2ne1fansclub

Posts Tagged ‘FANFICTION

I CAN’T LIVE WITHOUT YOU

Title : I Can’t Live Without You

Author : @shaniadewi & @veca_723

Length : oneshoot

Genre : romance, friendship

Main Cast :

–       Minzy 2NE1 aka Gong Minji

–       Kyuhyun SJ aka Cho Kyuhyun

Support Cast :

–       Bom 2NE1 aka Park Bom

–       TOP BigBang aka Choi Seunghyun

–       CL 2NE1 aka Lee Chaerin

–       Eunhyuk SJ aka Lee Hyukjae

–       Daesung Bigbang aka Kang Daesung

–       Taeyang Bigbang aka Dong Yongbae

Holaa holaaa xD

@shaniadewi balik lagi dengan ff terbaru, setelah ff skydragon yang itu loh hehe ^^

ff ini buatan admin bareng tmn admin, @veca_723 ^^

mm, ff ini terlahir dari imajinasi seorang VIPBJ & ELFBJ ._. jadi beginilah cast yang ada kkk~~

yaudah deeh, happy reading and imagining ^^

Aku ingin terus bersamamu.

Bernapas bersamamu.

Berjalan bersamamu.

Tersenyum bersamamu.

Tertawa bersamamu.

Menikmati indahnya dunia ini bersamamu

Aku ingin terus mengenggam tanganmu.

Hanya bersamamu…

Yaa, hanya denganmu!

 

 

Minzy POV

 

Sore yang cerah. Angin sore berhembus pelan. Dengan langkah pasti, aku melangkah ke taman, tempatku melakukan berbagai kegiatan kesukaanku. Berbekalkan kamera kesayanganku aku akan mengabadikan setiap keindahan bumi ini. Ya! Aku memang sangat menyukai fotografi. Agaknya, bakat appa mengalir di dalam darahku. Walaupun appa sudah tenang di surga, aku yakin dia akan tersenyum bahagia saat dia melihat aku tetap menjaga kamera pemberiannya dan menggunakannya dengan penuh ketulusan.

Appaku telah meninggal. Eommaku menetap di Prancis, kampung halaman keluargaku. Sedangkan aku? Aku tinggal di Korea, bersama kedua eonnieku, Bom eonnie dan Chaerin eonnie. Walau begitu, hari-hariku tak pernah sepi. Kenapa? Karena hari-hariku selalu dihiasi oleh seorang namja, Cho Kyuhyun. Dia adalah anak dari sahabat appa. Namja itu adalah namja yang pabo dan evil. Namja itu juga sangat cerewet. Dia selalu memaksaku untuk memanggilnya dengan sebutan ‘oppa’. Bayangkan! Usiaku dengan usianya hanya berbeda 3 tahun! Aku lebih sudi memanggilnya dengan sebutan ‘ahjussi’! Wae? Karena namja itu tak pernah tersenyum! Namja itu sangat dingin! Kyuhyun ahjussi! Cocok sekali bukan? Hahahaha.

Tapi harus kuakui, dia adalah namja yang sangat tampan. Ketampanannya juga disertai otak yang cerdas. Dia juga berasal dari keluarga kaya.

Yayaya, tapi tetap saja dia adalah namja yang sangat menyebalkan!! Yak! Cho Kyuhyun ahjussi menyebalkan!!

Namun, aku sangat menyayanginya. Sangat dan sangat. Dialah orang yang selalu menjaga dan melindungi sejak appa meninggal. Dia juga yang selalu menghiburku ketika nilai raportku jelek. Dia juga yang selalu menyelamatkanku jika Bom eonnie memarahiku akibat aku ceroboh. Dialah orang yang selalu menyertaiku, kemanapun aku melangkah. Aku tak pernah memintanya untuk melakukannya, namun dia selalu di sampingku, apapun yang terjadi. Apapun terjadi? Apakah mungkin ya?

Seorang Cho Kyuhyun begitu dipuja bak pangeran di luar sana. YAK! Begitu banyak yeoja di kampus tempat ia berkuliah yang menyukai seorang Cho Kyuhyun. Bahkan, para sunbae di SMAku pun sangat memujanya. Mereka semua sangat cantik dan dewasa. Tentu seorang Cho Kyuhyun akan sangat pantas berpacaran dari salah seorang mereka. Tapi apa yang dilakukan ahjussi pabo itu? YA! Dia malah memilih untuk terus berada disampingku. Dia memilih untuk dekat denganku, dekat dengan seorang yeoja biasa sepertiku. Gong Minji~~ adakah yang menarik dari diriku ini? Aish..

Aku hanya yeoja biasa yang sangat menyukai fotografi dan sangat berbakat dalam menari. Aku tidak cantik apalagi dewasa. Lagipula, aku baru kelas 2 SMA! Ckck…

Cho Kyuhyun memang aneh…

Atau….

Atau apakah aku spesial dimatanya? Mungkinkah?

“Yak kau yeoja siput!! Bisakah kau lebih cepat berjalannya, heh?! Lelet sekali kau ini, Gong Minji!!” teriak ahjussi jelek itu dengan wajah kusut menyebalkannya itu.

‘aish, tak taukah dia aku sedang mengabadikan pemandangan indah yang ada di jalan ini?!!! Dasar ahjussi jelek!!’ rutukku kesal dalam hati.

“Ya kau ahjussi tua!! Tak dapatkah kau sabar sedikit, hah?!! Kau tak melihat aku sedang apa?! Aku harus menyelesaikan tugas fotografiku dari Daesung sosaengnim!” teriakku tak kalah kencang dari ahjussi jelek itu.

Mendengar kata-kataku barusan, dia langsung menghela napas.

“Baiklah, Minji. Kau lakukan kegiatanmu itu, dan aku menunggu di bangku sambil membaca buku Ekonomi. Besok aku ada test! Jadi, cepatlah, mengerti?” katanya, lalu duduk di bangku taman dan mulai membaca buku yang tebalnya lebih dari kamus lengkap bahasa inggris itu.

Aku tersenyum melihatnya.

“Okee, Cho Kyuhyun!” jawabku senang, lalu  aku pun langsung larut dalam duniaku.

Minzy POV end

 

Kyuhyun POV

“Okee, Cho Kyuhyun!” teriak yeoja cerewet itu.

YAK! Yeoja cerewet yang juga sangat lelet itu. Dia juga sangat pabo. Sangat dan sangat pabo! Dia memang sangat menyebalkan!! Bocah umur 17 tahun yang sangat tak sopan kepadaku, kepada namja sempurna sepertiku. Aneh bukan? Aku adalah Cho Kyuhyun, namja paling tampan yang ada di muka bumi ini. Begitu banyak yeoja di luar sana yang begitu memujaku dan sangat ingin berada di posisi Gong Minji. Mereka semua sangat ingin dapat dekat denganku, seperti Minji yang selalu begitu dekat denganku.

Bukankah seharusnya Minji merasa beruntung dan senang dapat dekat dengan seorang Cho Kyuhyun, namja tertampan di dunia? Tapi apa yang ia lakukan?YAK! Dia sama sekali tak menghormatiku dan selalu saja memarahiku! Memangnya ia siapa, hah?! Umurku telah menginjak angka 20, sedangkan dia? Dia baru saja berumur 17 tahun pada Januari yang lalu! Bocah ingusan seperti dia berani tak sopan pada mahasiswa tampan sepertiku! Bukan hanya itu! Dia juga tak mau memanggilku dengan sebutan ‘oppa’! Benar-benar tak sopan kan anak itu?! Beda usiaku dengan usianya adalah 3 tahun! Sudah sepantasnya dan memang HARUS  bukan dia memanggilku ‘Kyuhyun oppa’ ?!! Tapi yang dilakukan yeoja siput itu adalah memanggilku ‘Kyuhyun ahjussi’!! Bayangkan saja~! Namja tampan yang berumur 20 tahun yang menjadi pujaan setiap yeoja dipanggil oleh bocah SMA dengan sebutan ‘ahjussi’! Apa sih yang ada di pikiran anak itu?!!

Akan tetapi, aku sangat menyayanginya. Betul-betul menyayanginya. Dia adalah anak dari sahabat appaku yang telah meninggal. Appaku berpesan kepadaku untuk menyayanginya seperti adikku sendiri karena ayahnya telah tiada dan tentu dia membutuhkan kasih sayang dari orang lain. Awalnya aku malas mengenal dia. Sebelum bertemu dengannya, aku yakin dia sama saja seperti yeoja-yeoja lain yang selalu melihat sesuatu yang bisa disentuh oleh tangan, tapi tak tersentuh oleh hati. Tapi saat aku bertemu dengannya, untuk yang pertama kali, aku menyadari bahwa ia berbeda. Ia yeoja yang berbeda.  Dibalik rambut pendek dan wajah polosnya itu, pancaran diri serta perilakunya menunjukkan bahwa hati bisa menyentuh sesuatu yang tak tersentuh oleh tangan.

Yeah, dia adalah yeoja yang sangat unik.

Selain itu, dia juga sangat berbakat. Dia sangat menyukai fotografi dan berbakat dalam hal itu. Dia juga sangat pandai menari. Aku sangat mengagumi gerakan tubuhnya yang begitu indah setiap irama musik mengalun.

Dia juga pintar memasak. Dia selalu memasakan makanan untuk makan siangku. Masakannya sangat enak!

Sungguh, aku mengaguminya,  jauh dari lubuk hatiku terdalam.

Yayaya, aku juga sangat menyayanginya. Aku ingin selalu bersamanya, berada di dekatnya, dan melindunginya. Aku merasa telah menjadi dari bagian dirinya dan takut kehilangannya. Aku tak ingin dia pergi dariku. Aku ingin selalu mendengar suaranya, mendengar rengekannya, mendengar keluh kesahnya, memandang wajah cantiknya diam-diam, melihat wajah lucunya setiap ia kesal dan marah, melihat senyum manisnya, menghapus air matanya dari wajah cantik itu setiap ia menangis, mengenggam tangannya setiap kami berjalan bersama, semuanya!  Aku tak mau ia pergi dariku!

Ah, tapi suatu saat nanti pasti dia akan pergi dariku bukan? Memangnya aku siapanya sih? Kelak pasti dia akan menjadi penari terhebat dan menikah.

Ah! Kira-kira siapa ya namja yang akan menjadi suaminya nanti? Namja itu sangat beruntung mempunyai istri seperti Gong Minji.

Andai saja aku yang menjadi namja beruntung itu..

Nyonya Cho Minji… Terdengar manis ya? Hihi…

Nyonya Cho Minji… Cho Minji…

Cho Minji… Mrs. Cho Minji…

Aku tersenyum membayangkannya.

KLIK!

Cahaya blitz baru saja menerpa wajahku, membangunku dari lamunan indah tadi.

Eh, berarti ada yang memotoku?!!

“Yaaa kau Gong Minji!!! Apa yang kau lakukan, hah?!!!” teriakku marah pada yeoja di hadapanku ini.

“Hmm, apa yang kulakukan? Memang apa yang kulakukan? Aku tak melakukan apa-apa,” jawabnya, pura-pura tak mengerti apa yang kukatakan.

Ah, anak ini mau mencari perkara dengan namja evil sepertiku ini yaa…

“Aish! Jangan pasang wajah pura-pura polos seperti itu! Cepat hapus fotoku! Aku tak pernah mengizinkanmu memotoku! Cepat hapus!” perintahku dengan wajah kesal.

“Tak bisa seperti itu. Ini kameraku. Kau tak bisa memaksaku untuk menghapus foto yang ada di kameraku. Lagipula kejadian tadi sangat langka. Takkan pernah kuhapus fotomu itu! Hahahaha,” jawabnya sambil tertawa.

Argh.. Awas kau, Minji!

“Kejadian apa, hah?!” tanyaku, bertambah kesal.

“Kejadian dimana kau tersenyum tulus dan bahagia seperti tadi. Aku belum pernah melihat kau tersenyum seperti itu. Aneh bukan? Sudah enam tahun aku mengenalmu, tapi baru tadi aku melihatmu tersenyum sangat tulus,” jawabnya sambil memandangku lekat.

Ah, Minji! Jangan pandang aku seperti itu! Tak taukah kau pandanganmu yang seperti itu selalu saja membuat jantungku berdebar tak karuan!

“Oh ya?” kataku, berusaha kelihatan tak menyadari bahwa aku tadi tersenyum.

“Ne. Tapi aku penasaran, apa yang membuatmu tersenyum seperti itu?” tanyanya.

Ah, anak ini. Masih saja bertanya hal itu. Apakah dia tak tau bahwa hanya dirilah yang dapat membuatku tersenyum bahagia. Nyonya Cho Minji, kau ini sangat bodoh…

“Tadi aku sedang memikirkan seseorang, Minji,” jawabku sambil menatapnya.

