

KLIK!

Cahaya blitz baru saja menerpa wajahku, membangunku dari lamunan indah tadi.

Eh, berarti ada yang memotoku?!!

“Yaaa kau Gong Minji!!! Apa yang kau lakukan, hah?!!!” teriakku marah pada yeoja di hadapanku ini.

“Hmm, apa yang kulakukan? Memang apa yang kulakukan? Aku tak melakukan apa-apa,” jawabnya, pura-pura tak mengerti apa yang kukatakan.

Ah, anak ini mau mencari perkara dengan namja evil sepertiku ini yaa…

“Aish! Jangan pasang wajah pura-pura polos seperti itu! Cepat hapus fotoku! Aku tak pernah mengizinkanmu memotoku! Cepat hapus!” perintahku dengan wajah kesal.

“Tak bisa seperti itu. Ini kameraku. Kau tak bisa memaksaku untuk menghapus foto yang ada di kameraku. Lagipula kejadian tadi sangat langka. Takkan pernah kuhapus fotomu itu! Hahahaha,” jawabnya sambil tertawa.

Argh.. Awas kau, Minji!

“Kejadian apa, hah?!” tanyaku, bertambah kesal.

“Kejadian dimana kau tersenyum tulus dan bahagia seperti tadi. Aku belum pernah melihat kau tersenyum seperti itu. Aneh bukan? Sudah enam tahun aku mengenalmu, tapi baru tadi aku melihatmu tersenyum sangat tulus,” jawabnya sambil memandangku lekat.

Ah, Minji! Jangan pandang aku seperti itu! Tak taukah kau pandanganmu yang seperti itu selalu saja membuat jantungku berdebar tak karuan!

“Oh ya?” kataku, berusaha kelihatan tak menyadari bahwa aku tadi tersenyum.

“Ne. Tapi aku penasaran, apa yang membuatmu tersenyum seperti itu?” tanyanya.

Ah, anak ini. Masih saja bertanya hal itu. Apakah dia tak tau bahwa hanya dirilah yang dapat membuatku tersenyum bahagia. Nyonya Cho Minji, kau ini sangat bodoh…

“Tadi aku sedang memikirkan seseorang, Minji,” jawabku sambil menatapnya.

Kyuhyun POV end

Minzy POV

“Tadi aku sedang memikirkan seseorang, Minji,”

Aku menoleh padanya yang duduk di sebelahku.

DEG!

Jantungku berdebar kencang saat melihat ia sedang menatapku.

Tatapannya begitu damai dan lembut.

Ah, Cho Kyuhyun…

Aku ingin membalas tatapannya, tetapi…

“Tapi kau tetap tidak boleh sembarang memotoku! Tak sopan sekali ya!” teriaknya sambil menjitak kepalaku.

“Yaaa kau ahjussi tua!!! Sakit tau!! Kau ini menyebalkan sekali!! Kau ini memang benar-benar ya!! Kenapa sih kau tak suka difoto?! Aneh sekali!! Dasar ahjussi aneh!!” teriakku tak kalah kencang seraya mengusap-usap kepalaku.

“Dengarkan aku, Gong Minji,”

“Eh?”

“Aku tidak suka difoto karena bagiku foto adalah bentuk perpisahan,”

“Eh?”

“Banyak orang memoto sesuatu sebagai bentuk kenang-kenangan bukan?”

“Hmm, yaa. Hampir semua orang begitu,”

“Seakan-akan mereka tak akan pernah lagi menemui apa yang mereka foto pada saat itu,”

“Hmm,”

“Karena itu aku tidak suka difoto. Aku benci perpisahan. Sekalipun berpisah, aku yakin suatu saat akan bertemu lagi. Mengerti?”

Waw… Aku sedikit kaget akan semua pernyataannya barusan. Aku tak menyangka dia adalah namja yang, emm, yang dewasa.  Yaa, cukup dewasa.

“HEY! Kau mengerti tidak?!”

Aku mengangguk, seraya tersenyum manis padanya.

Dia terlihat kaget saat aku tersenyum manis padanya.

“Hey, Minji! Mengapa kau tersenyum seperti itu?!!”

“Kau tau mengapa aku tak mau memanggilmu Kyuhyun oppa, dan malah memanggilmu Kyuhyun ahjussi?”

Minzy POV end

Kyuhyun POV

“HEY! Kau mengerti tidak?!” bentakku.

Anak ini malah melamun! Dasar!

Dia mengangguk, lalu tersenyum.

Eh? Tersenyum padaku? Padaku?!

Tersenyum semanis itu padaku?!

Omoo… Detak jantungku sudah tak karuan, Gong Minji!

“Hey, Minji! Mengapa kau tersenyum seperti itu?!!” bentakku lagi.

Maaf Minji.. Aku sangat menyukai senyummu. Apalagi jika kau tersenyum padaku.

Aku menyukai semua yang ada pada dirimu, Minji.

Tapi, aku tak mau kau mendengar detak jantungku yang tak karuan ini.

Aku tak mau kau mengetahui perasaanku ini, waktunya belum tepat.

EH?!! Perasaan a-a-paa?!!

“Kau tau mengapa aku tak mau memanggilmu Kyuhyun oppa, dan malah memanggilmu Kyuhyun ahjussi?”

Eh? Ada apa dengannya?

“Hm, aku tidak tau. Memangnya kenapa sih kau tak mau memanggilku oppa? Apa susahnya? Kau malah memanggilku ahjussi! Minji, aku baru berumur 20 tahun! Kau kira aku ini sudah berumur 35 tahun, hah?! Ckck,” ungkapku.

Mendengar aku marah-marah, dia malah tersenyum.

“Oh Cho Kyuhyun.. Lihat dirimu. Marah-marah tak karuan, tak pernah tersenyum, dingin, dan yang lainnya itu. Kau sama sekali bukan sosok ‘oppa’. Kau itu perpaduan anak umur 5 tahun dan ahjussi berumur 40 tahun. Ya kan?” jawabnya tanpa rasa bersalah sedikitpun.

APA KATANYA?!!

DIA BILANG AKU APA?!!

“Ssstt, jangan marah-marah dulu,” katanya tepat saat aku ingin membuka mulut untuk memarahinya habis-habisan.

“Cho Kyuhyun, dengarkan aku,”

Eh?

“Aku  tak mau memanggilmu dengan sebutan ‘oppa’ karena aku memiliki prinsip bahwa hanya satu namja yang akan kupanggil dengan sebutan ‘oppa’ di dunia ini,”

APA?!

“Hm, siapa namja hebat itu? Namanya? Hebat sekali dia bisa membuat seorang Gong Minji luluh,”

“Aku tidak tau nama namja itu,”

APA?!!

“Hey! Kau ini bagaimana sih?!”

“Satu-satunya namja yang akan kupanggil dengan sebutan ‘oppa’ di dunia ini adalah namja yang akan menjadi suamiku nantinya,”

“APA?!!!!”

“Mianheyo. Bukannya aku tak menghormatimu lalu tak memanggilmu oppa. Kau tau dan Seunghyun Eunhyuk kan? Namjachingu Bom dan Chaerin eonnie?. Seumur hidup aku tak pernah memanggilnya oppa. Tak ada satupun namja di dunia ini yang pernah kupanggil dengan sebutan ‘oppa’,”

“Eh? Lalu, mengapa kau memanggilku ahjussi?”

“Karena kau dingin dan tak pernah tersenyum,”

“Hah?! Memangnya ahjussi-ahjussi di luar sana tak pernah tersenyum dan dingin ya?”

“Tidak kok. Hanya ada seorang ahjussi yang seperti itu,”

“Siapa?”

“Namanya Cho Kyuhyun ahjussi. Kaulah satu-satunya ahjussi yang dingin dan tak pernah tersenyum. Mengerti?”

ANAK INI!!!!!