Kyuhyun POV end

Minzy POV

“Tadi aku sedang memikirkan seseorang, Minji,”

Aku menoleh padanya yang duduk di sebelahku.

DEG!

Jantungku berdebar kencang saat melihat ia sedang menatapku.

Tatapannya begitu damai dan lembut.

Ah, Cho Kyuhyun…

Aku ingin membalas tatapannya, tetapi…

“Tapi kau tetap tidak boleh sembarang memotoku! Tak sopan sekali ya!” teriaknya sambil menjitak kepalaku.

“Yaaa kau ahjussi tua!!! Sakit tau!! Kau ini menyebalkan sekali!! Kau ini memang benar-benar ya!! Kenapa sih kau tak suka difoto?! Aneh sekali!! Dasar ahjussi aneh!!” teriakku tak kalah kencang seraya mengusap-usap kepalaku.

“Dengarkan aku, Gong Minji,”

“Eh?”

“Aku tidak suka difoto karena bagiku foto adalah bentuk perpisahan,”

“Eh?”

“Banyak orang memoto sesuatu sebagai bentuk kenang-kenangan bukan?”

“Hmm, yaa. Hampir semua orang begitu,”

“Seakan-akan mereka tak akan pernah lagi menemui apa yang mereka foto pada saat itu,”

“Hmm,”

“Karena itu aku tidak suka difoto. Aku benci perpisahan. Sekalipun berpisah, aku yakin suatu saat akan bertemu lagi. Mengerti?”

Waw… Aku sedikit kaget akan semua pernyataannya barusan. Aku tak menyangka dia adalah namja yang, emm, yang dewasa.  Yaa, cukup dewasa.

“HEY! Kau mengerti tidak?!”

Aku mengangguk, seraya tersenyum manis padanya.

Dia terlihat kaget saat aku tersenyum manis padanya.

“Hey, Minji! Mengapa kau tersenyum seperti itu?!!”

“Kau tau mengapa aku tak mau memanggilmu Kyuhyun oppa, dan malah memanggilmu Kyuhyun ahjussi?”

Minzy POV end

Kyuhyun POV

“HEY! Kau mengerti tidak?!” bentakku.

Anak ini malah melamun! Dasar!

Dia mengangguk, lalu tersenyum.

Eh? Tersenyum padaku? Padaku?!

Tersenyum semanis itu padaku?!

Omoo… Detak jantungku sudah tak karuan, Gong Minji!

“Hey, Minji! Mengapa kau tersenyum seperti itu?!!” bentakku lagi.

Maaf Minji.. Aku sangat menyukai senyummu. Apalagi jika kau tersenyum padaku.

Aku menyukai semua yang ada pada dirimu, Minji.

Tapi, aku tak mau kau mendengar detak jantungku yang tak karuan ini.

Aku tak mau kau mengetahui perasaanku ini, waktunya belum tepat.

EH?!! Perasaan a-a-paa?!!

“Kau tau mengapa aku tak mau memanggilmu Kyuhyun oppa, dan malah memanggilmu Kyuhyun ahjussi?”

Eh? Ada apa dengannya?

“Hm, aku tidak tau. Memangnya kenapa sih kau tak mau memanggilku oppa? Apa susahnya? Kau malah memanggilku ahjussi! Minji, aku baru berumur 20 tahun! Kau kira aku ini sudah berumur 35 tahun, hah?! Ckck,” ungkapku.

Mendengar aku marah-marah, dia malah tersenyum.

“Oh Cho Kyuhyun.. Lihat dirimu. Marah-marah tak karuan, tak pernah tersenyum, dingin, dan yang lainnya itu. Kau sama sekali bukan sosok ‘oppa’. Kau itu perpaduan anak umur 5 tahun dan ahjussi berumur 40 tahun. Ya kan?” jawabnya tanpa rasa bersalah sedikitpun.

APA KATANYA?!!

DIA BILANG AKU APA?!!

“Ssstt, jangan marah-marah dulu,” katanya tepat saat aku ingin membuka mulut untuk memarahinya habis-habisan.

“Cho Kyuhyun, dengarkan aku,”

Eh?

“Aku  tak mau memanggilmu dengan sebutan ‘oppa’ karena aku memiliki prinsip bahwa hanya satu namja yang akan kupanggil dengan sebutan ‘oppa’ di dunia ini,”

APA?!

“Hm, siapa namja hebat itu? Namanya? Hebat sekali dia bisa membuat seorang Gong Minji luluh,”

“Aku tidak tau nama namja itu,”

APA?!!

“Hey! Kau ini bagaimana sih?!”

“Satu-satunya namja yang akan kupanggil dengan sebutan ‘oppa’ di dunia ini adalah namja yang akan menjadi suamiku nantinya,”

“APA?!!!!”

“Mianheyo. Bukannya aku tak menghormatimu lalu tak memanggilmu oppa. Kau tau dan Seunghyun Eunhyuk kan? Namjachingu Bom dan Chaerin eonnie?. Seumur hidup aku tak pernah memanggilnya oppa. Tak ada satupun namja di dunia ini yang pernah kupanggil dengan sebutan ‘oppa’,”

“Eh? Lalu, mengapa kau memanggilku ahjussi?”

“Karena kau dingin dan tak pernah tersenyum,”

“Hah?! Memangnya ahjussi-ahjussi di luar sana tak pernah tersenyum dan dingin ya?”

“Tidak kok. Hanya ada seorang ahjussi yang seperti itu,”

“Siapa?”

“Namanya Cho Kyuhyun ahjussi. Kaulah satu-satunya ahjussi yang dingin dan tak pernah tersenyum. Mengerti?”

ANAK INI!!!!!

“Aish, dasar bocah pabo!!” teriakku kesal terhadapnya.

“Hahahaha,”

Dia malah tertawa. Aku menghiraukannya.

Kira-kira siapa ya namja yang akan Minji panggil dengan sebutan oppa? Siapa ya namja yang akan menjadi suaminya dan akan ia panggil oppa?

Hm, jujur, aku sangat ingin mendengar kata ‘Kyuhyun oppa’ dari bibir mungilnya…

Cho Kyuhyun & Gong Minji…

Kyuhyun oppa… Ny. Cho Minji…

Tuhan, apakah mungkin? Suatu saat nanti?

“Minji, apakah mungkin namja yang kelak menjadi suamimu adalah aku?”

Kyuhyun POV end

Minzy POV

Aku sedang tertawa kencang. Ya, menertawai namja pabo yang ada di sampingku ini.

Hm, tapi tumben sekali dia tidak menjitak kepalaku jika aku menertawainya. Ada apa dengannya? Apa dia marah padaku?

“Minji, apakah mungkin namja yang kelak menjadi suamimu adalah aku?”

DEGG!

Wajahku langsung memerah seperti kepiting rebus. Jantungku sudah berdebar, dag dig dug…

“HAHAHAHA! Lihat wajahmu, Minji!! Mengapa memerah begitu?! Lucu sekali hahahaha!!!”

Astaga!

Dia hanya mengerjaiku!!

Aku kira pertanyaannya tadi sungguh-sungguh!!

Argh, Kyuhyun ahjussi menyebalkan!!!!

“YAK KAU! Apa maksudmu, hah?!! Kau menyebalkan sekali ya!!!” teriakku, sambil menjitak kepalanya keras-keras.

“Awww! Sakit, Minji!”

“Rasakan! Kau jahat sekali sih! Namja evil menyebalkan! Dasar k-k-au..

CHUP!

ASTAGA!!

DIA MENCIUM PIPIKU!

CHO KYUHYUN MENCIUM PIPIKU!

OH TUHAN!

Minzy POV end

Kyuhyun POV

“Rasakan! Kau jahat sekali sih! Namja evil menyebalkan! Dasar k-k-au..

Tak tahan mendengar rengekannya, aku mengambil senjata namja tampan.

Aku langsung mendekatkan wajahku ke wajahnya, dan

CHUP!

Aku membiarkan bibirku berada di pipi kanannya selama 10 detik, menunggunya diam, dan langsung mengambil tas serta bukuku, lalu berdiri.

“Kau sudah selesai memoto kan? Ayo pulang,”  kataku santai, lalu melangkah sambil menunjukkan wajah evil serta senyum kemenangan, meninggalkannya yang masih terhipnotis oleh ciuman mautku.

Hm, itu ciuman pipi pertamaku pada yeoja selain eomma dan saudara perempuanku.

Tentu saja! Aku hanya ingin mencium yeoja yang kucintai.

EH?!

“CHO KYUHYUN!!! APA YANG KAU LAKUKAN, HAH?!! TUNGGU AKU!!!”

Aku tersenyum mendengar teriakannya.

Aku terus saja berjalan menelusuri taman ini, memandangi langit sore kota Seoul, seraya memikirkan seseorang.

Memikirkan Ny. Cho Minji…

***

5  years later…

Whoaaa…

Aku masih Cho  Kyuhyun yang dulu. Masih tetap tampan dan terus semakin tampan, masih dipuja oleh banyak yeoja, masih evil, dan masih mencintai Gong Minji dan terus menunggunya.

Oh Tuhan! Aku sangat merindukannya! Lima tahun sudah kami berpisah, demi impian masing-masing…

Hey, kini aku telah menjadi pengusaha hebat! Ternyata aku sangat baik dalam urusan bisnis. Tak sia-sia dulu aku belajar Ekonomi mati-matian dengan Seunghyun hyung, namjachingu Bom noona.

Di umurku yang baru 25 tahun, aku telah menjadi pengusaha papan atas di Korea. Hebat, bukan? Cho Kyuhyun!

Disana, di Kanada, belahan jiwaku juga berjuang mati-matian demi impiannya. Dua tahun dia bersekolah di sekolah khusus menari dan tiga tahun membangun kariernya. Dia berjuang sangat keras.

Hasilnya? Sungguh memuaskan!

Kini, dia telah menjadi penari hebat! Dia menjadi dance singer yang mendunia!

Gong Minji, multitalented dance singer from Korea!

Keren ya? Gong Minji!

Aku penasaran apakah dia masih seperti dulu ya..

Ah, aku sangat merindukannya…

Aku ingin memeluknya, membawanya ke dalam dekapanku…

Kejadian lima tahun lalu selalu terngiang-ngiang di benakku..

Minji, gomawo…

*flashback*

Sore yang indah. Aku sedang duduk menikmati langit sore di taman, tempatku dan Minji. Sedari tadi kami hanya terdiam. Aku bingung mau bicara apa.

Bagaimana bisa aku mengobrol dan bercanda dengannya seperti biasa sedangkan kenyataan kami akan berpisah telah ada di depan mata!

Tentu saja aku tak mau melepasnya sebelum dia tau perasaanku padanya.

Tapi, aku tak tau mulai dari mana! Ah, Kyuhyun pabo!

Oh, tuhan.. Bagaimana ya?

Hhhh..

Dia menghela napas panjang. Apa ia merasakan juga apa yang kurasakan?

“Wae?” tanyaku pelan.

“Aku tak mau berpisah denganmu,”

APA KATANYA?!

“Eh?!”

“Aku tak mau berpisah denganmu! Aku takut kehilanganmu! Aku akan rindu sekali padamu! Aku—

“Sudahlah, Minji,” ungkapku, dibelakang punggungnya, membawanya ke dalam dekapanku.

“Apakah kau biasa saja berpisah denganku? Aku memang hanya bocah SMA yang tak penting bagimu , tapi apakah kau tak merasa sedih sedikitpun? Aku memang sering membuatmu kesal, tapi apakah aku sama sekali tak berarti bagimu? Apakah-

“MINJI!” bentakku marah. Apa maksud anak ini, hah?! Dia bertanya apakah aku tak merasa sedih berpisah dengannya?!! Dia bertanya apakah dia sama sekali tak berarti bagiku?!! Apa dia sudah gila?!!!

 Dialah yang selalu kupikirkan, kupedulikan, kumimpikan, dan kucintai selama enam tahun belakangan! Aku selalu berdoa agar suatu saat nanti dia dapat menjadi Nyonya Cho! Aku mencintai dia! Hanya dialah yang bisa membuatku tersenyum! Dia sangat berarti!

oh, Gong Minji, kau sangat pabo!!!

“Apa yang kau katakan, hah?!! Kau tau, aku selalu bersamamu, selalu melindungimu, selalu berada di sampingmu apapun yang terjadi, semuanya, aku melakukannya karena apa?! Aku melakukan itu semua karena aku menyayangimu, Minji!! Tentu saja aku akan sangat sedih berpisah denganmu! Sangat dan sangat sedih! Aku khawatir siapa yang nanti akan menjaga dan memperhatikanmu. Ingin rasanya aku tak melepasmu, tapi semuanya demi impian kita, bukan? Gong Minji, kau sangat berarti. Kau sangat berarti bagiku,”

Dia tersenyum bahagia mendengar kata-kataku.