“Aish, dasar bocah pabo!!” teriakku kesal terhadapnya.

“Hahahaha,”

Dia malah tertawa. Aku menghiraukannya.

Kira-kira siapa ya namja yang akan Minji panggil dengan sebutan oppa? Siapa ya namja yang akan menjadi suaminya dan akan ia panggil oppa?

Hm, jujur, aku sangat ingin mendengar kata ‘Kyuhyun oppa’ dari bibir mungilnya…

Cho Kyuhyun & Gong Minji…

Kyuhyun oppa… Ny. Cho Minji…

Tuhan, apakah mungkin? Suatu saat nanti?

“Minji, apakah mungkin namja yang kelak menjadi suamimu adalah aku?”

Kyuhyun POV end

Minzy POV

Aku sedang tertawa kencang. Ya, menertawai namja pabo yang ada di sampingku ini.

Hm, tapi tumben sekali dia tidak menjitak kepalaku jika aku menertawainya. Ada apa dengannya? Apa dia marah padaku?

“Minji, apakah mungkin namja yang kelak menjadi suamimu adalah aku?”

DEGG!

Wajahku langsung memerah seperti kepiting rebus. Jantungku sudah berdebar, dag dig dug…

“HAHAHAHA! Lihat wajahmu, Minji!! Mengapa memerah begitu?! Lucu sekali hahahaha!!!”

Astaga!

Dia hanya mengerjaiku!!

Aku kira pertanyaannya tadi sungguh-sungguh!!

Argh, Kyuhyun ahjussi menyebalkan!!!!

“YAK KAU! Apa maksudmu, hah?!! Kau menyebalkan sekali ya!!!” teriakku, sambil menjitak kepalanya keras-keras.

“Awww! Sakit, Minji!”

“Rasakan! Kau jahat sekali sih! Namja evil menyebalkan! Dasar k-k-au..

CHUP!

ASTAGA!!

DIA MENCIUM PIPIKU!

CHO KYUHYUN MENCIUM PIPIKU!

OH TUHAN!

Minzy POV end

Kyuhyun POV

“Rasakan! Kau jahat sekali sih! Namja evil menyebalkan! Dasar k-k-au..

Tak tahan mendengar rengekannya, aku mengambil senjata namja tampan.

Aku langsung mendekatkan wajahku ke wajahnya, dan

CHUP!

Aku membiarkan bibirku berada di pipi kanannya selama 10 detik, menunggunya diam, dan langsung mengambil tas serta bukuku, lalu berdiri.

“Kau sudah selesai memoto kan? Ayo pulang,”  kataku santai, lalu melangkah sambil menunjukkan wajah evil serta senyum kemenangan, meninggalkannya yang masih terhipnotis oleh ciuman mautku.

Hm, itu ciuman pipi pertamaku pada yeoja selain eomma dan saudara perempuanku.

Tentu saja! Aku hanya ingin mencium yeoja yang kucintai.

EH?!

“CHO KYUHYUN!!! APA YANG KAU LAKUKAN, HAH?!! TUNGGU AKU!!!”

Aku tersenyum mendengar teriakannya.

Aku terus saja berjalan menelusuri taman ini, memandangi langit sore kota Seoul, seraya memikirkan seseorang.

Memikirkan Ny. Cho Minji…

***

5  years later…

Whoaaa…

Aku masih Cho  Kyuhyun yang dulu. Masih tetap tampan dan terus semakin tampan, masih dipuja oleh banyak yeoja, masih evil, dan masih mencintai Gong Minji dan terus menunggunya.

Oh Tuhan! Aku sangat merindukannya! Lima tahun sudah kami berpisah, demi impian masing-masing…

Hey, kini aku telah menjadi pengusaha hebat! Ternyata aku sangat baik dalam urusan bisnis. Tak sia-sia dulu aku belajar Ekonomi mati-matian dengan Seunghyun hyung, namjachingu Bom noona.

Di umurku yang baru 25 tahun, aku telah menjadi pengusaha papan atas di Korea. Hebat, bukan? Cho Kyuhyun!

Disana, di Kanada, belahan jiwaku juga berjuang mati-matian demi impiannya. Dua tahun dia bersekolah di sekolah khusus menari dan tiga tahun membangun kariernya. Dia berjuang sangat keras.

Hasilnya? Sungguh memuaskan!

Kini, dia telah menjadi penari hebat! Dia menjadi dance singer yang mendunia!

Gong Minji, multitalented dance singer from Korea!

Keren ya? Gong Minji!

Aku penasaran apakah dia masih seperti dulu ya..

Ah, aku sangat merindukannya…

Aku ingin memeluknya, membawanya ke dalam dekapanku…

Kejadian lima tahun lalu selalu terngiang-ngiang di benakku..

Minji, gomawo…

*flashback*

Sore yang indah. Aku sedang duduk menikmati langit sore di taman, tempatku dan Minji. Sedari tadi kami hanya terdiam. Aku bingung mau bicara apa.

Bagaimana bisa aku mengobrol dan bercanda dengannya seperti biasa sedangkan kenyataan kami akan berpisah telah ada di depan mata!

Tentu saja aku tak mau melepasnya sebelum dia tau perasaanku padanya.

Tapi, aku tak tau mulai dari mana! Ah, Kyuhyun pabo!

Oh, tuhan.. Bagaimana ya?

Hhhh..

Dia menghela napas panjang. Apa ia merasakan juga apa yang kurasakan?

“Wae?” tanyaku pelan.

“Aku tak mau berpisah denganmu,”

APA KATANYA?!

“Eh?!”

“Aku tak mau berpisah denganmu! Aku takut kehilanganmu! Aku akan rindu sekali padamu! Aku—

“Sudahlah, Minji,” ungkapku, dibelakang punggungnya, membawanya ke dalam dekapanku.

“Apakah kau biasa saja berpisah denganku? Aku memang hanya bocah SMA yang tak penting bagimu , tapi apakah kau tak merasa sedih sedikitpun? Aku memang sering membuatmu kesal, tapi apakah aku sama sekali tak berarti bagimu? Apakah-

“MINJI!” bentakku marah. Apa maksud anak ini, hah?! Dia bertanya apakah aku tak merasa sedih berpisah dengannya?!! Dia bertanya apakah dia sama sekali tak berarti bagiku?!! Apa dia sudah gila?!!!

 Dialah yang selalu kupikirkan, kupedulikan, kumimpikan, dan kucintai selama enam tahun belakangan! Aku selalu berdoa agar suatu saat nanti dia dapat menjadi Nyonya Cho! Aku mencintai dia! Hanya dialah yang bisa membuatku tersenyum! Dia sangat berarti!

oh, Gong Minji, kau sangat pabo!!!

“Apa yang kau katakan, hah?!! Kau tau, aku selalu bersamamu, selalu melindungimu, selalu berada di sampingmu apapun yang terjadi, semuanya, aku melakukannya karena apa?! Aku melakukan itu semua karena aku menyayangimu, Minji!! Tentu saja aku akan sangat sedih berpisah denganmu! Sangat dan sangat sedih! Aku khawatir siapa yang nanti akan menjaga dan memperhatikanmu. Ingin rasanya aku tak melepasmu, tapi semuanya demi impian kita, bukan? Gong Minji, kau sangat berarti. Kau sangat berarti bagiku,”

Dia tersenyum bahagia mendengar kata-kataku.

“Gomawoyo, Kyuhyun ahjussi,”

“Aish, kau ini. Selalu saja memanggilku ahjussi!” kataku sambil menjitak pelan kepalanya. Oh Tuhan, aku akan sangat merindukannya memanggilku Kyuhyun ahjussi dan menjitak kepalanya..