“Gomawoyo, Kyuhyun ahjussi,”

“Aish, kau ini. Selalu saja memanggilku ahjussi!” kataku sambil menjitak pelan kepalanya. Oh Tuhan, aku akan sangat merindukannya memanggilku Kyuhyun ahjussi dan menjitak kepalanya..

“Hahahaha! Kau juga selalu menjitak kepalaku! Tapi, aku akan sangat merindukan jitakanmu,”

Yeah, dan aku juga akan sangat merindukan tawamu itu, Minji…

Aku akan sangat merindukan semua hal yang ada padamu…

Gong Minji, aku akan sangat merindukanmu…

Kami pun terdiam sejenak, mencoba mengingat dan mengenang kenangan bersama. ah, semua itu sangat indah dan menyenangkan…

Tiba-tiba,

“Saranghae, Cho Kyuhyun,”

EH?! APA KATANTA?!!!!

“A-a-a-ppp-a-aa?!! Kau bilang apa, Minji??!!”

“Saranghae. Aku bilang saranghae. I love you, Kyuhyun,”

OH  TUHAN!!

“K-kk-a-a-u se-se-ser-i-ius?!!”

“Tentu. Aku hanya tak ingin menyesal. Aku mencintaimu, mengerti?”

APA?!!!!!

“M-m-in-njii?!”

“Waeyo? Aku harus pergi, pesawatku akan berangkat satu jam lagi. Cho Kyuhyun, aku takkan mengecewakanmu. Aku akan berjuang sekuat tenagaku. Aku akan terus mengingatmu dan takkan berubah. Aku akan kembali. Jadi, tolong nantikan aku ya? Kau berjanji?” tanyanya sambil memegang tanganku.

APA?! Oh Tuhan, aku masih sangat kaget -_-

“eh, hm, ya tentu aku berjanji. Hm, aku juga takkan mengecewakanmu, Minji. Aku berjanji,”

“Gomawo,” katanya, tersenyum senang.

Ah, kau tak usah memintaku untuk melakukannya dan berterimakasih, Minji.

Tanpa kau minta pun, aku akan selalu menantimu.

Hanya untukmu. Sampai kapanpun.

“Aku harap saat kau kembali padaku nanti, kau mau menerima kesempatan itu,” kataku dengan tatapan evil andalanku.

“Hm, kesempatan apa?” tanyanya bingung.

“Kesempatan untuk menjadi Ny. Cho Minji,” ucapku, dan taraaa! Wajahnya sudah memerah tak karuan. Semakin cantik saja…

“Gong Minji, I love you, more than anything in the entire world. So, please come back to me, baby,” bisikku di telinganya, dan menghadiahkan ciuman perpisahan di pipi lembutnya.

Gong Minji, biarkan diriku mencintaimu hingga ujung usiaku…

*flashback end*

Begitulah.. Dia membalas perasaanku..

Minji, gomawo…

Tak tahan menahan kerinduan, akupun segera mengambil Iphoneku yang terletak di tempat tidur, dan mengirim pesan untuk yeojaku.

To : Ny. Cho Minji ❤

Good morning my love.

Baby,  you know?
I  just need you,
I don’t need nothing else,
I promise,  I swear,
I  just need you..

I  want to see you,

I want to hug you,

I want to hear your voice,

I want to see your face,

I want you…

I miss you so badly!

Baby, please come back to me, k? I’m waiting.

Hm, I still love you, until whenever.

Love yaa.

-Cho Kyuhyun, your future husband-

Sending…

Done..

Aku tersenyum membaca pesan yang kukirim padanya. See? Cho Kyuhyun is Gong Minji’s flirty boy.

Kyuhyun POV end

Minji POV

Whoaaa! Seoul city~~~~~~~!! I’m back, yeaah!

Aku sedang dalam perjalanan menuju apartemenku. Tak sabar rasanya ingin bertemu dengan Bom eonnie dan suaminya, Choi Seunghyun, bertemu dengan Chaerin eonnie dan namjachingunya, Lee Hyukjae, dan tentu saja, namjachinguku, Cho Kyuhyun. Aku sangat merindukan mereka!

Hm, lucu ya rasanya, sekarang aku berpacaran dengan orang yang menurutku adalah ahjussi tua, pabo, jelek, cerewet, dan menyebalkan.

Cho Kyuhyun, aku jatuh dalam pesonamu…

Dia kini telah menjadi seorang pengusaha besar. Aku kagum pada semangatnya dalam menggapai impiannya.

Aku juga telah menggapai impianku! Yep! Kini aku telah menjadi penari hebat! Dance singer, Gong Minji! Terdengar keren ya? Hehe..

Drtt… drtt…

Iphoneku bergetar, tanda ada pesan masuk.

Aku segera mengambilnya dari saku bajuku, dan memeriksa siapa yang mengirimiku pesan.

New message. Open.

From : My Kyuhyun ❤

Good morning my love.

Baby,  you know?

I  just need you,
I don’t need nothing else,
I promise,  I swear,
I  just need you..

I  want to see you,

I want to hug you,

I want to hear your voice,

I want to see your face,

I want you…

I miss you so badly!

Baby, please come back to me, k? I’m waiting.

Hm, I still love you, until whenever.

Love yaa.

-Cho Kyuhyun, your future husband-

Omoo! Rasanya diriku sudah melayang di langit setelah membaca pesan manis itu. Grrr, Tuan Cho Kyuhyun, you always make me blush!!

Akupun segera membalas pesannya itu.

To : My Kyuhyun ❤

Hm, good morning too Kyu<3

Yeah, I know. So, just wait me k?

I promise I’ll come back to you, baby^^

Mm, saat aku kembali padamu, aku takkan membuang kesempatan untuk dapat memanggilmu Kyuhyun oppa.

Aku sangat menantikan diriku untuk menjadi Ny. Cho Minji.

Xoxo,

Your sweet Minji^^

Sending..

Done..

Aku tersenyum membacanya. See? Gong Minji is Cho Kyuhyun’s sweet girlfriend.

***

Aku sudah sampai di depan apartemenku. Whoa, lima tahun sudah berlalu, tapi tak ada yang berubah. Ini tetap rumahku.

Dengan pasti aku segera membuka pintu masuk, dan

“WELCOME BACK TO HOME!!!”

“Omoo!!” teriakku saat masuk ke dalam, dan surprised! Ada Bom eonnie dengan Choi Seunghyun, Chaerin eonnie dengan Lee Hyukjae, Daesung soesaengnim, guru fotografiku dan Yongbae soesaengnim, guru menariku! Mereka semua memakai topi pesta dan meniupkan terompet! Di meja makan terdapat kue cantik dan makan siang yang sangat menggiurkan. Di belakang mereka ada huruf-huruf berwarna-warni yang membentuk tulisan ‘Welcome Back To Home, Our Baby Minji!’…

Omoo, aku tetap ‘Baby Minji’ mereka? Mereka menyiapkan ini semua untukku?

Oh Tuhan, terimakasih telah memberikan mereka padaku, mereka yang begitu menyayangiku…

“Kalian?!!!!! Ini semua untukku?” kataku, sangat terharu akan usaha mereka menyambut kedatanganku.

“Tentu! Kami semua sangat merindukanmu, Minji!” jawab Bom eonnie dengan penuh semangat, lalu menghampiriku. Yang lainnya juga segera beranjak menghampiriku.

“Hey, jangan menangis, Minji,” ucap Chaerin eonnie, mengusap air mataku.

“Aku terharu akan usaha kalian. Kalian tetap menyayangiku, gomawo,” ucapku bahagia.

“Tentu kami menyayangimu!” ucap Yongbae soesaengnim.

“Yepp! Sangat menyayangimu!” tambah Daesung soesaengnim.

“Nah, sekarang kan Minji sudah datang, ayo kita makan!” ucap Eunhyuk semangat.

“Yak kau!! Makan saja yang kau pikirkan!!” bentak Seunghyun pada Eunhyuk.

Aku tertawa melihat mereka berdua. Mereka semua tak berubah.

Tuhan, aku sangat mencintai mereka semua…

Eh? tapi mana Kyuhyun? Apa dia tidak tau aku telah kembali?

Masa iya Bom eonnie tidak memberitahunya?

Aku kebingungan.

“Waeyo? Kau mencari dia?” tanya Bom eonnie dengan senyum manis di bibirnya. Aish, kakakku ini memang semakin cantik saja… serasi bukan dengan Choi Seunghyun?

“Ah, hm, iya, hehehe,” ucapku, malu karena ketauan memikirkan Kyuhyun.

“Wah, baby minji kita telah merasakan indahnya cinta yaa,” kata Chaerin eonnie sambil mengusap-usap lembut kepalaku. Huaaa, kakakku ini semakin lembut dan cool saja… sungguh, Lee Hyukjae sangat beruntung memiliki yeoja seperti Chaerin eonnie ini. Hhh…

“Hehehe, eonnie, kau bisa saja,”

“Dia ada di taman, Minji. Temuilah dia,” ucap Eunhyuk sambil mengedipkan sebelah matanya.

***

Now, that I think about it, so many sweet moment of me and him…

Taman ini tidak berubah. Tetap indah dan menyenangkan seperti yang dulu.

Aku duduk di bangku panjang, mengenang kenangan-kenangan manis yang masih terekam jelas di benakku. Kenangan bersama Cho Kyuhyun…

Ah! Aku sangat merindukannya!

“Memikirkanku?”

Sontak aku langsung berdiri. Cho Kyuhyun?!!

“Hey, chagiya,”

Aku bisa merasakan kehangatan tubuhnya. Kedua tangannya melingkar di pinggangku, membawaku ke dalam dekapannya.

“Akhirnya kau kembali padaku,” ucapnya, meletakkan kepalanya di pundakku.

Tentu saja aku kembali padanya. Dia adalah hidupku!

“Yeah, dan kau juga menantiku. Gomawo,”

“Cheonma. Kulihat kau semakin dewasa saja. Sudah umur 22 tahun, yeah? Masih bisa tidak ya aku memanggilmu Bocah Pabo? Hahaha,”

Oh Tuhan, aku sangat merindukan tawanya ini…

“Aish kau ini! Kau sendiri?! Kau sendiri tetap saja ahjussi tua menyebalkan!”

“Hahaha, penampilanmu mungkin dewasa, tetapi sifatmu masih saja seperti Minji lima tahun lalu. Tak terasa ya waktu berlalu begitu cepat,”

Aku tersenyum mendengarnya.

“Yeah,”

Kami terdiam sejenak, menumpahkan rasa rindu selama ini.

Tiba-tiba,

“Minji, you know? Your existence is like water to me, if I’m with you, I’m so happy, and nothing else. I’m already inside of you. Just you’re inside of me. My heart keeps saying it loves you and the more the world listens. I’ll be with you and give you only good memories. So, in return you can’t leave me. Please stay with me. Everyday with you it was so wonderful. Now, I want to wake up everyday with you, just with you. Gong Minji, would you marry me?”

Oh Tuhan…

Aku ingin bahagia dengannya…

Izinkan aku bersamanya, sampai nanti…

“I will, Cho Kyuhyun,” ucapku dengan tangis bahagia.

My heart keeps saying it loves you and the more the world listens.

That the love has been found us, so we might be together.

***

10 years later…

“Appa! Eomma!” aku yang sedang memasak di dapur segera menghampiri asal suara itu.

“Ada apa, HyunJi?” tanyaku seraya duduk di sofa.

“Lihat! Aku menjadi juara satu dalam lomba menari! Hebat kan, eomma? Lihat! Ini pialanya!”

Aku mengangguk bangga. Agaknya bakat menariku mengalir di dalam darah anakku.

Kyuhyun yang sedang membaca koran mengambil piala itu dan memperhatikannya.

“Juara I Lomba Menari dalam Festival Seni Kirin Elementary School, Cho HyunJi,” bacanya pada tulisan di piala tersebut.

“Ne! hebat kan, appa?”

Kyuhyun tersenyum. “Tentu! Anak appa memang hebat, bukan?”

Tok.. tok..

“Masuk!”

Whoaa.. ternyata Choi MiHyun, anak Bom eonnie dan Seunghyun, serta Lee HyukRin, anak Chaerin eonnie dan Eunhyuk..

“Mihyun? Hyukrin? Ada apa?” tanyaku ramah.

“Kami ingin mengajak Hyunji bermain,”

“Oh, yasudah mainlah,”

“Eomma, appa, aku main dengan mereka dulu ya!” ucap Hyunji sambil salim denganku dan Kyuhyun.

“Ne. Pulanglah sebelum hari sore!”