“Hahahaha! Kau juga selalu menjitak kepalaku! Tapi, aku akan sangat merindukan jitakanmu,”

Yeah, dan aku juga akan sangat merindukan tawamu itu, Minji…

Aku akan sangat merindukan semua hal yang ada padamu…

Gong Minji, aku akan sangat merindukanmu…

Kami pun terdiam sejenak, mencoba mengingat dan mengenang kenangan bersama. ah, semua itu sangat indah dan menyenangkan…

Tiba-tiba,

“Saranghae, Cho Kyuhyun,”

EH?! APA KATANTA?!!!!

“A-a-a-ppp-a-aa?!! Kau bilang apa, Minji??!!”

“Saranghae. Aku bilang saranghae. I love you, Kyuhyun,”

OH  TUHAN!!

“K-kk-a-a-u se-se-ser-i-ius?!!”

“Tentu. Aku hanya tak ingin menyesal. Aku mencintaimu, mengerti?”

APA?!!!!!

“M-m-in-njii?!”

“Waeyo? Aku harus pergi, pesawatku akan berangkat satu jam lagi. Cho Kyuhyun, aku takkan mengecewakanmu. Aku akan berjuang sekuat tenagaku. Aku akan terus mengingatmu dan takkan berubah. Aku akan kembali. Jadi, tolong nantikan aku ya? Kau berjanji?” tanyanya sambil memegang tanganku.

APA?! Oh Tuhan, aku masih sangat kaget -_-

“eh, hm, ya tentu aku berjanji. Hm, aku juga takkan mengecewakanmu, Minji. Aku berjanji,”

“Gomawo,” katanya, tersenyum senang.

Ah, kau tak usah memintaku untuk melakukannya dan berterimakasih, Minji.

Tanpa kau minta pun, aku akan selalu menantimu.

Hanya untukmu. Sampai kapanpun.

“Aku harap saat kau kembali padaku nanti, kau mau menerima kesempatan itu,” kataku dengan tatapan evil andalanku.

“Hm, kesempatan apa?” tanyanya bingung.

“Kesempatan untuk menjadi Ny. Cho Minji,” ucapku, dan taraaa! Wajahnya sudah memerah tak karuan. Semakin cantik saja…

“Gong Minji, I love you, more than anything in the entire world. So, please come back to me, baby,” bisikku di telinganya, dan menghadiahkan ciuman perpisahan di pipi lembutnya.

Gong Minji, biarkan diriku mencintaimu hingga ujung usiaku…

*flashback end*

Begitulah.. Dia membalas perasaanku..

Minji, gomawo…

Tak tahan menahan kerinduan, akupun segera mengambil Iphoneku yang terletak di tempat tidur, dan mengirim pesan untuk yeojaku.

To : Ny. Cho Minji❤

Good morning my love.

Baby,  you know?
I  just need you,
I don’t need nothing else,
I promise,  I swear,
I  just need you..

I  want to see you,

I want to hug you,

I want to hear your voice,

I want to see your face,

I want you…

I miss you so badly!

Baby, please come back to me, k? I’m waiting.

Hm, I still love you, until whenever.

Love yaa.

-Cho Kyuhyun, your future husband-

Sending…

Done..

Aku tersenyum membaca pesan yang kukirim padanya. See? Cho Kyuhyun is Gong Minji’s flirty boy.

Kyuhyun POV end

Minji POV

Whoaaa! Seoul city~~~~~~~!! I’m back, yeaah!

Aku sedang dalam perjalanan menuju apartemenku. Tak sabar rasanya ingin bertemu dengan Bom eonnie dan suaminya, Choi Seunghyun, bertemu dengan Chaerin eonnie dan namjachingunya, Lee Hyukjae, dan tentu saja, namjachinguku, Cho Kyuhyun. Aku sangat merindukan mereka!

Hm, lucu ya rasanya, sekarang aku berpacaran dengan orang yang menurutku adalah ahjussi tua, pabo, jelek, cerewet, dan menyebalkan.

Cho Kyuhyun, aku jatuh dalam pesonamu…

Dia kini telah menjadi seorang pengusaha besar. Aku kagum pada semangatnya dalam menggapai impiannya.

Aku juga telah menggapai impianku! Yep! Kini aku telah menjadi penari hebat! Dance singer, Gong Minji! Terdengar keren ya? Hehe..

Drtt… drtt…

Iphoneku bergetar, tanda ada pesan masuk.

Aku segera mengambilnya dari saku bajuku, dan memeriksa siapa yang mengirimiku pesan.

New message. Open.

From : My Kyuhyun❤

Good morning my love.

Baby,  you know?

I  just need you,
I don’t need nothing else,
I promise,  I swear,
I  just need you..

I  want to see you,

I want to hug you,

I want to hear your voice,

I want to see your face,

I want you…

I miss you so badly!

Baby, please come back to me, k? I’m waiting.

Hm, I still love you, until whenever.

Love yaa.

-Cho Kyuhyun, your future husband-

Omoo! Rasanya diriku sudah melayang di langit setelah membaca pesan manis itu. Grrr, Tuan Cho Kyuhyun, you always make me blush!!

Akupun segera membalas pesannya itu.

To : My Kyuhyun❤

Hm, good morning too Kyu<3

Yeah, I know. So, just wait me k?

I promise I’ll come back to you, baby^^

Mm, saat aku kembali padamu, aku takkan membuang kesempatan untuk dapat memanggilmu Kyuhyun oppa.

Aku sangat menantikan diriku untuk menjadi Ny. Cho Minji.

Xoxo,

Your sweet Minji^^

Sending..

Done..

Aku tersenyum membacanya. See? Gong Minji is Cho Kyuhyun’s sweet girlfriend.

***

Aku sudah sampai di depan apartemenku. Whoa, lima tahun sudah berlalu, tapi tak ada yang berubah. Ini tetap rumahku.

Dengan pasti aku segera membuka pintu masuk, dan

“WELCOME BACK TO HOME!!!”

“Omoo!!” teriakku saat masuk ke dalam, dan surprised! Ada Bom eonnie dengan Choi Seunghyun, Chaerin eonnie dengan Lee Hyukjae, Daesung soesaengnim, guru fotografiku dan Yongbae soesaengnim, guru menariku! Mereka semua memakai topi pesta dan meniupkan terompet! Di meja makan terdapat kue cantik dan makan siang yang sangat menggiurkan. Di belakang mereka ada huruf-huruf berwarna-warni yang membentuk tulisan ‘Welcome Back To Home, Our Baby Minji!’…

Omoo, aku tetap ‘Baby Minji’ mereka? Mereka menyiapkan ini semua untukku?

Oh Tuhan, terimakasih telah memberikan mereka padaku, mereka yang begitu menyayangiku…

“Kalian?!!!!! Ini semua untukku?” kataku, sangat terharu akan usaha mereka menyambut kedatanganku.

“Tentu! Kami semua sangat merindukanmu, Minji!” jawab Bom eonnie dengan penuh semangat, lalu menghampiriku. Yang lainnya juga segera beranjak menghampiriku.

“Hey, jangan menangis, Minji,” ucap Chaerin eonnie, mengusap air mataku.

“Aku terharu akan usaha kalian. Kalian tetap menyayangiku, gomawo,” ucapku bahagia.

“Tentu kami menyayangimu!” ucap Yongbae soesaengnim.

“Yepp! Sangat menyayangimu!” tambah Daesung soesaengnim.

“Nah, sekarang kan Minji sudah datang, ayo kita makan!” ucap Eunhyuk semangat.

“Yak kau!! Makan saja yang kau pikirkan!!” bentak Seunghyun pada Eunhyuk.

Aku tertawa melihat mereka berdua. Mereka semua tak berubah.

Tuhan, aku sangat mencintai mereka semua…

Eh? tapi mana Kyuhyun? Apa dia tidak tau aku telah kembali?

Masa iya Bom eonnie tidak memberitahunya?

Aku kebingungan.