Hyunji mengangguk dan beranjak meninggalkan rumah.

Setelah mereka bertiga pergi, Kyuhyun yang duduk di sebelahku langsung merapat padaku dan melingkarkan tangannya di pinggangku.

“Yeobo,” panggilnya manja.

“Ada apa oppa?”

“Whoa, aku sangat senang kau memanggilku oppa. Aku sangat beruntung dapat menjadi satu-satunya namja yang kau panggil oppa di dunia ini. Rasanya seperti mimpi, tau?”

Aku tersenyum mendengarnya.

“Hmm, dan aku juga sangat beruntung dapat menjadi Ny. Cho Minji. Rasanya juga seperti mimpi,” ucapku sambil memandangi cincin pernikahan aku dan dia yang telah melingkar manis di jari manisku dan jari manisnya.

“Terimakasih telah menjadi Ny. Cho Minji dan memberikan kebahagiaan untukku. Gong Minji, saranghae,”

“Terimakasih juga telah menjadi Kyuhyun oppa untukku. Nado saranghae, Cho Kyuhyun,”

Kyuhyun oppa memperat pelukannya.

“Minji,  my heart wants me to tell you, i can’t live without you,”

Huaaa…Aku sangat suka kata-katanya barusan.

kata-kata ini sudah diucapkannya beribu-ribu kali dan selalu berhasil membuatku tersipu malu…

Yeah…

Dia tidak bisa hidup tanpaku…

Aku juga sudah beribu-ribu kali mengatakan padamu bahwa aku juga tak bisa hidup tanpamu, Cho Kyuhyun…

Aku sangat mencintaimu, sampai kapanpun.

Tn. Cho Kyuhyun & Ny. Cho Minji

 

Kini, aku yakin aku akan terus bersamamu.

Kini, aku yakin aku akan terus bernapas bersamamu.

Kini, aku yakin aku akan terus berjalan bersamamu.

Kini, aku yakin aku akan terus tersenyum bersamamu.

Kini, aku yakin aku akan terus tertawa bersamamu.

Kini, aku yakin aku akan terus menikmati indahnya dunia ini bersamamu

Kini, aku yakin aku akan terus mengenggam tanganmu.

Hanya bersamamu…

Yaa, hanya denganmu!

 

You and I

Forever and ever…

-The End-

Bagaimana? Bagaimana? wuaahhhh >< sebenernya ff ini admin ikutin sebuah kontes ff, dan menang :’D jarang banget yah Minzy dipairing sama Kyuhyun :p kekekeke ~ yaah semoga ff ini ga mengecewakan deeh^^ jangan lupa comment yaah^^v

Cast: Lee Chaerin/CL, Kwon Jiyong/GDragon, Sandara park/DARA
Other: Park Bom, Gong Minji, Seungri
Genre: Romantic

(Cerita dari Fanfiction ini adalah Fiksi belaka berdasarkan imajinasi saya saja)

“Itulah mengapa pandangan ‘disetiap cerita tidak selalu bahagia’ terus ada, dan aku merasakannya”

***
“Yeobseyo.. ” Suara getir Chaerin terdengar, pelan, tidak bersemangat “Gwenchanayo.. Hanya capek, aku berlatih terlalu keras tadi. Aku ingin istirahat” Suaranya menggambarkan betapa lelahnya dia “Ne. Aku tidak apa-apa. Aku tutup telponnya ya. Bye”
Klik.. Chaerin menutup teleponnya, air matanya mengalir.. Tidak deras, tapi air mata itu menunjukkan kekesalan yang Ia pendam..

“Tok tok tok.. Eonie, Kau didalam? Keluarlah. Ada hal menarik di TV, cepat eoni!!!” Minzy mengedor pintu tanda agar Chaerin cepat keluar.
Chaerin secepat mungkin mengusap air mata, lalu keluar dari kamarnya..
“Oh chaerin, cepat!!!” Bomie menarik Chaerin langsung ke depan TV, sesosok pria tampan yang sedang berada dalam sebuah talk show live, diperhadapkan 2 pilihan;
‘CL(Chaerin) dari 2NE1’ atau ‘DARA dari 2NE1’
Dengan tegas memilih..
“Waaaahhhh.. ” Teriak Bom dan Minzy “Ahg~~~ Keren“ Teriak Minzy lagi “Kabar Besar” sambung Bom, dengan gembira mereka menari-nari gaya ubur-ubur o.O
CL hanya terdiam melihat aksi pria itu .. “Kim Hyun Joong??”
“Ne, Aku dengar, Kim Hyun Joong-ssi, memang mengagumimu eoni” tutur minzy dengan mantap, menyakinkan Chaerin bahwa yang dia dengar adalah hal benar
“Omona~ Dia itu sangat tampan Chae, sangat cocok denganmu” Kata Bom
Mereka tiba-tiba diam, hening.
“Ahg~ gomawoyo Kim Hyun joong-ssi” teriak chaerin, Chaerin yang tadinya bersedih, menjadi cerita kembali.. Mereka bertiga lalu menari gaya ubur-ubur andalan bomie..
Dan..
“Aku pulang..” Dara masuk ke dalam apartemen
“Oh.. Eoni, Kau pulang larut.. Dari mana saja??” Sambut Minzy
Dara tersenyum, menatap Chaerin ‘Mianeyo Chaerina~’ batin Dara

***Flashback***
Chaerin POV
Siang ini, matahari sangat terik.. Tapi mengapa suasana menjadi sejuk? Apa karena Jingyo oppa bersamaku?
Kami sedang menatap Langit Biru di atas sana..
Banyak yang mengatakan, Walau tidak bersama, ditempat yg berbeda, sepasang kekasih melakukan hal yang sama pun cukup.. Tapi kali ini aku beruntungkah? Kami Berdekatan dan Kami melakukan hal yang sama. Bukankah ini hebat?

Handphone Jingyo oppa berdering, Aku melirik sedikit ke arah handphonenya .. Ha?? ‘DARA EONIE’ !!
“Astaga.. Aku lupa !! Baiklah aku akan segera kesana. Miane. Tunggu aku” Jingyo oppa berlari meninggalkanku tanpa sepatah katapun, tanpa berbalik padaku sedikitpun..

Aku mengikuti, arah Jingyo oppa berlari.. Benar, Dia meninggalkanku untuk Dara eonie??
Kenapa hatiku rasanya terbakar lagi, seluruh badan serasa meriang, Ketakutankah ini? Oppa~ Eonie~

***
Pagi pagi sekali Jiyong ke kantor YG, melakukan Fitness, meregangkan sedikit otot-ototnya..
“Hyung, apa yang terjadi? Kau bangun sebelum Ayam bangun” Tanya Seungri dengan ekspresi bingung
“Entahlah, Sepertinya ada Roh yang merasukiku”
“Baiklah, Aku pikir saat ini, Kau bukan dirimu, Jadi Aku akan berhenti berbicara dengan mu sampai Kau, benar-benar Kau” Kata seungri dengan serius, dan Jiyong menahan tawa “Aku pergi hyung” Seungri berlari meninggalkan Jiyong di ruangan itu. Terdengar suara pintu dibuka dan ditutup oleh seungri.. Tidak lama kemudian pintu kembali dibuka dan ditutup..
“Seungri.. Bisakah kah tidak mondar-mandir?” Jiyong membalikkan badan pada seseorang yang Ia yakini adalah seungri “Chaerin~ ??”
“Oppa”

***Flashback***
Jiyong POV

Ahg~ Betapa bodohnya Aku ini, Miane.. Kau boleh membenciku kali ini.. Tapi biarkan aku menemukanmu..
Miane.
Terdengar suara Chaerin yang menjawab telepoonku “Yeobseyo”
“Yeobseoyo .. Hunchae.. Chaerin” “Kau dimana sekarang hunchae? Kau baik-baik saja? Maafkan aku, tadi itu adalah janji dan aku lupa. Mianeyo”
Suara Chaerin sangat pelan, namun masih bisa Aku tangkap “Gwenchanayo.. Hanya capek, aku berlatih terlalu keras tadi. Aku ingin istirahat”
“Benarkah kau tidak apa-apa?” Aku tidak yakin Dia tidak apa-apa
“Ne. Aku tidak apa-apa. Aku tutup telponnya ya. Bye”
“Aniyo.. Chaerin, Jangan tutup teleponnya”
Aku mencoba menghubunginya lagi, tapi tidak diangkat.. Chaerin~

***
“Hunchae, Mianeyo..” Jiyong nampak sangat bersalah
“Aniyo oppa.. Tidak masalah” “Aku hanya sedikit heran, Orang seperti apa yang Kau temui kemarin? Apakah dia orang yang saat special? Penting? Berarti untukmu?”
“Tidak seperti itu hunchae.. Aku hanya panik saat itu karena Aku telah berjanji dan melupakan janjiku” Jiyong segera membantah.. Chaerin hanya tersenyum, Sepertinya Chaerin legah mendengar hal itu
“Oppa.. Aku ingin memperlihatkanmu sesuatu.. Tapi Aku meninggalkannya di mobil, bisa kah kau tggu sebentar?”
“Iya”

Beberapa saat kemudian..
Jiyong masih menunggu, Dia duduk mengarah ke kaca-kaca jendela, Ia mendengar musik dengan Headset dari ipodnya, Ia tidak mendengar apapun selain musik, seseorang datang dan memeluknya dr belakang.. Jiyong melepas headset.
“Gomawo”
Jiyong tersenyum “Hunchae.. ” Jiyong berbalik, Org yang Jiyong anggap Chaerin itu langsung melepas pelukkannya pd Jiyong, dan Ia adl DARA, Jiyong terkejut. Begitu pula Dara.
Di dekat pintu masuk, Chaerin hnya menyaksikan hal ini.. Matanya berkaca-kaca, tp trlebih hatinya bagai kaca jatuh kelantai, pecah, serpihannya menyayat hati~

To be Continue..

N/T Annyeong.. 🙂 Kali ini agak panjang nih. Hehe. Miane Sy tdk ahli berpuitis jd FFnya sederhana banget..
Chapter 5 nanti, Konfiknya udah mulai.
Tggu kelanjtannya ya. Gomawo.

Cast : Sandara Park/Dara, Kwon Jiyong/G-Dragon

“Apa yang bisa kita lakukan hari ini, akan kita lakukan.. Karena belum tentu besok atau hari lainnya.. Kita bisa bersama”

***
Seorang wanita cantik berdiri nampak gelisah memegang telepon genggam di depan sebuah mobil putih mewah miliknya..
“Yeobseyo.. Jiyonga~ kau dimana? Aku sudah menunggumu lama..”
“Astaga.. Aku lupa!! Baiklah Aku akan segera ke sana. Miane. Tunggu Aku”

***

Jiyong berlari menghampiri Dara, nafasnya terengah seakan menggambarkan dirinya datang dengan terburu-buru “Mianeyo noona.. Aku lupa”
“Aish.. Alasan mati.. Dasar Kau ini” Dara memukul kepala Jiyong dengan lembut.. Jiyong hanya tersenyum
“Karena Kau terlambat, jadi kau harus traktir aku”
“Mwo? Bukannya Kau yang akan menaktirku? Wah, kalau tahu seperti ini, Aku tidak perlu berlari ke sini” keluh Jiyong sehingga karisma yg ada pada dirinya lenyap seketika, hal ini membuat dara tertawa..
“haha. Baiklah. Ayo pergi. Dan pakai ini !” Dara menyerahkan topi, masker dan kacamata agar identitas mereka tidak diketahui “Aku tidak mau ambil resiko Jika ketahuan Kau adalah G-dragon”
Jiyong hanya tersenyum.

***

DARA POV
Aku sangat senang hari ini, untuk pertama kalinya aku dan Jiyong hanya berdua, hanya kami saja menghabiskan waktu melakukan hal-hal yang menyenangkan.
Dia tidak menggandeng tanganku, Dia tidak menatapku, tapi Dia bersamaku. Itu lebih dari cukup.
“Oh.. Jiyonga~ seleramu bagus!” kataku menunjuk syal kuning yang dipegang Jiyong..
“Ahg.. Kau suka? Ambillah. Aku cari yang lain” Jiyong menyerahkan syal kuning itu
“Ahh.. Jiyonga~ bagaimana kalau aku memilihkan syal untukmu?”
“Wah. Ide bagus”
Aku memilihkan syal merah muda yang tidak terlalu terang untuk nya.. Jiyong menerimanya tanpa protes.

Hari ini serasa ‘valentine day’, sepasang kekasih saling memberi hadiah. Kya~
walau kami bukan sepasang kekasih, walau sebenarnya kedua syal itu bukan hadiah yang saling ditukarkan, walau jiyong menganggap hal ini biasa saja, walau hal ini aku aku yang mengaturnya tapi maaf, aku bahagia bisa bertukar hal yang kami sukai..

“Astaga.. Aku lupa noona.. Aku harus pergi” Jiyong berlari meninggalkanku sendiri.. Keramaian tempatku berdiri saat ini, tiba-tiba menjadi sepi.. Yang aku dengar hanya sentakan suara kaki Jiyong yang sedang berlari.. ‘Jiyonga~ pelan-pelanlah berlari, Kau bisa tersandung berlari secepat ini..’

***
JIYONG POV
Miane.. Kenapa Aku begitu bodoh meninggalkanmu?
Aku berlari, mata mencari keberadaanmu disetiap lorong, dari ruang ke ruang, tapi Kau tak ada.. Bahkan Kau tidak mengangkat teleponku
Ah.. Betapa bodohnya Aku. Miane. Kau boleh membenciku kali ini, tapi biarkan aku mengetahui kau dimana saat ini.. Mianeyo..
“Yeobseoyo.. Hunchae.. CHAERIN~”

Continue .. (chapter 4)

N/T.
Annyeong, Whats up! Seperti yang saya janjikan, chapter 3 adalah daragon moment, heheh.. Sampai chapter 3 ini udah bisa ditebakkan karakter Jiyong, chaerin dan Dara?? ..
Tinggalkan komen membangun ya.. Agar chapter selanjutnya bisa lebih baik. Gomawoyo

 annyeong blackjacks! kami, @2NE1_Fansclub telah mengadakan project fanfiction dalam rangka bom’s birthday.. nah, inilah beberapa fanficiton yang telah masuk ke email kami! semoga dapat bermanfaat!

DON’T BE A SILENT READERS!

DONT COPY!

Image

Bom Fanfic.

Cast:

  • Bom 2NE1
  • Dara 2NE1
  • CL 2NE1
  • Minzy 2NE1
  • G-Dragon BIG BANG

 

Suatu pagi yang cerah, di Lesley University.

“Park Bom!”

Aku berusaha menutupi wajahku, karena aku tahu siapa yang memanggilku. Ya, siapa lagi kalau bukan Dragon? Aku tahu, pasti mukaku akan memerah jika bertemu G-Dragon.

“BOM! Jawab dong..” Dragon memelas.

Dengan terpaksa, aku menjawabnya sembari menutupi wajahku dengan tangan. “Ya?”

“Udah dipanggil 2 kali, jawabnya cuma ‘ya?’.. Bagus banget ya,” kata G-Dragon dengan ekspresi yang sedikit kesal.

Dag, Dig, Dug. Aku merasakan jantungku berdetak dengan sangat cepat. Inikah yang dinamakan cinta? Saatku menatap G-Dragon, rasanya seperti berbunga-bunga, dan sesak nafas. Apakah ini?

“Heeyyy Bom! Latihan yuukk!!” teriakan itu membangunkanku dari lamunan ini. Disana ada CL, Minzy, dan Dara. Pasti mereka mengajakku latihan untuk Pentas Seni minggu ini, tepatnya.. BESOK!! Ya, grup kami adalah grup andalan Lesley University, tempatku berkuliah..

 

di ruang latihan

 

“Heey, my beloved Bommie. Ada apakah gerangan, mukamu begitu berseri-seri?” tanya CL, yang baru menyadari bahwa wajahku berseri-seri.

“Bukan urusan kamu, weeekkk…” ujarku sembari mengeluarkan lidah.

“Oh, jadi Bommie gitu ya? Ooooh, sepertinya aku tahu. Kamu pasti tadi lagi ngelamun soal G-Dragon kan? Aku denger tadi kamu dipanggil sama dia.. Udah, ngaku aja deeh..!” CL menebaknya! Ohhh, CL. Mengapa engkau sangat pintar? Merasa sudah tidak bisa menyembunyikannya lagi, aku pun berkata “Ya, CL,” singkat, padat, lengkap, meringkas semua jawaban dari pertanyaan CL.

Selama latihan, yang hanya di otakku hanya ada satu. G-Dragon.. G-Dragon.. G-Dragon.. Yeaah, I am falling in love, dude!

Hari ini, aku, dengan 2NE1 pastinya, menyanyikan lagu Lonely, Ugly, dan Go Away. Untung saja kami berlatih di ruangan, kalau di ruang terbuka.. Waaah, pasti para fans sudah mendatangi kami! ^˛^

 

sesampainya di rumah

 

Wajahku sudah mulai normal. Hatiku tak berdegup cepat seperti tadi lagi, dan aku sudah mulai terbiasa dengan semua ini. Hari ini, G-Dragon memanggilku beberapa kali, aku tidak menghitungnya. Dan aku baru menyadari bahwa G-Dragon sangat humoris, dan…. Romantis! Tadi dia menembakku, face to face. Ya Tuhan, mimpi apa aku semalam? Ditembak oleh seorang pria yang paling populer di sekolah!

 

“Bommie my baby.. Maukah kamu menjadi kekasihku? Bommie, aku tidak akan mengecewakanmu.. Kamu mempunyai suara emas, dan wajah yang cantik jelita, babe.. Terima yaa, terima? Saranghae..”

Huwah, aku masih saja mengingat kejadian itu, itu terjadi di depan semua anak 2NE1! Dan pastinya, sudah bisa ditebak, yang paling heboh adalah CL. Karena dia adalah masternya relationship di 2NE1 ini. Sebagai Leader di 2NE1 ini, pastinya dia jago menyanyi, dan gayanya yang tomboy itu.. Wow.

***

Hari yang baru! Hari ini, aku menjalani hariku dengan biasa, tetapi dengan status yang beda! Yaap, aku sudah resmi menjadi kekasih G-Dragon! Aaaa, tidak bisa kubayangkan menjadi kekasihnya. Janganlah kekasihnya, menjadi temannya saja, waaaaaaa tidak bisa membayangkaaan!! Aku kira dia itu sombong lah, sok kaya.. Dan banyak pikiran negatifku terhadap dirinya. Ternyata, setelah kenal lebih dekat, semua pikiran negatif itu terganti dengan pikiran postif!

 

Hari ini, 16 Maret 2012. Pentas Seni Lesley University! Hari ini, 2NE1 akan menyanyikan lagu Lonely, Go Away, dan tentunya.. Hits kami, I AM THE BEST! NAEGA JEIL JAL NAGA, siapa yang tak tahu lagu ini? Kami (beserta G-Dragon dan klub musiknya, Big Bang) hanyalah satu-satunya mahasiswa dan mahasiswi Korea yang berkuliah disini. Hari ini, kami akan mempersembahkan musik korea untuk mereka! Pertama kalinya di Lesley, ada mahasiswa yang menyanyikan lagu dengan bahasa Korea.

 

“Bam, rattattataa, rata ta taatt taaa!! BEEP! Baaammm rattattataa, rataa tatattt taaa!! OH MY GOD!” CL mengakhiri lagu itu dengan semangat! Saat sudah bersiap-siap turun panggung, CL menghentikan kami, lebih tepatnya aku. Dengan santainya, di atas panggung, CL pun berteriak dengan lantang, walaupun sudah ada mic! “GUYS, MARI KITA UCAPKAN SELAMAT BAGI PARK BOM, MAHASISWI KOREA, YANG BARU SAJA JADIAN! SAMA KWON JI YONG, ALIAS G-DRAGON!! MARI KITA UCAPKAN SELAMAT UNTUK PARK BOOOM!!!”

 

Teriakan riuh rendah menghiasi acara Pentas Seni Lesley University ini. Malu, senang, kaget, terkejut, semuanya tergabung menjadi satu. Kwon Ji Yong, atau G-Dragon yang berada tepat di depan panggung, spontan langsung menutupi wajahnya dengan tangan. Begitu pula aku, dan aku langsung lari turun panggung dengan wajah yang sangat merah!

 

Di Dorm!

 

“Cieeeeee, Bom…” “Cieee, Bom..” “Cieeee, Bom… Jadian nih yaaa, sama anak paling terkenal se-angkatan! Cihuy cihuyy!” ya, hanya itu yang kosa kata yang ada hari ini. Semua ini gara-gara CL! Tetapi, bila diingat-ingat, kejadian itu lucu juga.. Dan tak pantas aku marah kepada CL, ini kan bukan sebuah kesalahan besar? Lagipula, CL memang sudah terkenal dengan keisengannya, tak perlu dimarahi lahh…

 

“Ehhh, Bommieee… Maaf yaaa yang sebesar-besarnya, soal tadi di panggung itu! Aku cuma bercanda kokk.. Jangan marah yaaa….” itulah kalimat pertama yang diucapkan CL saat bertemu denganku di koridor.

“Ngapain Bommie maraah.. Lagipula, ini sudah membuat Bommie terkenal! Cihuy!”

 

THE END

 

BY : @amritaass 

 
 SARAN DAN KRITIK SANGAT BERMANFAAT ^^
 

 annyeong blackjacks! kami, @2NE1_Fansclub telah mengadakan project fanfiction dalam rangka bom’s birthday.. nah, inilah beberapa fanficiton yang telah masuk ke email kami! semoga dapat bermanfaat!

DON’T BE A SILENT READERS!

DONT COPY!

Image

 
 
 
Cast                       : – 2NE1( Park Bom as the main cast)
–          Choi Dong Wook (Se7en)
–          Gho Hye Sun  (Geum Jan Di )
Genre                   : Romance
 