“Waeyo? Kau mencari dia?” tanya Bom eonnie dengan senyum manis di bibirnya. Aish, kakakku ini memang semakin cantik saja… serasi bukan dengan Choi Seunghyun?

“Ah, hm, iya, hehehe,” ucapku, malu karena ketauan memikirkan Kyuhyun.

“Wah, baby minji kita telah merasakan indahnya cinta yaa,” kata Chaerin eonnie sambil mengusap-usap lembut kepalaku. Huaaa, kakakku ini semakin lembut dan cool saja… sungguh, Lee Hyukjae sangat beruntung memiliki yeoja seperti Chaerin eonnie ini. Hhh…

“Hehehe, eonnie, kau bisa saja,”

“Dia ada di taman, Minji. Temuilah dia,” ucap Eunhyuk sambil mengedipkan sebelah matanya.

***

Now, that I think about it, so many sweet moment of me and him…

Taman ini tidak berubah. Tetap indah dan menyenangkan seperti yang dulu.

Aku duduk di bangku panjang, mengenang kenangan-kenangan manis yang masih terekam jelas di benakku. Kenangan bersama Cho Kyuhyun…

Ah! Aku sangat merindukannya!

“Memikirkanku?”

Sontak aku langsung berdiri. Cho Kyuhyun?!!

“Hey, chagiya,”

Aku bisa merasakan kehangatan tubuhnya. Kedua tangannya melingkar di pinggangku, membawaku ke dalam dekapannya.

“Akhirnya kau kembali padaku,” ucapnya, meletakkan kepalanya di pundakku.

Tentu saja aku kembali padanya. Dia adalah hidupku!

“Yeah, dan kau juga menantiku. Gomawo,”

“Cheonma. Kulihat kau semakin dewasa saja. Sudah umur 22 tahun, yeah? Masih bisa tidak ya aku memanggilmu Bocah Pabo? Hahaha,”

Oh Tuhan, aku sangat merindukan tawanya ini…

“Aish kau ini! Kau sendiri?! Kau sendiri tetap saja ahjussi tua menyebalkan!”

“Hahaha, penampilanmu mungkin dewasa, tetapi sifatmu masih saja seperti Minji lima tahun lalu. Tak terasa ya waktu berlalu begitu cepat,”

Aku tersenyum mendengarnya.

“Yeah,”

Kami terdiam sejenak, menumpahkan rasa rindu selama ini.

Tiba-tiba,

“Minji, you know? Your existence is like water to me, if I’m with you, I’m so happy, and nothing else. I’m already inside of you. Just you’re inside of me. My heart keeps saying it loves you and the more the world listens. I’ll be with you and give you only good memories. So, in return you can’t leave me. Please stay with me. Everyday with you it was so wonderful. Now, I want to wake up everyday with you, just with you. Gong Minji, would you marry me?”

Oh Tuhan…

Aku ingin bahagia dengannya…

Izinkan aku bersamanya, sampai nanti…

“I will, Cho Kyuhyun,” ucapku dengan tangis bahagia.

My heart keeps saying it loves you and the more the world listens.

That the love has been found us, so we might be together.

***

10 years later…

“Appa! Eomma!” aku yang sedang memasak di dapur segera menghampiri asal suara itu.

“Ada apa, HyunJi?” tanyaku seraya duduk di sofa.

“Lihat! Aku menjadi juara satu dalam lomba menari! Hebat kan, eomma? Lihat! Ini pialanya!”

Aku mengangguk bangga. Agaknya bakat menariku mengalir di dalam darah anakku.

Kyuhyun yang sedang membaca koran mengambil piala itu dan memperhatikannya.

“Juara I Lomba Menari dalam Festival Seni Kirin Elementary School, Cho HyunJi,” bacanya pada tulisan di piala tersebut.

“Ne! hebat kan, appa?”

Kyuhyun tersenyum. “Tentu! Anak appa memang hebat, bukan?”

Tok.. tok..

“Masuk!”