                “ Nae geogjung malgo go away..” Kepalaku sakit sekali dan berdenyut-denyut. Rasanya aku ingin pingsan disaat itu juga. Oh tidak ! Aku masih harus tetap menyanyi dan dance. Ayo semangat Bom! Aku harus memberi semangat untuk diriku sendiri. Aku harus professional saat berada di panggung.Kulihat CL dan yang lainnya, mereka juga masih semangat. Ya, bukan Bom namanya jika tidak ceria.
                “ Medal lil jut alatgaetji..”  aku mengernyit sambil terus tersenyum. Entah kenapa aku teringat ucapan Hye Sun semalam. Ucapannya yang membuatku mencekiknya saat itu juga. Ucapannya tentang Dong Wook akan meninggalkanku. Demi Tuhan, kami-dong wook dan aku- benar-benar saling mencintai! Dan Hye Sun tau itu. Hah atau jangan jangan dia iri dengan kedekatanku dengan dong wook sehinggga dia memanas-manasi aku? Dan dia kira aku percaya? Aku akan bertanya langsung pada Dong Wook.
                “Deo motjin saram manhalgae… tapi jika ia benar-benar akan meninggalkanku bagaimana? Apakah aku akan mencari orang lain? Tidak ! pikiranku mulai melantur kemana-mana! Mungkin gara-gara ucapan Hye sSun inilah yang membuatku sakit kepala. Yah sepertinya benar. Aku sampai tidak bias tidur  tadi malam dan terus memaksakan dance ku seperti ini. Nafasku mulai tak beraturan.
                “cause love is over, love love is over tonight!”  Kudorong penari latar ku, berpikir seakan itu adalah Hye Sun. akhirnya aku bisa bertahan sampai nada terakhir. Aku tersenyum dan melambai kea rah fansku, lalu berbalik meninggalkan panggung.
                “ Bom eonni, ada apa denganmu? Dari tadi wajahmu pucat.” Kata Minzy mengejutkanku. Astaga, anak ini sepertinya tau segalanya. Aku hanya menggeleng lemah.
                “Tidak, tidak apa apa.”
                “Benarkah? Bahkan di akhir lagu tadi suaramu agak sumbang.” Pernyataan dari CL seakan menambah beban. Aku hanya mengangkat bahu. Sesampainya di ruang tunggu, aku melihat Dong Wook dan Hye Sun berbicara berdua di depan pintu.  Aku menahan napas seketika. Hatiku rasanya terbakar. Aku segera menghampiri mereka.
                “ Dong Wook-a, sedang apa disini?” tanyaku lembut sambil tersenyum. Tak kuhiraukan Hye Sun disebelahnya. Dong Wook tersenyum sedih.
                “Bom, bisa kita bicara diluar sebentar?” pintanya. Aku hanya menganguk. Tiba-tiba keluarlah Dara dan yang lain.
                “Whoaa enaknya Bom. Kau dikunjungi oleh Dong Wook di sini, enaknya punya pacar.” Kata Dara menerawang. Aku hanya tersenyum geli.
                “ Dara eonni, kau bisa memilih satu fansmu untuk dijadikan pacar. Diluar sana banyak orang yang menantikanmu untuk jadi kekasihmu.”  Ujar Cl asal. Nyutt ! tiba-tiba sakit kepala ini semakin menjadi. Aku memijatmijatnya sedikit.
                “hahaha, aku pinjam Bomnya sebentar ya.  Hye Sun, kau bisa mengobrol dengan mereka kan?”
Kata Dong Wook.
                “Eo, arasseo. Tanpa kau beritau dengan senang hati aku akan mengobrol dengan mereka.” Angguk Hye Sun lalu langsung bercakap-cakap dengan Cl. Kami berjalan menuju taman sebelah.
                “Lalu, kau mau bicara apa?” ucapku membuka pembicaraan. Ah, perasaanku tidak enak.  Mungkinkah apa yang dikatakan Hye Sun benar?
                “ Aku… Akan pergi ke Amerika.”  DEG !! Seketika mataku melebar.
                “ A,apa yang akan kau lakukan disana? Berapa hari ? kau tidak akan lama kan?” Tanyaku takut. Memang, kalau Cuma ditinggal berapa hari aku tak keberatan. Tapi kalau ia ingin debut disana, mungkin akan memakan waktu beberapa bulan.
                “ Aku akan tur di beberapa kota disana. Dan juga aku akan membuat MV disana. Mungkin sekitar dua bulan. Lalu, aku akan pergi brsama Hye Sun.” oke, ucapannya yang terakhir inilah yang membuat mataku kabur oleh air mata. Selama dua bulan ia akan meninggalkanku dan malah bersenang-senang dengan Hye Sun? Aku menunduk dalam.
                “ Bom? Kau tidak apa-apa?” Aku mendengus mendengar pertanyaan Dong Wook.
                “ Ya, aku tidak apa-apa. Bahkan berpikir jika aku akan ditinggal olehmu selama 2 bulan, aku akan baik-baik saja. Dan, mungkin aku akan lebih GEMBIRA jika kau menghabiskan waktumu dengan Hye Sun.”  Suaraku bergetar hebat demi menahan tangis dan amarah. Dia hanya menatapku dalam.
                “neomu apa..”  ujarku yang akirnya menangis.
                “ Kau seharusnya tahu hubunganku dengan Hye Sun tidak berjalan baik, namun kau memilihnya menjadi model MV mu. Apa yang lebih buruk ketimbang ini, Dong Wook-a!” Lanjutku sambilterisak hebat.
                “ Kau tahu…”
                “ Ya, aku tahu ! Bahkan aku tahu dari dia ! bukan darimu, yeobo!” aku sengaja memotong ucapannya. Aku terlanjur sakit hati. Kukira dia menyayangiku..
                “Aku akan menjelaskannya. Ini tidak seperti yang kau banyangkan! “ Ia mencoba menjelaskannya denganku, namun aku menutup telingaku. Seketika kepalaku sangat berat dan pertahananku meulai goyah. Lalu aku tak ingat apa-apa lagi.
***
                Aku membuka mataku perlahan. Kulihat Minzy yang memasang wajah khawatir. Aku mencoba untuk bangun namun kepalaku masih berputar. Aku teringat dengan Dong Wook.
                “ Minzy, dimana Dong-Wook?” Tanyaku perlahan. Kulihat Minzy, Dara dan CL berpandangan tidak enak. Aku semakin penasaran.
                “Dong-Wook oppa…”
                “ Di sudah berangkat ke Amerika” Ujar CL tegas. Astaga. Benar benar surprise! Tak terasa air matau mengalir lagi.
                “jadi, gara-gara Dong-Wook lah yang membuatmu begini? Oke, kami sudah dengar ceritanya. Tapi seharusnya kau mempercayainya. Kami tau-dan bahkan dia tau-bahwa hubunganmu dan Hye Sun tak begitu baik, tapi jika ia memang mencintaimu, ia akan kembali padamu. “ Kata Dara bijak. Namun, hal itu terdengar sama saja bagiku. Aku memejamkan mataku.
                “kenapa ia tidak bilang kalau sekaranglah waktunya ia pergii? “ kataku pelan.
                “ dia mencoba menjelaskan nya denganmu, tapi eonni tak mau dengar”  Kata CL. Aku mendesah.
                “ Sudahlah eonni. Dua bulan bukan waktu yang panjang kok. Setelah itu kau bisa minta penjelasan darinya.  Hwaiting !” Minzy mencoba menyemangatiku. Minzy memang selalu bisa membuatku tersenyum. Lalu, tiba-tiba aku teringat sesuatu.
                “ Apa dia ingat hari ulangtahunku itu 1 bulan lagi?” ujarku menerawang.
                “ ehm, eh, waah aku lapar. Hei ayo kita makan” Ucap Dara. Hanya perasaanku saja atu tidak, sepertinya mereka mengalihkan pembicaraan.
***
                Hari ini hari ulang tahunku. Aku bahagia. Namun aku akan lebih bahagia jika ia berada disini. Dong Wook-a, apa kabarmu? Apakah kau ingat hari ini adalah hari ulangtahunku? Sepertinya kau tidak ingat. Kau sama sekali tak memberi pesan apapun hari ini.
                2NE1 dan staf-staf hari ini mengadakan pesta untukku. Pesta ini diadakan di sebuah hotel. Semua bersenang-senang, yah, akupun harus senang. Buan Bom namanya jika tidak ceria. Tiba-tiba aku mendengar lagu yang tak asing lagi.
                “You gotta know I’m falling in love, neora neun sesange ppajeoiseo, you gotta know” Lagu ini di remake menjadi lagu balad yang indah dan romantis. Aku menoleh seketika. Di panggung sudah ada dia. Dia ! Choi Dong Wook-ku! Se7en-ku ! 
Lalu, aku menoeh ke arah 2NE1 yang lain, mereka tersenyum-senyum jail. sepertinya ini ulah mereka.
                Dia terus memainkan piano dan menatap lurus ke arahku. Entah kenapa kakiku berjalan ke arahnya dan air mataku telah turun dengan sendirinya. Setelah lagu selelsai ia memelukku.
                “Happy birthday, Bommie”  ucapnya di telingaku, aku menangis bahagia. Lalu dia merenggangkan pelukannya dan menatap llurus kearahku. “Kau percaya padaku kan?” Aku mengannguk dan tersenyum bahagia. Lalu ia mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya. Sebuah kotak cincin. Dan ia memakaikan cincin itu di jemariku. Astaga, tidak ada yang lebih membahagiakan dari in. air mataku terus mengalir.
                “ Saranghae yo” ujarnya lalu mengecup keningku. Demi Tuhan,  aku bahagia. Benar-benar bahagia. Dan aku percaya padanya.
***
  by : @almaas08 (Intan Almaas)
  SARAN DAN KRITIK SANGAT BERMANFAAT ^^
 

 annyeong blackjacks! kami, @2NE1_Fansclub telah mengadakan project fanfiction dalam rangka bom’s birthday.. nah, inilah beberapa fanficiton yang telah masuk ke email kami! semoga dapat bermanfaat!

DON’T BE A SILENT READERS!

DONT COPY!

Image

MY LAST WISH

 

Cast :

Park Bom

Kwon jiyong

Member 2NE1

Beberapa artis YG

 

 

 

    Hari masih pagi dan matahari pun masih malu malu memperlihatkan cahaya indahnya, tapi bom sudah ada di depan sebuah rumah yg besar.

“Annyeong haseo” teriak bom

“ne, annyeong, siapa yah ? “ balas seorang wanita “ohh kamu bom”

“ne hanbyul ahjumma, Jiyongnya ada?” bom menjawab

“ada ada , ayo masuk “

“ne” bom melangkah masuk ke dalam rumah saat ada suara memanggilnya

“Unniieeee”

“pagi minzy ah” balas bom

“pagi juga unnie” balas minzy  “Unnie pasti cari oppa yah ? tapi kayaknya oppa belum bangun tuh, dari tadi gak keluar keluar”

Bom tertawa kecil “ha ha ha, dia tidak pernah berubah” pikir bom

“ya sudah unnie, aku duluan yah”

“ne, hati hati di jalan minzy” bom melambaikan tangannya

Saat bom duduk di ruang tamu terdengar teriakan keras

“Jiyongggg, ayo bangun , ada bom tuh”

“iya umma, aku sudah bangun kok” terdengar suara seorang cowo , tak brapa lama jiyong pun turun, dia tersenyum saat melihat seorang wanita cantik yg sedang menunggunya

“ayo berangkat, nanti kita telat’ kata jiyong

“kau sudah siap” balas bom

“sudah” “ummaaa, aku berangkat dulu yah” teriak jiyong

“iyaaa, hati2 yah kalian berdua” balas umma jiyong

“kamu knp ? kok kayaknya pucat gitu ?”

“gpp kok, cuman agak grogi aja, hehe” balas bom

“ihh, ada ada aja”  pikir jiyong

Pikiran jiyong melayang kemana mana, “wajar kalo dia grogi, kita berdua adalah sahabat sejak kecil, aku mencintainya sejak dulu, tp baru sekarang aku berani mengatakannya, setelah melalui perjuangan yg sangat lama ternyata dia juga menyukaiku, jadi wajar kalo sekarang dia grogi dgn perubahan status ini, hehe” Jiyong tersenyum , tanpa jiyong sadari bom menyimpan sebuah rahasia yg hanya diketahui oleh bom, kedua orang tua nya & dua sahabat dekatnya

 

———-====————

 

Siang itu di sekolah

“Chaerin, kamu lihat bom tidak ?”

“nggak, paling juga ada di kantin” balas Chaerin , mereka berdua menuju kantin dan menemukan bom di sana sedang sendiri

“Bommm”

“hei Chaerin, Dara” bom menoleh dan melihat kedua sahabat dekatnya mendekat

“kamu sedang apa bom ? dimana jiyong ?” kata dara

“Dia pergi dgn seungHyun oppa, mungkin mereka sedang latihan” balas bom

“pasti latihan Rap dan BeatBox” kata Chaerin

“so pasti” balas dara

“eh bom, apa kamu pernah lihat jiyong rap ?” kata Chaerin

“Dasar bodoh, dari kecil setiap hari bom sering mendengarnya, iya kan bom ?” balas dara

“haha iya, jiyong jatuh cinta dgn rap sejak dia kecil, apalagi semenjak dia bertemu dgn seungHyun oppa, hobi nya semakin menjadi jadi” bom tertawa kecil mengenang masa kecilnya .

 

Di saat kedua sahabatnya sedang asik bergosip, bom yg sedang asik membalas sms dari jiyong tiba2 memegang dadanya

“UHUK UHUK UHUK” dia terbatuk, bom lalu mengambil sapu tangan yg ada di kantongnya dan mendekapnya ke mulut

“UHUK UHUK UHUK” batuk nya semakin keras

“bom kau kenapa ?” “bom kau tidak apa2 ?” teriak kedua sahabatnya

“aku tidak apa2” bom menggelengkan kepalanya

Dia melepaskan sapu tangan yg ada di mulutnya, apa yg ada di sapu tangan itu membuat kedua sahabatnya menjerit kecil

“darahhh” kata Chaerin

“astaga bom, apa penyakitmu kambuh lagi ? apa kau sudah minum obat mu ?” kata dara

“aku sudah minum tadi,tp sepertinya penyakitku semakin parah” balas bom

“bom, apa kau sudah memberi tahu jiyong ?” kata dara

Bom menggeleng “sudah kubilang, waktu ku sudah tak lama lagi, aku hanya ingin menghabiskan hari2 terakhirku hanya bersama jiyong”

“tapiii …”

“kumohon, ini adalah permintaanku yg terakhir kalinya kepada kalian” kata bom

Mereka berdua hanya bisa terdiam dan saling memandang, mereka lalu memeluk bom

“jika itu keinginanmu bom, walau hati kami sakit, tp kami akan mengabulkannya hanya untukmu” kata dara

“terima kasih, kalian berdua memang yg terbaik” bom mulai menangis

 

——–========————-

 

Malam itu

“ahhh, kamu lama sekali jiyong” bom cemberut

“haha maaf maaf, aku sudah lama tidak kerumahmu jadi aku agak tersesat tadi, hehe” jiyong mencari alasan

Bom yg melihat senyum kekanak kanakan jiyong mendadak merubah mood nya

“apa kau bawa gitarnya ?” kata bom

“ini” tunjuk jiyong

“ya sudah ayo masuk” mereka berdua melangkah ke taman yg ada dibelakang rumah bom

“oh iya, happy 3rd month anniversary bom” kata jiyong sambil tersenyum dan menunjukkan bunga mawar dan coklat yg sudah dia beli

“happy anniversary to jiyong” bom tersenyum lalu mencium pipi jiyong

 

Jiyong mulai memainkan gitarnya dan bom pun bernyanyi

“Boy I’m ready for your love , You got me going steady for your love , Nobody but you I’m thinking of, So heavenly so obvious , Ooh baby I’m so ready for your love , You got me going steady for your love, Ain’t nobody but you I’m thinking of, That’s only because we belong together “

Tanpa jiyong sadari, bom meneteskan air mata saat bernyanyi, bom buru2 menghapusnya dan melanjutkan nyanyi nya

“You & I together it’s feel so right, to me this world is just you, don’t ever let go of my hand, I promise you that I’m be right here baby”

Tanpa sadar bom kembali meneteskan air matanya dan bom mulai merasakan sakit di dada nya , pikirannya melayang kemana mana, mendadak potongan2 memori indah dikepalanya, membuat perasaannya semakin tertekan

Tiba tiba ‘UHUK UHUK UHUK” bom mulai batuk2 dgn keras, kali ini batuk nya berbeda dgn biasanya dan darah segar keluar dari mulutnya

“bommm, kau knp ? bommm….” Jyong panic dan menghampiri bom

“jiyong ah” bom sekilas melihat jiyong mendekati nya sebelum akhirnya dia jatuh pingsan

“AHJUSSI , AHJUMMMA” teriak jiyong seketika …..

 

———-========——-

 

Di rumah sakit

“Ahjussi, ahjumma , apa yg terjadi ??” Tanya jiyong kebingungan , saat ini semua orang sudah berkumpul di rumah sakit

“maafkan kami jiyong ah, kami tidak pernah berkata apa2, tp ini adalah permintaan terakhir dari bom” jawab kedua orang tua bom dgn terbata bata

“permintaan terakhir, apa maksud ahjumma ??” jiyong semakin binggung dan tidak mengerti

“bom menderita penyakit kanker stadium akhir dan nyawanya sudah tidak bias di selamatkan lagi, keinginan terakhirnya hanya ingin menghabiskan hari2 terakhirnya hanya bersamamu tanpa kamu harus tahu mengenai penyakitnya” jawab umma bom

 

Jiyong terhenyak ke dinding, pikiran2nya penuh dgn kata2 dari umma bom . knp dia bias sangat bodoh, knp dia tidak pernah menyadarinya, knp dia bias tidak tahu kalau bom mengidap penyakit yg sangat parah, air mata mulai menetes di pipi jiyong ….

Seorang dokter keluar dari ruang operasi, dia melepas maskernya, menghela nafas dan menggelengkan kepalanya … semua orang terdiam melihatnya …

Jiyong tercekat dan terpuruk , dia mulai berteriak keras, teriakan yg pasti membuat semua orang yg melihatnya akan merasa iba kepada jiyong

“huaaaaaaaaa…….”

“kennnaaaapaaaaaaaaa ……….”

 

———-=======———-

 

Jiyong terbangun dari tidurnya, dia terduduk, pikirannya kembali dipenuhi potongan2 memori paling kelam dalam hidupya, air mata kembali menetes di pipinya

Jiyong mengambil Handphone yg dia taruh di samping bantal, Jiyong mulai masuk ke akun social miliknya dan dia mulai menulis

 

“NO MATTER WHAT HAPPENS, EVEN WHEN THE SKY IS FALLING DOWN, I’LL PROMISE YOU THAT I’LL NEVER LET YOU GO ,, GOOD  BY BABY BOO”  -send-

 

–TAMAT-

 

By : @ewinmvpsuarez 

SARAN DAN KRITIK SANGAT BERMANFAAT ^^

 annyeong blackjacks! kami, @2NE1_Fansclub telah mengadakan project fanfiction dalam rangka bom’s birthday.. nah, inilah beberapa fanficiton yang telah masuk ke email kami! semoga dapat bermanfaat!

DON’T BE A SILENT READERS!

DONT COPY!

Image

“Forever With You”

            Author POV

Mentari pagi mulai menampakkan sinarnya, dengan malu-malu ia menyelipkan sedikit sinarnya ke celah jendela kamar seorang gadis yang kini masih terlelap tidur di atas ranjangnya. Gadis itu pun menggeliat saat merasakan sesuatu mengganggu matanya. Bom, itulah nama gadis tersebut, ia pun segera bangkit perlahan dan mengucek pelan matanya, sangat buram, itulah yang ia rasakan pada penglihatannya dan itu adalah hal yang biasa baginya.

“Terima kasih Sun, kau telah membangunkan ku..” ucap Bom diikuti dengan senyuman manisnya.

“Apa kabarmu hari ini ? Apa kau sedang murung ? Sinarmu tidak begitu terasa dimataku..” ucapnya lagi dengan perubahan raut wajah menjadi sedih.

Setelah itu ia mulai merenggangkan tubuhnya yang masih terasa kaku, sampai tiba-tiba ada yang mengetuk pintunya.

“Eonnie.. Eonnie.. Apa kau sudah bangun ?” ucap seseorang dari balik pintu.

“Aku sudah bangun saeng, tunggu sebentar, aku akan membukakan pintu..” ia pun segera bangkit dan berjalan menuju pintu sambil meraba-raba sekitarnya.

Perlahan ia pun meraba kenop pintu lalu membuka pintu.

“Selamat pagi eonnie..” sapa serempak dua orang gadis dengan riang.

“Wah.. Siapa ini saeng ? Aku seperti mengenal suaranya..” tangan Bom pun segera terulur ke depan dan mencoba meraih sebuah wajah yang amat terlihat buram di pandangannya. Dara, adik Bom yang tepat berada di depannya pun menuntun tangan Bom untuk mencapai wajah tersebut. Bom pun meraba bagian matanya.

“Dari matanya yang sipit ini, sepertinya kau adalah Chae Rin ?” ucap Bom seraya tersenyum.

“Kau benar eon.. Aku sangat merindukanmu..” ucap CL seraya memeluk Bom dengan erat.

“Eon.. Eon.. Lalu siapa aku ?” tnya seorang gadis antusias.

Bom melepas pelukannya kepada CL lalu mengarahkan pandangannya ke sebelah kiri.

“Hmm, jika ada CL pasti ada Minzy, jadi kau pasti Minzy..” Bom berucap sambil mengacung-acungkan telunjuknya.

“Eonnie.. Kenapa wajah ku tidak diraba juga.. Kan aku juga ingin ditebak oleh Eonnie..” Minzy pun cemberut sambil menggembungkan pipinya.

“Kau ini.. Kemarikan tubuhmu, sebagai gantinya aku akan memelukmu..” ucap Bom seraya mengulurkan kedua tangannya.

“Aku juga mau dipeluk Bom eon..” ucap Dara manja.

“Aku juga mau lagi eon..” ucap CL ikut-ikutan.

“Kalian mendekatlah..” ucap Bom masih mengulurkan kedua tangannya.

Mereka berempatpun berpelukan layaknya Teletubies untuk melepas rasa kangen mereka. Ya, CL dan Minzy sahabat dari Bom dan Dara baru saja pulang setelah dua tahun mereka menuntut ilmu di Tokyo, Jepang.

***

CL POV

Betapa senangnya aku bisa berkumpul lagi dengan Bom eonnie dan juga Dara Eonnie, setelah dua tahun aku dan Minzy meninggalkan Busan untuk melanjutkan pendidikan kami di Tokyo, akhirnya kami bisa bersama lagi dirumah ini, rumah yang terlihat kecil namun menyimpan banyak cerita dan kenangan di dalamnya, tempat dimana kami mengalami kesedihan dan kebahagiaan bersama, kami, atau lebih tepatnya aku, Minzy, Dara Eonnie dan juga Bom eonnie adalah kumpulan gadis yang memiliki tekat untuk tetap bertahan dan berjuang meski badai terus menghadang, kami akan terus bangkit walau harus terus menerus tersungkur karena batu hambatan yang kami tahu pasti akan selalu menghadang langkah kami, tapi seperti yang pernah Bom eonnie katakan ‘Jangan pernah menyerah, teruslah berjuang sampai kita menemukan penghujung umur kita’. Aku benar-benar sangat bangga dengan Bom eon, walau ia memiliki keterbatasan pada penglihatannya, ia memiliki semangat yang besar, ia tetap terlihat ceria, belum lagi ia memiliki suara yang amat indah. Dan saat ini pun, aku benar-benar terhanyut saat mendengar Bom Eonnie bernyanyi.

Ya, Bom eonnie saat ini tengah menampilkan lagu ciptaannya yang ia ciptakan untuk kami, ia membuat lagu tersebut setelah Dara Eonnie memberitahukan bahwa kami ditunjuk oleh salah seorang pengamat musik yang melihat aksi kami di Youtube yang kami upload dua tahun lalu, untuk menjadi vocal grup pembuka di acara launching album terbaru GDTOP.

pyeonhaetni ne mamsoge.. ije nan deo isang eoptneun geoni.. nan neol neol saenggakhamyeon.. neomu apa apa apa~”

Tiba-tiba Bom eonnie berhenti menyanyi.

“Kau kenapa saeng ? Kenapa kau menangis ?” pertanyaan Bom eonnie sepertinya ditujukan kepadaku. Aku segera menghapus air mataku, ini lah kelebihan Bom eonnie lainnya, ia amat peka, walau memiliki keterbatasan dalam penglihatannya, tapi hanya dengan feelingnya, ia dapat mengetahui hal disekitarnya.

“Eh, e a aku hanya tersentuh dengan lagu yang kau nyanyikan eon.. Pesan dari lagu itu benar-benar tersampaikan..” ucapku sedikit gugup, aku memang jujur dengan hal itu, tapi aku bukan menangis karena itu, melainkan karena aku sedih melihat keadaan Bom eonnie yang sejak kecil harus melihat dunia dengan keterbatasan pandangan matanya, sejak kecil ia memiliki kelainan pada syaraf matanya, sehingga pandangan matanya terlihat amat buram bahkan hampir tidak terlihat.

“Ah, terima kasih saeng.. Aku senang mendengarnya, dan aku harap lagu ini dapat membuat kalian tampil dengan baik..”

“Tentu saja eon.. Tapi akan lebih bagus jika kau ikut menyanyikan lagu ini bersama kami..” ucap Minzy semangat.

“Lalu mempermalukan kalian didepan banyak orang, begitu ?” Bom eonnie berkomentar dengan nada yang berbeda, ia terdengar kesal sekaligus sedih.

“Bukan begitu eon..” aku pun angkat bicara dan menenangkan Bom eonnie yang mulai menitihkan air mata.

“Kalian ini bodoh atau pura-pura tidak tau sih ? Eonnie kalian ini buta ! Apa kalian mau mempermalukan grup vokal kalian dengan mengajak gadis buta untuk bergabung, huh !” Bom eonnie berkata dengan sedikit membentak.

Bom eonnie pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju ruang depan. Aku segera menyusulnya namun tanganku ditarik oleh Dara Eonnie.

“Tidak perlu saeng, belakangan ini Bom eonnie memang seperti itu, berikan ia waktu untuk menenangkan diri..” ucapnya dengan mata yang terlihat berair. Kami semua benar-benar sedih mendengar perkataan Bom eonnie.

***

Bom POV

Aku berjalan keluar rumah dengan sesekali menabrak benda-benda disekitarku, aku lalu berjalan cepat menuju taman sambil lagi-lagi sesekali menabrak benda-benda disekitarku, termasuk orang-orang disekitarku. Dengan pandangan mataku yang sangat buram, ditambah lagi dengan air mata yang sudah berkumpul dimataku aku berjalan dengan hitungan langkah yang sama seperti biasa saat aku menuju taman.

21 langkah dari rumah, lalu 7 langkah kearah kiri dan sampailah aku ditaman. Aku segera berjalan menuju sudut taman, tempat dimana aku biasa mendapatkan surat sapaan darinya, tempat dimana aku menenangkan diriku saat aku merasa jenuh dengan hidupku yang seperti ini.

Aku pun duduk dibangku taman dan menumpahkan semua air mataku.

“Hiks.. Hiks.. Hiks..”

Aku benar-benar kesal saat tiba-tiba ada sesuatu yang mengenai kepalaku. Aku pun berjongkok dan meraba-raba rerumputan. Aku menemukan sesuatu, apa ini ? Seperti sebuah remasan kertas. Aku tersenyum dan kembali duduk dibangku. Kubuka remasan kertas tersebut dan menyium harum kertas tersebut, benar ini adalah surat darinya. Aku sedikit menggembungkan pipiku, apa-apa’an dia, tidak biasanya memberikan suratnya dengan cara seperti ini. Biasanya dia akan memberikan suratnya melalui seorang anak kecil, atau menerbangkannya kearahku dalam bentuk pesawat-pesawatan.

Aku meraba-raba permukaan kertas tersebut. Ia tahu bahwa aku buta, oleh karena itu ia menulis surat tersebut dengan huruf  Braille atau huruf dengan titik-titik timbul. Aku mengeja kata demi kata di kertas tersebut.

“Hai Spring.. Apa kabarmu ?” Kalian tahu kenapa dia memanggilku spring ? Dulu, saat pertama kali aku kesini, ada seorang gadis kecil mendatangiku dan menanyakan namaku. Dan semenjak itu, aku menerima surat darinya dan dia memanggilku dengan Spring yang berarti Musim semi, yang juga arti dari namaku. Aku tersenyum mengingat hal tersebut. Aku pun melanjutkan mengeja kata demi kata lagi.

“Jika kau sedang menangis saat ini, aku harap kau segera mengusap air matamu, karena kau tahu ? Aku selalu melihatmu dari jauh, dan aku tidak akan mengirimkan surat lagi, jika aku melihatmu menangis..

Autumn”

Aku pun segera mengusap air mataku.

***

Author POV

Saat ini keadaan sudah membaik, Bom sudah mulai memahami maksud Minzy yang mengajaknya untuk bergabung, namun walau seperti itu Bom tetap menolak untuk bergabung dan memilih untuk memberikan dukungan dari belakang  pada mereka.

“Apa kau yakin eon ? Kami benar-benar ingin kau ikut dalam grup vokal ini..” ucap  CL pada Bom yang sedang asik bercanda-canda dengan Minzy.

“Tentu chagi.. Aku tidak ingin menyusahkan kalian nantinya, lebih baik kalian fokus dengan acara itu, tidak perlu mencemaskanku..” jawab Bom bijak.

“Aku pulang..” terlihat Dara datang dengan seorang namja dengan gaya yang amat nyentrik dan dengan postur tubuh yang tidak begitu tinggi, namun wajahnya sangat menawan.

“Hai semua, kenalin ini temanku namanya G-Dragon..” ucap Dara riang kepada sahabat-sahabatnya.

“Annyeong haseyo.. G-Dragon imnida..” sapanya seraya menebarkan senyum dan segera duduk saat diberikan isyarat oleh Dara.

Minzy terlihat menyernyitkan alis.

“G-dragon ?” gumamnya pelan.

“Yap, nama saya G-Dragon, aslinya sih Kwon Jiyong.. Hehehe..” ucap GD cengengesan.

“Kau..kau.. Huaaaaa.. Kau kan G-Dragon personil Bigbang itu kan ?” Minzy mendadak histeris.

“Ne..”

“Memalukan kau Minzy, jaim sedikit lah..” komentar CL cuek.

“Huh, iri aja kamu..” respon Minzy sedikit kesal.

“Sudah-sudah.. Kalian ini..” lerai Bom.

“Annyeong haseyo.. Bom Noona..” sapa GD kepada Bom.

“Annyeong haseyo.. GD.. Bolehkan aku memanggilmu seperti itu ?”

“Tentu Noona..”

“Annyeong haseyo Minzy-ah, CL-ah..”

“Annyeong haseyo..” ucap Minzy dan CL bersamaan.

Mereka pun saling berbincang-bincang sambil bercanda.

***

            Kini Bom tengah duduk dibangku taman seperti biasa sambil memegang secarik kertas.

“Hmmmm.. Hooowooo… Love forever with you..” Bom segera berhenti bernyanyi saat terdengar krasak krusuk.

“Autumn, kau kah itu ?” Bom segera mengedarkan matanya.

“A a Annyeong~ Mi mianhae telah mengganggu..” ucap seorang laki-laki dengan suara beratnya.

Laki-laki itu sudah menyiapkan ancang-ancang untuk berlari.

“Tunggu, bisakah kau temani aku disini..” ucap Bom terdengar memohon.

“Mianhae, ta tapi aku bukan orang yang kau maksud..” ucap laki-laki itu tergugup.

“Tak apa.. siapa pun kau, aku yakin kau orang yang baik dan bisa menjadi temanku..” ucap Bom seraya tersenyum dengan manisnya.

Seung Hyun POV

Ya Tuhan, dia benar-benar terlihat cantik dengan senyumannya itu. Senyumannya begitu hangat dan menenangkan.

“Ba baiklah..”

Aku benar-benar merasa gugup berada sedekat ini dengan Bom, dia benar-benar terlihat amat cantik dari dekat, wajahnya persis seperti Barbie, rasanya ingin sekali aku mencubit pipinya yang chubby itu. Ah, tidak, tidak boleh, aku ini baru saja mengenalnya –menurutnya, tapi sebenarnya kami sudah lama saling kenal, aku adalah Autumn teman pena mu Bom. Bisakah kau mendengar ku ? Jelas tidak bodoh, kau ini sedang berbicara dalam hati.

“Paboo !” ucapku reflek sambil memukul kepalaku sendiri, Bom yang ada disampingku pun kaget.

“Waeyo ?”

“A aniyo.. Aku hanya merasa sangat bodoh tidak memperkenalkan diri ku kepada orang yang baru ku kenal..” ucap Seung Hyun bohong.

“Annyeong haseyo.. Choi Seung Hyun imnida..”

“Annyeong haseyo.. Park Bom imnida..”

Tentu aku tau namamu Bom, kau pernah mengatakannya pada Nami waktu itu.

Aku segera melirik kertas ditangannya.

“Hmm, apa itu ? Apakah sebuah lirik lagu ?” ya tentu saja, itu adalah lirik lagu yang kuberikan padanya saat ia berulang tahun yang ke-27.

“Ya.. Ini adalah lirik lagu yang diberikan dari teman pena ku saat aku berulang tahun.. Aku sedang bingung dengan nadanya, aku harap tahun ini ia dapat menyanyikannya untukku..” aku senang kau tersenyum Bom, tapi entahlah, apakah aku bisa mengabulkan harapanmu itu. Uhk.. Tiba-tiba dadaku terasa sesak.

“Bom, aku minta maaf. Aku lupa aku sudah ada janji dengan hyung ku. Aku harap lain waktu kita bisa bertemu dan berbincang lagi.”

“Ah, baiklah. Sebenarnya masih banyak yang ingin aku ceritakan, tapi yasudahlah, hati-hati dijalan.”

Aku pun segera pergi menjauh dari Bom.

***

Author POV

Kini Seung Hyun tengah merebahkan tubuhnya sambil mengamati seorang namja yang sedang mondar-mandir didekat ranjangnya.

“Kau benar-benar paboo hyung, kau sedang sakit dan kau nekat menemui Bom Noona, kalau kau kenapa-kenapa kan aku juga yang repot..”

“Sudahlah GD, aku tidak apa-apa.. Dari pada kau membuat ku pusing dengan aksi mondar-mandir mu itu, lebih baik kau tinggalkan aku sendiri..” usir Seung Hyun dengan nada halus.

“Bilang saja kau ingin mengusirku..” GD terlihat cemberut lalu meninggalkan hyungnya sendiri.

“Hey, tunggu..”

“Apa lagi hyung ?”

Seung hyun terlihat membuka laci kecil yang ada didekat ranjangnya.

“Ini lagu baru untuk album kita, tolong pelajari bagian rapp yang sudah kurekam sebelumnya.” Ucap Seung Hyun seraya menyerahkan kertas dan DVD kepada GD.

“Aku mau dibagian yeojanya kau mengajak Bom untuk menyanyikannya nanti saat launching. Dan aku titip ini untuk Bom dan berikan setelah launching selesai..” lanjutnya seraya menyerahkan sebuah kotak hadiah bermotif  jagung kepada GD.

“Imi.. Tapi kenapa kau tidak memberikannya langsung pada Bom Noona ?”

“Aku tidak berani..”

“Hahaha.. Kau cemen hyung..”

“Terserahlah..” Seung hyun pun kembali berbaring dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

***

GD POV

Sepanjang perjalanan aku benar-benar merasa senang, karena sebentar lagi Bom Noona akan bertemu dengan Hyung sebagai Spring dan Autumn. Setelah tadi pagi aku berkunjung kerumah Bom Noona dan menceritakan semuanya tentang siapa sebenarnya Autumn, kini kami sedang menuju Apartement ku dan hyung bersama dengan Bom Noona dan juga Dara.

Sesampainya di apartement..

“Hyung, coba tebak siapa yang datang..” ucapku saat membuka pintu kamar hyung ku.

Hah, ternyata dia masih tidur. Aku pun mendekat berniat membangunkannya.

“Hyung.. Hyung..” aku mengguncang-guncang tubuh hyung.

Aku menghela nafas sejenak, betapa kebonya rapper satu ini. Errrr,. Saat kulihat dengan seksama wajah hyung terlihat pucat. Aku mulai panik dan meraih tangannya yang tertutup selimut dan mengecek nadinya.

“HYUNG ?!” reflek aku berteriak kencang, mata ku terasa panas, hyung kau jangan bercanda, apa kau sedang berpura-pura. Aku kembali mengecek detak  jantungnya dengan menempelkan telinga ku ke dadanya. Tidak terdengar..

“HYUNG BANGUN HYUNG…” aku berteriak lagi dan kali ini aku benar-benar tidak kuat, air mataku menetes begitu saja.

“HYUNG..” aku merosot, aku menjambak rambutku frustasi, apakah separah ini kah penyakit jantung yang diderita hyung ?

“Ada apa saeng ?” Bom dengan wajah panik berjalan mendekatiku dituntun oleh Dara, Dara yang mengerti saat melihat hyung pun menutup mulutnya dan mulai menangis.

“Ada apa saeng ? Tolong katakan..” Bom semakin panik.

“Hyung eonnie.. Hyung..” GD tidak sanggup berkata lagi.

“Ada apa dengan Seung Hyun.. Cepat katakan.. Saeng tolong  jelaskan..” Bom mengguncang-guncang tangan Dara yang sedari tadi tak bergeming sambil terus terisak.

“Seung hyun sudah pergi eon..” jawab Dara sesegukan.

Bom Noona pun mendekati jasad hyung sambil menangis. Bom Noona meraba wajah hyung ku.

“Apakah ini kau Autumn ? Dari bentuk wajahmu sepertinya kau adalah pria yang tampan..” itulah yang kudengar dari bibir Bom Noona sambil terus menitihkan air mata.

“Kenapa kau pergi ? Apa kau tidak mau menyanyikan lagu yang kau ciptakan waktu itu ? Apa kau tidak mau berteman lagi dengan Spring mu ini ? Aku akan turuti semua maumu asalkan kau kembali Hyun..” Bom Noona melanjutkan kata-katanya sambil terisak.

Kenyataan ini benar-benar menyayat hati. Tuhan, kenapa kau ambil hyung ku, kenapa kau ambil Autumn Bom Noona, kenapa Tuhan ?

***

            Author POV

Pemakaman Seung Hyun sudah dua hari berlalu, namun kesedihan masih menyelimuti semua orang yang mengenalnya, terutama Bom yang merasa sangat kehilangan Autumnnya.

“Hay Spring.. Mungkin saat kau baca surat ini aku sudah ada di dalam dirimu.. Oleh karena itu, disini aku akan mengganti ‘kau’ dengan ‘kita’, coba kita ambil cermin yang ada dikotak yang kutitipkan oleh GD untukmu.. (Bom pun mengambil sebuah cermin) Cantik bukan ? Ya, wajahmu benar-benar cantik, namun kau tambah terlihat cantik dengan mata tajamku kan ? Hehehe.. Kau tau mengapa aku menyebut diriku Autumn padamu ? Autumn adalah musim gugur, musim dimana bunga-bunga akan gugur dan ranting-ranting akan terlihat jelas. Dan aku akan berakhir tepat pada awal musim gugur ini..

Aku titip mata tajamku ini ya padamu, kuharap kau tidak sering-sering melirik laki-laki, karena aku akan sangat cemburu diatas sana.. Dan jangan sedih, karena aku akan tetap bersamamu..  Jeongmal saranghaeyo Spring-chagi.. ^_^

Autumn”

“Ya, kau benar Autumn, kau benar-benar pergi saat bunga-bunga mulai berguguran…” ucap Bom seraya menitihkan air mata.

***

            Hari ini adalah launching album GD(TOP) bertajuk ‘Spring Autumn’, walaupun T.O.P sudah tidak ada, launching tetap dilaksanakan sebagai acara perpisahan.

Dan kini GD dan Bom sudah ada diatas panggung untuk menyanyikan lagu “Forever With You” yang seharusnya dinyanyikan bersama Seung Hyun (TOP).

Saat bagian TOP, layar besar dibelakang panggung pun menunjukkan video TOP saat take vocal.

Bom reflek berbalik dan menatap lekat-lekat Autmn nya dan tanpa terasa menitihkan air mata, bukan hanya Bom, GD, serta penonton pun ikut menangis.

Dan setelah lagu usai, bunga sakura bertaburan dari atas, persis seperti awal musim gugur..

 

*The End*

by : @AnisaMegaP

SARAN DAN KRITIK SANGAT BERMANFAAT ^^


2NE1

2NE1_Fansclub updates

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

August 2017
M T W T F S S
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Categories