Whoaa.. ternyata Choi MiHyun, anak Bom eonnie dan Seunghyun, serta Lee HyukRin, anak Chaerin eonnie dan Eunhyuk..

“Mihyun? Hyukrin? Ada apa?” tanyaku ramah.

“Kami ingin mengajak Hyunji bermain,”

“Oh, yasudah mainlah,”

“Eomma, appa, aku main dengan mereka dulu ya!” ucap Hyunji sambil salim denganku dan Kyuhyun.

“Ne. Pulanglah sebelum hari sore!”

Hyunji mengangguk dan beranjak meninggalkan rumah.

Setelah mereka bertiga pergi, Kyuhyun yang duduk di sebelahku langsung merapat padaku dan melingkarkan tangannya di pinggangku.

“Yeobo,” panggilnya manja.

“Ada apa oppa?”

“Whoa, aku sangat senang kau memanggilku oppa. Aku sangat beruntung dapat menjadi satu-satunya namja yang kau panggil oppa di dunia ini. Rasanya seperti mimpi, tau?”

Aku tersenyum mendengarnya.

“Hmm, dan aku juga sangat beruntung dapat menjadi Ny. Cho Minji. Rasanya juga seperti mimpi,” ucapku sambil memandangi cincin pernikahan aku dan dia yang telah melingkar manis di jari manisku dan jari manisnya.

“Terimakasih telah menjadi Ny. Cho Minji dan memberikan kebahagiaan untukku. Gong Minji, saranghae,”

“Terimakasih juga telah menjadi Kyuhyun oppa untukku. Nado saranghae, Cho Kyuhyun,”

Kyuhyun oppa memperat pelukannya.

“Minji,  my heart wants me to tell you, i can’t live without you,”

Huaaa…Aku sangat suka kata-katanya barusan.

kata-kata ini sudah diucapkannya beribu-ribu kali dan selalu berhasil membuatku tersipu malu…

Yeah…

Dia tidak bisa hidup tanpaku…

Aku juga sudah beribu-ribu kali mengatakan padamu bahwa aku juga tak bisa hidup tanpamu, Cho Kyuhyun…

Aku sangat mencintaimu, sampai kapanpun.

Tn. Cho Kyuhyun & Ny. Cho Minji

 

Kini, aku yakin aku akan terus bersamamu.

Kini, aku yakin aku akan terus bernapas bersamamu.

Kini, aku yakin aku akan terus berjalan bersamamu.

Kini, aku yakin aku akan terus tersenyum bersamamu.

Kini, aku yakin aku akan terus tertawa bersamamu.

Kini, aku yakin aku akan terus menikmati indahnya dunia ini bersamamu

Kini, aku yakin aku akan terus mengenggam tanganmu.

Hanya bersamamu…

Yaa, hanya denganmu!

 

You and I

Forever and ever…

-The End-

Bagaimana? Bagaimana? wuaahhhh >< sebenernya ff ini admin ikutin sebuah kontes ff, dan menang :’D jarang banget yah Minzy dipairing sama Kyuhyun :p kekekeke ~ yaah semoga ff ini ga mengecewakan deeh^^ jangan lupa comment yaah^^v

8 Responses to "[MINZY FANFICTION] I CAN’T LIVE WITHOUT YOU"

Ahiihi kyu sama minji ya , sesama magnae :3
wah , menang kontes ? chukkae ya :))
ada typo dkt ga sih ? apa aku yg salah ya ? abaikan , ga mengurangi seru nya ff ini kok . hehe
tp alur nya kecepetan , over all nice ff ^^

aaaaaaa, to tweetttttttt…………………

LC_21 : gomawo udah mau comment ^^ iyaa, kyu sama minzy sama2 magnae kece! :33

FFnya super kereeeeennn,,, salam kenal^o~

Pasangan magnae keren banget. I like your FF.🙂

So sweet #plakk

Daebak ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

2NE1

2NE1_Fansclub updates

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

July 2012
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Categories

%d bloggers like this: